Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah nasihat agung dari Nabi ﷺ agar kita, khususnya para wanita, tidak meremehkan hadiah atau pemberian dari tetangga, sekalipun nilainya sangat kecil seperti kuku (tanduk) seekor kambing. Ini mengajarkan kita untuk selalu berbaik sangka, menerima pemberian dengan lapang dada, dan menjaga hubungan baik antar tetangga. Meremehkan hadiah adalah bentuk kesombongan yang dapat memutus tali silaturahmi.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan) adalah:
<p>حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا اللَّيْثُ، حَدَّثَنَا سَعِيدٌ ـ هُوَ الْمَقْبُرِيُّ ـ عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَقُولُ " يَا نِسَاءَ الْمُسْلِمَاتِ لاَ تَحْقِرَنَّ جَارَةٌ لِجَارَتِهَا وَلَوْ فِرْسِنَ شَاةٍ " .</p>
Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Nabi ﷺ bersabda: 'Wahai wanita-wanita Muslimah! Janganlah seorang tetangga meremehkan hadiah tetangganya, meskipun itu hanya kuku (tanduk) seekor domba.'" (HR. Al-Bukhari, no. 6017)
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
وَلَا تَمْنُن تَسْتَكْثِرُ
QS. Al-Muddatsir [74]: 6 - "Dan janganlah engkau memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak."
Ayat ini mengajarkan keikhlasan dalam memberi dan tidak mengharap imbalan, yang sejalan dengan semangat hadits di atas untuk tidak meremehkan pemberian orang lain.
Kaitan dengan Ulama:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya. Para ulama dari kalangan Salaf seperti Imam Al-Bukhari sendiri, Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, dan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan makna dan faedah hadits ini secara rinci.
Penjelasan Rinci
1. Makna Kata "Firsyin Syah" (فِرْسِنَ شَاةٍ)
Para ulama menjelaskan bahwa firsyin adalah kuku atau tanduk kambing. Ini adalah contoh dari sesuatu yang sangat kecil dan tidak berharga. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa yang dimaksud adalah bagian dari kaki kambing yang biasanya dibuang, atau bisa juga berarti kuku/tanduknya. Ini adalah permisalan untuk sesuatu yang paling remeh sekalipun.
2. Kandungan Hadits
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
- Larangan meremehkan hadiah: Kata la tahqiranna (لَا تَحْقِرَنَّ) adalah larangan yang tegas. Meremehkan hadiah tetangga adalah perbuatan tercela karena bisa melukai perasaan pemberi dan merusak hubungan baik.
- Anjuran menerima hadiah dengan lapang dada: Hadiah adalah tanda kasih sayang dan perhatian. Menolak atau meremehkannya berarti menolak kebaikan dan kasih sayang tersebut.
- Menjaga hak dan hubungan tetangga: Ini adalah bagian dari ajaran Islam untuk berbuat baik kepada tetangga. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah dorongan untuk saling memberi hadiah dan tidak meremehkan pemberian, karena hal itu dapat memutuskan tali persaudaraan dan menimbulkan kebencian.
- Menghilangkan sifat sombong: Meremehkan pemberian orang lain seringkali lahir dari rasa sombong dan merasa diri lebih tinggi. Hadits ini mengikis sifat tercela tersebut.
3. Penerapan dalam Kehidupan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam salah satu syarahnya menjelaskan bahwa hadits ini berlaku umum, tidak hanya untuk wanita, tetapi juga untuk pria. Namun, Nabi ﷺ mengkhususkan kepada wanita karena mereka lebih sering berinteraksi dan bertukar hadiah di lingkungan rumah tangga. Pelajaran utamanya adalah kita harus menerima hadiah dari siapa pun, sekecil apa pun nilainya, dengan wajah ceria dan ucapan terima kasih, karena itu adalah hak tetangga dan bentuk penghormatan kepada pemberi.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Wahai wanita-wanita Muslimah! Janganlah seorang tetangga meremehkan hadiah tetangganya, meskipun itu hanya kuku seekor domba.'" (HR. Al-Bukhari).
Para ulama menyebutkan bahwa di antara hikmah hadits ini adalah kisah tentang para sahabiyah yang saling bertukar hadiah. Ada seorang wanita yang mengirimkan hadiah berupa makanan yang sangat sederhana kepada tetangganya. Wanita yang menerima merasa kurang dan hampir menolaknya. Namun, karena mengingat nasihat Nabi ﷺ ini, ia menerimanya dengan senang hati dan berterima kasih. Hal ini justru mempererat persaudaraan mereka.
Hikmah: Hadiah yang kecil nilainya, jika diterima dengan hati yang besar, akan melahirkan kasih sayang yang besar pula. Sebaliknya, meremehkan hadiah kecil adalah benih permusuhan.
Kesimpulan Praktis
Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:
- Terimalah hadiah dari tetangga atau siapa pun dengan senang hati, sekecil apa pun nilainya.
- Jangan pernah meremehkan atau menghina pemberian orang lain, karena itu menyakiti hati dan bisa memutuskan silaturahmi.
- Balaslah hadiah dengan doa atau hadiah yang setara jika mampu, sebagai bentuk penghargaan.
- Jadikan hadits ini sebagai pengingat untuk selalu rendah hati dan menjauhi sifat sombong.
- Terapkan dalam keluarga, ajarkan kepada istri, anak, dan kerabat agar saling menghargai pemberian.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.