Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 611 tentang Mengulangi bacaan adzan seperti muadzin

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini memerintahkan kita untuk mengulangi lafaz adzan yang diucapkan muadzin, kecuali pada lafaz "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah" yang dijawab dengan "Laa haula wa laa quwwata illa billah". Ini adalah amalan ringan namun besar pahalanya, sebagai bentuk menyambut panggilan Allah dan meneladani Nabi ﷺ serta para sahabat.

Rujukan Ulama & Dalil

Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

"Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu." (QS. Al-Anfal [8]: 24)

Ayat ini menunjukkan kewajiban menyambut seruan Allah, dan adzan adalah seruan terbesar untuk mengingat Allah dan menunaikan shalat.

Hadits:

Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ الْمُؤَذِّنُ

"Jika kalian mendengar adzan, ucapkanlah seperti yang diucapkan muadzin." (HR. Al-Bukhari no. 611, Kitab Adzan, Bab Apa yang Diucapkan Jika Mendengar Muadzin)

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa', dari Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab) dari 'Atha' bin Yazid Al-Laitsi dari Abu Sa'id Al-Khudri. Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim juga meriwayatkannya.

Penjelasan Ulama:

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab (3/118) menjelaskan: "Hadits ini menunjukkan sunnahnya mengulangi lafaz adzan bagi yang mendengarnya, kecuali pada 'Hayya 'alash shalah' dan 'Hayya 'alal falah', maka dijawab dengan 'Laa haula wa laa quwwata illa billah'." Beliau juga menukil ijma' ulama tentang kesunnahan ini.

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (2/91) menjelaskan bahwa perintah dalam hadits ini menunjukkan sunnah, bukan wajib, berdasarkan kesepakatan ulama. Beliau juga menyebutkan bahwa Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat demikian.

Penjelasan Rinci

Hadits ini merupakan petunjuk Nabi ﷺ tentang adab mendengar adzan. Berikut penjelasan rincinya:

1. Makna Umum Hadits

Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya untuk mengucapkan lafaz yang sama dengan muadzin ketika mendengar adzan. Ini adalah bentuk penghormatan dan penyambutan terhadap panggilan Allah. Imam An-Nawawi rahimahullah mengatakan bahwa perintah ini bersifat sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bukan wajib.

2. Pengecualian pada "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah"

Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in, seperti yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al-Muwaththa', menjelaskan bahwa ketika muadzin mengucapkan "Hayya 'alash shalah" (marilah menuju shalat) dan "Hayya 'alal falah" (marilah menuju kemenangan), maka pendengar menjawab:

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

"Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah."

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan hikmahnya: "Karena dua kalimat ini adalah seruan untuk melakukan sesuatu yang berat bagi jiwa, maka dijawab dengan memohon pertolongan kepada Allah, karena hanya Allah yang memberi kemampuan."

3. Hukum Mengulangi Adzan

Mayoritas ulama dari kalangan sahabat, tabi'in, dan imam mazhab (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi'i, Ahmad) berpendapat bahwa mengulangi adzan hukumnya sunnah, bukan wajib. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (2/91) menegaskan: "Tidak ada perbedaan pendapat di kalangan ulama bahwa perintah ini adalah untuk sunnah, bukan kewajiban."

4. Keutamaan Menjawab Adzan

Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Sa'id Al-Khudri bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"Barangsiapa yang ketika mendengar adzan mengucapkan: 'Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, aku ridha Allah sebagai Rabb, Muhammad sebagai Rasul, dan Islam sebagai agama', maka dosanya akan diampuni." (HR. Muslim no. 386)

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (4/87) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi yang menjawab adzan dengan penuh keyakinan.

5. Adab Saat Mendengar Adzan

Para ulama seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahumallah menjelaskan beberapa adab saat mendengar adzan:

  • Diam dan mendengarkan adzan dengan khusyuk
  • Mengulangi lafaz adzan bersama muadzin
  • Tidak berbicara atau melakukan aktivitas lain yang mengganggu
  • Berdoa setelah adzan selesai, terutama doa wasilah untuk Nabi ﷺ

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat mulia, Abdullah bin Zaid radhiyallahu 'anhu, yang merupakan salah satu sahabat yang bermimpi tentang adzan. Beliau berkata kepada Rasulullah ﷺ: "Wahai Rasulullah, aku bermimpi melihat seseorang mengumandangkan adzan..." Lalu Rasulullah ﷺ menyetujui lafaz adzan tersebut.

Dari sini kita belajar bahwa adzan adalah panggilan suci yang berasal dari petunjuk Allah melalui mimpi sahabat yang shalih. Maka ketika kita mendengar adzan, kita sedang mendengar panggilan langsung dari Allah untuk menghadap-Nya. Para salafus shalih sangat menghormati adzan. Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah jika mendengar adzan, beliau akan diam dan berhenti dari semua aktivitas, bahkan dari menjawab pertanyaan murid-muridnya, sampai adzan selesai.

Kesimpulan Praktis

  1. Segera jawab adzan ketika mendengarnya, dengan mengulangi lafaz yang sama.
  2. Pada "Hayya 'alash shalah" dan "Hayya 'alal falah" ucapkan: "Laa haula wa laa quwwata illa billah."
  3. Setelah adzan selesai, bacalah doa wasilah untuk Nabi ﷺ:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

"Ya Allah, Rabb pemilik seruan yang sempurna ini dan shalat yang akan didirikan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan keutamaan, dan bangkitkanlah beliau pada maqam terpuji yang telah Engkau janjikan."

  1. Diam dan khusyuk saat mendengar adzan, jangan berbicara atau sibuk dengan hal lain.
  2. Yakini bahwa menjawab adzan adalah amalan ringan namun besar pahalanya, sebagai bentuk cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.