Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak keluarganya. Ketika beliau masuk Mekkah, anak-anak Bani Abdul Muttalib menyambut beliau, lalu beliau mengangkat satu anak di depan dan satu di belakang di atas kendaraan. Ini menunjukkan kelembutan, kasih sayang, dan akhlak mulia Nabi ﷺ terhadap anak kecil, serta bolehnya memboncengkan lebih dari satu orang di atas satu binatang jika tidak memberatkan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Pakaian, Bab Tiga Orang di Atas Seekor Binatang, dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ، حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ، حَدَّثَنَا خَالِدٌ، عَنْ عِكْرِمَةَ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ ـ رضى الله عنهما ـ قَالَ لَمَّا قَدِمَ النَّبِيُّ ﷺ مَكَّةَ اسْتَقْبَلَهُ أُغَيْلِمَةُ بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ، فَحَمَلَ وَاحِدًا بَيْنَ يَدَيْهِ وَالآخَرَ خَلْفَهُ.
Terjemahan: Ibnu Abbas رضي الله عنهما berkata: "Ketika Nabi ﷺ tiba di Mekkah, anak-anak kecil Bani Abdul Muttalib menyambut beliau. Lalu beliau mengangkat satu anak di depannya dan satu anak lagi di belakangnya."
Hadits ini juga memiliki makna yang sejalan dengan firman Allah tentang kelembutan Nabi ﷺ:
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
QS. At-Taubah [9]: 128
Terjemahan: "Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan kebaikan bagimu, penyayang dan pengasih terhadap orang-orang mukmin."
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kelembutan Nabi ﷺ dan kasih sayang beliau kepada anak-anak, serta bolehnya mengangkat anak kecil di kendaraan sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menggambarkan momen ketika Nabi ﷺ kembali ke Mekkah. Anak-anak kecil dari keluarga Bani Abdul Muttalib, yaitu kerabat beliau sendiri, menyambut kedatangan beliau dengan gembira. Nabi ﷺ tidak mengabaikan mereka, tetapi justru menyambut mereka dengan penuh kasih sayang. Beliau mengangkat satu anak di depan dan satu anak di belakang di atas kendaraannya.
Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa perbuatan Nabi ﷺ ini mengandung beberapa pelajaran:
- Kasih sayang kepada anak-anak: Nabi ﷺ adalah teladan dalam kelembutan terhadap anak kecil, bahkan ketika beliau sedang dalam perjalanan atau keadaan sibuk.
- Menghormati keluarga: Beliau memuliakan kerabatnya, terutama anak-anak yatim atau anak kecil dari keluarganya.
- Bolehnya membonceng lebih dari satu orang: Para ulama seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya membawa lebih dari satu orang di atas satu binatang selama tidak memberatkan binatang tersebut dan tidak membahayakan.
- Akhlak Nabi ﷺ: Ini menunjukkan kerendahan hati beliau, tidak sombong, dan mudah bergaul dengan semua kalangan, termasuk anak-anak.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya menyambut kedatangan orang yang datang, terutama orang shalih, dan menunjukkan kegembiraan dengan kedatangan mereka.
Ibnu Katsir dalam tafsirnya ketika menjelaskan ayat tentang kelembutan Nabi ﷺ menegaskan bahwa sifat rauf dan rahim (penyayang dan pengasih) Nabi ﷺ tercermin dalam perbuatan sehari-hari, termasuk kepada anak-anak.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ sedang shalat, lalu datang cucu beliau Al-Hasan atau Al-Husain dan naik ke punggung beliau. Nabi ﷺ tidak mengusirnya, tetapi memperpanjang sujudnya hingga anak itu turun sendiri. Para sahabat bertanya, dan beliau menjawab bahwa anak itu adalah buah hatinya, dan beliau tidak ingin menyakitinya. Kisah ini menunjukkan betapa besar kasih sayang Nabi ﷺ kepada anak-anak, sebagaimana juga terlihat dalam hadits Ibnu Abbas di atas. Sumber kisah ini disebutkan dalam kitab-kitab hadits dan syarah para ulama seperti An-Nawawi dan Ibnu Hajar.
Kesimpulan Praktis
- Hendaknya kita meneladani kelembutan Nabi ﷺ kepada anak-anak, terutama keluarga dan kerabat kita.
- Menyambut kedatangan orang shalih dan kerabat dengan gembira adalah sunnah yang baik.
- Boleh memboncengkan lebih dari satu orang di kendaraan selama tidak memberatkan dan tidak membahayakan.
- Kasih sayang kepada anak kecil adalah bagian dari akhlak Islam yang mulia.
- Jangan meremehkan perbuatan kecil yang menunjukkan kasih sayang, karena itu bisa menjadi sebab masuknya rahmat Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.