Penjelasan Hadits Bukhari No. 5910 tentang Ciri fisik Nabi memiliki kaki dan tangan besar

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu dalam Shahih Al-Bukhari, menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki telapak kaki dan telapak tangan yang besar (tsatsnal qadamain wal kaffain). Ini bukan cela, melainkan bagian dari keindahan dan kekuatan fisik beliau ﷺ yang disebutkan para ulama sebagai tanda kesempurnaan penciptaan. Hadits ini masuk dalam bab pakaian karena berkaitan dengan gambaran fisik Nabi ﷺ yang kadang dibahas dalam konteks sifat-sifat beliau.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini shahih, diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Libas (Pakaian), Bab Al-Jilbab, nomor 5910, dari jalur Hisyam bin Abi Abdillah, dari Ma'mar bin Rasyid, dari Qatadah bin Di'amah as-Sadusi, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ شَثْنَ الْقَدَمَيْنِ وَالْكَفَّيْنِ

Terjemahan: "Nabi ﷺ memiliki telapak kaki dan telapak tangan yang besar (tebal dan kokoh)."

Kata "شَثْن" (tsatsn) menurut penjelasan para ulama bahasa yang dirujuk seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari, bermakna tebal, kokoh, dan besar — bukan besar yang tercela, tetapi besar yang menunjukkan kekuatan dan keindahan.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan kesempurnaan fisik Nabi ﷺ secara umum:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

QS. Al-Anbiya' [21]: 107

Terjemahan: "Dan Kami tidak mengutusmu (Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam."

Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa di antara bentuk rahmat Allah kepada manusia adalah diutusnya Nabi ﷺ dengan segala kesempurnaan akhlak dan fisiknya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk dalam kumpulan hadits tentang sifat-sifat fisik Nabi ﷺ (syama'il). Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, yang menjadi pelayan Nabi ﷺ selama sepuluh tahun, adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan gambaran fisik beliau.

Qatadah bin Di'amah as-Sadusi, seorang tabi'in yang meriwayatkan hadits ini, dikenal sebagai ahli tafsir dan hadits yang tsabit (kokoh). Beliau meriwayatkan dari Anas dengan sanad yang shahih.

Makna "شَثْن" (tsatsn):

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kata ini bermakna "tebal dan kokoh" pada anggota badan. Sebagian ulama menjelaskan bahwa ini menunjukkan kekuatan fisik Nabi ﷺ, bukan kelemahan atau kekurangan. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim juga menyebutkan bahwa sifat ini termasuk sifat yang dipuji, karena menunjukkan kekuatan dan kesempurnaan penciptaan.

Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ adalah manusia yang paling sempurna secara fisik dan akhlak. Beliau menggambarkan bahwa tangan dan kaki Nabi ﷺ tidak kecil dan tidak lemah, tetapi besar dan kokoh, menunjukkan kekuatan dan keindahan.

Imam Adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala' menyebutkan bahwa para sahabat sering menggambarkan Nabi ﷺ dengan sifat-sifat yang menunjukkan kesempurnaan, termasuk bentuk tubuh yang proporsional dan kuat.

Kaitan dengan Bab Jilbab:

Hadits ini ditempatkan Imam Al-Bukhari dalam Kitab Pakaian, Bab Jilbab. Para ulama menjelaskan bahwa bab ini membahas tentang pakaian dan penampilan, dan gambaran fisik Nabi ﷺ kadang disebutkan dalam konteks bagaimana beliau berpakaian atau bagaimana tubuh beliau terlihat. Sebagian ulama menyebutkan bahwa penyebutan sifat fisik ini relevan karena pakaian menutupi tubuh, dan gambaran tubuh Nabi ﷺ menjadi bagian dari pengetahuan tentang beliau.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar:

Tidak ada perbedaan pendapat yang signifikan di antara ulama yang tercantum tentang makna hadits ini. Mereka sepakat bahwa "tsatsn" bermakna tebal dan kokoh, dan ini adalah sifat yang dipuji. Yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa ini menunjukkan kekuatan dan kesempurnaan fisik Nabi ﷺ, sebagaimana dijelaskan Ibnu Hajar dan An-Nawawi.

Story Telling

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dalam kehidupan sehari-hari. Beliau melayani Nabi ﷺ selama sepuluh tahun dan menyaksikan sendiri segala gerak-gerik beliau. Anas pernah berkata: "Aku melayani Nabi ﷺ selama sepuluh tahun, dan beliau tidak pernah mengatakan 'uf' kepadaku, tidak pernah memarahiku, dan tidak pernah mencela sesuatu yang aku lakukan."

Suatu ketika, para sahabat berkumpul dan saling bertanya tentang Nabi ﷺ. Mereka yang belum pernah melihat beliau ingin mengetahui bagaimana gambaran fisik beliau. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, yang selalu bersama Nabi ﷺ, menceritakan dengan detail: "Nabi ﷺ memiliki telapak kaki dan tangan yang besar dan kokoh." Ini bukan cela, tetapi justru menunjukkan kekuatan dan keindahan beliau.

Imam Al-Bukhari, dalam perjalanannya mengumpulkan hadits, menemukan riwayat ini melalui jalur Qatadah dari Anas. Beliau memasukkannya dalam kitab Shahih-nya, menunjukkan bahwa gambaran fisik Nabi ﷺ adalah bagian dari agama yang perlu diketahui, karena mengenal Nabi ﷺ adalah bagian dari mencintai beliau.

Kesimpulan Praktis

  1. Hadits ini mengajarkan kita untuk mengenal Nabi ﷺ lebih dekat, termasuk sifat-sifat fisik beliau, sebagai bagian dari kecintaan kepada beliau.
  2. Sifat "tsatsn" (besar dan kokoh) pada tangan dan kaki Nabi ﷺ adalah sifat yang dipuji, menunjukkan kekuatan dan kesempurnaan penciptaan.
  3. Hendaknya kita meneladani Nabi ﷺ dalam akhlak dan ibadah, karena mengenal fisik beliau hanyalah pintu untuk mengenal akhlak dan syariat beliau.
  4. Meriwayatkan dan mempelajari sifat-sifat Nabi ﷺ adalah bagian dari sunnah yang dianjurkan, sebagaimana dilakukan para ulama seperti Al-Bukhari, Ibnu Hajar, An-Nawawi, dan Ibn Qayyim.
  5. Jangan berlebihan (ghuluw) dalam membahas fisik Nabi ﷺ hingga melampaui batas, tetapi cukup dengan apa yang disebutkan dalam hadits-hadits shahih.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?