Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang tanda-tanda dekatnya akhir zaman, yaitu waktu terasa berlalu begitu cepat sehingga manusia seperti kehilangan keberkahannya, amal ibadah berkurang karena kelalaian, sifat kikir merasuk dalam hati banyak orang sehingga susah berbagi, dan semakin marak pembunuhan serta pertumpahan darah di mana-mana. Ini adalah peringatan agar kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi sifat kikir yang mengundang fitnah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Shahih:
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي حُمَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ " يَتَقَارَبُ الزَّمَانُ وَيَنْقُصُ الْعَمَلُ، وَيُلْقَى الشُّحُّ وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ ". قَالُوا وَمَا الْهَرْجُ قَالَ " الْقَتْلُ، الْقَتْلُ ".
(رواه البخاري، كتاب الأدب، باب حسن الخلق والسخاء وما يكره من البخل، رقم 6037)
Ayat Al-Qur’an terkait (tentang kikir dan akibatnya):
وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
(QS. At-Taghabun [64]: 16) – “Dan barangsiapa yang dijaga dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”
Ayat tentang larangan membunuh:
وَلَا تَقْتُلُوا النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ
(QS. Al-Isra [17]: 33) – “Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan suatu alasan yang benar.”
Penjelasan Ulama dari daftar rujukan:
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-‘Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari (10/525-527) menjelaskan:
- Yataqarabuz zaman: Masa akan terasa singkat sehingga keberkahannya hilang; sebagian ulama menafsirkan dengan waktu yang penuh fitnah membuat manusia lalai.
- Yanqushul ‘amal: Amal menjadi sedikit karena usia pendek atau karena banyak yang meninggalkan ketaatan.
- Yulqa asy-syuhh: Kikir ditanamkan di hati manusia sehingga mereka tidak mau bersedekah dan saling menolong.
- Yaktsurul harj: Pembunuhan merajalela, baik karena perang, fitnah, atau saling membunuh tanpa hak.
- Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim (18/131) menambahkan bahwa al-harj adalah bahasa untuk pembunuhan massal yang tidak jelas sebabnya, terutama di akhir zaman.
- Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H) dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam (2/452) mengingatkan bahwa kikir adalah pangkal dari banyak kejahatan, dan jika merasuk dalam hati, manusia akan mudah saling membunuh karena tamak dan permusuhan.
Penjelasan Rinci
Hadits mulia ini termasuk tanda-tanda kenabian yang jelas, karena apa yang dikabarkan oleh Rasulullah ﷺ telah tampak nyata di zaman kita. Mari kita bedakan makna setiap kalimat:
1. "Waktu akan berlalu dengan cepat" (يتقارب الزمان)
Al-Hafizh Ibnu Hajar menukil perkataan Al-Khattabi bahwa yang dimaksud adalah hilangnya barakah waktu. Maksudnya, waktu seakan-akan dipendekkan sehingga manusia tidak sempat beramal ibadah sebanyak dulu, atau usia mereka pendek. Ibnu Hajar juga meriwayatkan dari Imam az-Zuhri (guru dalam sanad hadits ini) bahwa beliau menafsirkan taqarub az-zaman sebagai tahun-tahun yang terasa cepat seperti musim panas dan dingin saling bertukar tanpa terasa. Artinya, manusia lalai dengan berlalunya waktu.
2. "Amal akan berkurang" (وينقص العمل)
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa amal yang berkurang di sini bisa berarti berkurangnya amal saleh karena manusia sibuk dengan dunianya, atau karena berkurangnya taufik untuk beramal, atau karena sedikitnya orang yang mengerjakan amal. Ibnu Hajar menambahkan bahwa ini juga menandakan sedikitnya keinginan untuk beramal, sebab waktu yang sempit dan banyaknya godaan syahwat.
3. "Kikir akan merasuk ke dalam hati" (ويلقى الشح)
Kata yulqa artinya dilemparkan atau ditanamkan. Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (dalam Syarh Riyadhus Shalihin) menafsirkannya sebagai fitnah kikir yang menyebar luas di hati manusia sehingga mereka pelit terhadap harta, tenaga, dan kebaikan. Akibatnya, tali persaudaraan dan tolong-menolong menjadi lemah. Ini selaras dengan firman Allah: "Dan barangsiapa yang dijaga dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung" (QS. At-Taghabun: 16). Kikir adalah pangkal dari banyak akhlak buruk lainnya.
4. "Akan banyak terjadi pembunuhan" (يكثر الهرج)
Para sahabat bertanya, "Apa itu al-harj?" Maka Rasulullah ﷺ menjawab, "Pembunuhan, pembunuhan." Perhatikan beliau mengulang dua kali untuk menunjukkan betapa hebatnya musibah ini. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa al-harj adalah bahasa Habasyah (Ethiopia), artinya pembunuhan besar-besaran yang terjadi tanpa alasan yang jelas. Di akhir zaman, banyak manusia yang membunuh tanpa sebab, baik karena fitnah, perang saudara, atau karena hati yang keras akibat kikir dan cinta dunia. Ini adalah ujian berat bagi umat.
Hikmah dari hadits ini:
- Waktu adalah modal utama; jangan disia-siakan dengan hal sia-sia.
- Amal saleh harus ditingkatkan di tengah kesibukan dan fitnah.
- Jauhilah sifat kikir karena ia merusak hubungan sosial dan membuka pintu kejahatan.
- Jaga tali persaudaraan agar tidak mudah saling membunuh.
Story Telling
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau meriwayatkan bahwa suatu hari seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang tanda-tanda kiamat. Maka beliau menjawab dengan hadits ini. Kemudian para sahabat sangat khawatir. Salah seorang dari mereka, Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, terkenal sangat keras terhadap fitnah. Beliau selalu mengingatkan agar umat tidak saling membunuh. Dalam suatu riwayat, ketika terjadi fitnah besar, Umar bin Abdul Aziz (ulama tabi'in) berkata, "Ketika manusia tamak pada dunia, mereka akan saling bunuh." Maka kisah ini mengingatkan kita untuk menjadikan istighfar dan taubat sebagai perisai dari kejahatan zaman.
Kesimpulan Praktis
- Manfaatkan waktu dengan meningkatkan ibadah, membaca Al-Qur’an, dan dzikir.
- Perbanyak amal saleh meskipun sedikit, karena kualitas lebih utama daripada kuantitas di tengah fitnah.
- Jauhi sifat kikir dengan gemar bersedekah, membantu sesama, dan menghilangkan ketamakan terhadap harta.
- Jaga persatuan dan saling menghormati agar tidak terjerumus dalam pertumpahan darah.
- Banyak berdoa agar Allah menjaga kita dari fitnah akhir zaman:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk."
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.