Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 5970 tentang Amal paling dicintai Allah: shalat tepat waktu, berbakti orang tua, jihad

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu hadits yang sangat agung dan menjadi pondasi dalam Islam. Hadits ini menjawab pertanyaan tentang amalan apa yang paling dicintai Allah. Jawaban Nabi ﷺ secara berurutan adalah: shalat pada waktunya, kemudian berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain), dan kemudian jihad di jalan Allah. Urutan ini menunjukkan tingkatan keutamaan yang sangat jelas, dan menjadi panduan bagi kita untuk memprioritaskan amalan dalam kehidupan sehari-hari.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Adab, Bab "Perintah Allah kepada Manusia untuk Berbuat Baik kepada Orang Tua", nomor 5970. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Iman, Bab "Penjelasan tentang Iman, Islam, dan Ihsan", nomor 85, dari jalur yang sama.

Berikut adalah teks hadits dalam bahasa Arab beserta terjemahannya:

Teks Arab (sebagaimana yang Anda sertakan):

حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، قَالَ الْوَلِيدُ بْنُ عَيْزَارٍ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَمْرٍو الشَّيْبَانِيَّ، يَقُولُ أَخْبَرَنَا صَاحِبُ، هَذِهِ الدَّارِ ـ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى دَارِ عَبْدِ اللَّهِ ـ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيَّ ﷺ أَىُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ " الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا ". قَالَ ثُمَّ أَىُّ قَالَ " ثُمَّ بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ". قَالَ ثُمَّ أَىّ قَالَ " الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ". قَالَ حَدَّثَنِي بِهِنَّ وَلَوِ اسْتَزَدْتُهُ لَزَادَنِي.

Terjemahan: Dari Al-Walid bin 'Aizar, saya mendengar Abi 'Amr Ash-Shaibani berkata, "Pemilik rumah ini." Dia menunjuk ke rumah Abdullah, "Berkata, 'Saya bertanya kepada Nabi ﷺ, 'Amal apakah yang paling dicintai oleh Allah?' Beliau menjawab, 'Shalat pada waktunya.'" Abdullah bertanya, "Kemudian apa lagi?" Nabi ﷺ menjawab, "Berbakti kepada orang tua." Abdullah bertanya lagi, "Kemudian apa lagi?" Nabi ﷺ menjawab, "Jihad di jalan Allah." Abdullah menambahkan, "Nabi ﷺ menceritakan kepada saya tiga hal ini, dan jika saya bertanya lebih banyak, beliau pasti akan memberi tahu lebih banyak."

Kaitan dengan Ulama:

Hadits ini adalah hadits yang sangat masyhur dan menjadi rujukan utama para ulama dalam bab keutamaan amal. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat pada awal waktunya, kemudian berbakti kepada orang tua, kemudian jihad. Beliau juga menukil penjelasan Al-Qadhi 'Iyadh (yang meskipun tidak ada dalam daftar, penjelasan beliau dinukil oleh An-Nawawi) bahwa urutan ini adalah urutan keutamaan secara umum, namun bisa berbeda sesuai dengan kondisi dan keadaan seseorang.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang sangat mulia dan termasuk ahli Al-Qur'an. Beliau bertanya kepada Nabi ﷺ tentang amalan yang paling dicintai Allah. Ini adalah pertanyaan yang sangat penting karena setiap muslim pasti ingin melakukan amalan yang paling dicintai oleh Allah.

1. Shalat pada Waktunya

Nabi ﷺ menjawab dengan "shalat pada waktunya". Ini menunjukkan bahwa shalat adalah tiang agama dan amalan yang paling utama. Syeikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah shalat fardhu yang dikerjakan di awal waktunya. Ini adalah amalan yang paling dicintai Allah karena shalat adalah hubungan langsung antara hamba dan Rabb-nya. Shalat juga merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat.

2. Berbakti kepada Kedua Orang Tua (Birrul Walidain)

Setelah shalat, Nabi ﷺ menyebutkan berbakti kepada kedua orang tua. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan orang tua dalam Islam. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa berbakti kepada orang tua adalah amalan yang paling utama setelah shalat karena orang tua adalah sebab keberadaan kita di dunia ini. Berbakti kepada mereka adalah bentuk syukur kepada Allah, karena Allah memerintahkan untuk bersyukur kepada-Nya dan kepada kedua orang tua dalam firman-Nya:

QS. Luqman [31]: 14

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya kepada-Ku lah kembalimu."

Syeikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa ayat ini menggabungkan perintah syukur kepada Allah dan syukur kepada orang tua, yang menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah bagian dari ibadah kepada Allah.

3. Jihad di Jalan Allah

Urutan ketiga adalah jihad di jalan Allah. Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah menjelaskan bahwa jihad di sini adalah jihad yang disyariatkan, yaitu berperang untuk meninggikan kalimat Allah. Namun, perlu dipahami bahwa jihad memiliki tingkatan yang luas, termasuk jihad melawan hawa nafsu dan jihad dalam menuntut ilmu.

Syeikh Shalih Al-Fauzan dalam Syarah Kitab At-Tauhid menjelaskan bahwa urutan ini menunjukkan bahwa jihad bukanlah amalan yang paling utama secara mutlak, tetapi ia berada di bawah shalat dan berbakti kepada orang tua. Ini juga menjadi dalil bahwa jika seseorang ingin berjihad, namun orang tuanya membutuhkan perawatannya, maka berbakti kepada orang tua lebih didahulukan.

Pentingnya Urutan Ini:

Urutan ini sangat penting untuk dipahami. Banyak orang yang keliru dalam memprioritaskan amalan. Ada yang terlalu fokus pada ibadah sunnah namun melalaikan kewajiban kepada orang tua. Ada juga yang terlalu bersemangat untuk berjihad namun melalaikan shalat. Hadits ini mengajarkan kita untuk menempatkan amalan pada prioritas yang benar.

Story Telling

Ada kisah yang sangat indah tentang seorang sahabat yang lebih memilih berbakti kepada orang tuanya daripada berjihad. Diriwayatkan bahwa seorang pemuda datang kepada Nabi ﷺ untuk meminta izin berjihad. Nabi ﷺ bertanya, "Apakah kedua orang tuamu masih hidup?" Pemuda itu menjawab, "Ya." Maka Nabi ﷺ bersabda, "Maka berjihadlah (dengan berbakti) kepada keduanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Kisah ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua adalah bentuk jihad yang sangat agung. Bahkan, dalam kondisi tertentu, merawat orang tua lebih utama daripada berperang di medan perang. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi kita, bahwa ketaatan kepada orang tua dalam kebaikan adalah jalan menuju keridhaan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga shalat pada waktunya – Ini adalah amalan yang paling dicintai Allah. Mulailah dengan menjaga shalat fardhu di awal waktu, karena ini adalah kunci keberhasilan amalan lainnya.
  2. Berbakti kepada kedua orang tua – Lakukan dengan ikhlas, baik mereka masih hidup maupun sudah wafat. Berbakti bisa dengan mendoakan, menafkahi, membantu, dan berkata dengan lembut.
  3. Pahami prioritas amal – Jangan sampai kita sibuk dengan amalan sunnah namun melalaikan kewajiban utama. Dahulukan yang wajib, kemudian yang sunnah.
  4. Jihad sesuai syariat – Jika ingin berjihad, pahami dulu syarat dan ketentuannya. Dan ingat, berbakti kepada orang tua bisa menjadi jihad yang lebih utama dalam kondisi tertentu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.