Penjelasan Hadits Bukhari No. 5878 tentang Ukiran cincin Nabi terdiri dari tiga baris

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa cincin Nabi ﷺ yang bertuliskan "Muhammad Rasulullah" diukir dalam tiga baris: kata "Muhammad" pada baris pertama, "Rasul" pada baris kedua, dan "Allah" pada baris ketiga. Ketika Abu Bakar radhiyallahu 'anhu menjadi khalifah, beliau menggunakan cincin tersebut untuk menyegel surat-surat resmi. Hadits ini menjadi dalil bahwa ukiran cincin boleh terdiri dari tiga baris, dan menunjukkan adab serta kehati-hatian para sahabat dalam menjaga jejak Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Al-Libas (Pakaian), Bab "Hal Yu'kalu Naqsyul Khatam Tsalatsah Asthur" (Apakah Ukiran Cincin Dapat Terdapat Tiga Baris), nomor 5878, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Adapun ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan mengikuti jejak Nabi ﷺ dan para sahabatnya:

QS. At-Taubah [9]: 100

وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

Terjemahan: "Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar."

Ayat ini menunjukkan keutamaan para sahabat, termasuk Abu Bakar radhiyallahu 'anhu, dan perintah mengikuti mereka dengan baik.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Bolehnya cincin berukir tiga baris.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya mengukir cincin dengan tiga baris tulisan. Sebagian ulama berbeda pendapat tentang jumlah baris ukiran, namun hadits ini secara tegas menyebutkan bahwa cincin Nabi ﷺ bertuliskan tiga baris: "Muhammad" satu baris, "Rasul" satu baris, dan "Allah" satu baris. Ini menunjukkan bahwa tidak ada larangan syar'i dalam hal jumlah baris selama tujuannya untuk identitas atau stempel resmi.

Kedua: Fungsi cincin sebagai stempel resmi.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa para khalifah dan penguasa menggunakan cincin sebagai stempel untuk menyegel surat-surat resmi. Ketika Abu Bakar menjadi khalifah, beliau menggunakan cincin Nabi ﷺ untuk keperluan tersebut. Ini menunjukkan bahwa cincin bukan sekadar perhiasan, tetapi juga alat administrasi yang sah.

Ketiga: Adab menjaga jejak Nabi ﷺ.

Tindakan Abu Bakar menggunakan cincin Nabi ﷺ menunjukkan kecintaan dan kehati-hatian beliau dalam menjaga peninggalan Nabi ﷺ. Namun perlu dicatat, menurut sebagian riwayat, Abu Bakar kemudian membuat cincin sendiri setelah cincin Nabi ﷺ jatuh ke sumur pada masa Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu. Imam Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah menyebutkan peristiwa hilangnya cincin Nabi ﷺ tersebut.

Keempat: Susunan kata dalam ukiran.

Susunan "Muhammad" di baris atas, "Rasul" di tengah, dan "Allah" di bawah memiliki hikmah. Sebagian ulama menjelaskan bahwa susunan ini menempatkan nama Allah di posisi bawah sebagai bentuk tawadhu, atau bisa juga dipahami sebagai susunan yang memudahkan pembacaan dari atas ke bawah: "Muhammad Rasulullah". Imam Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma'ad menyebutkan bahwa ukiran cincin Nabi ﷺ adalah "Muhammad Rasulullah" tanpa tambahan.

Kelima: Perbedaan pendapat tentang penggunaan cincin.

Imam Ahmad bin Hanbal dan sebagian ulama berpendapat bahwa memakai cincin di tangan kanan lebih utama, berdasarkan hadits-hadits lain. Sedangkan Imam Malik berpendapat boleh di tangan kiri. Namun dalam konteks hadits ini, fokusnya adalah pada ukiran dan fungsinya sebagai stempel, bukan pada posisi pemakaian.

Story Telling

Dikisahkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, pelayan Nabi ﷺ yang setia, bahwa ketika Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu diangkat menjadi khalifah setelah wafatnya Nabi ﷺ, beliau menghadapi tugas besar: memimpin umat dan mengirim surat-surat resmi ke berbagai penjuru. Untuk memastikan surat-surat tersebut tidak dipalsukan, beliau menggunakan cincin Nabi ﷺ yang bertuliskan "Muhammad Rasulullah" dalam tiga baris sebagai stempel.

Anas bin Malik, yang hidup dekat dengan Nabi ﷺ dan para khalifah, menceritakan detail ini kepada generasi setelahnya. Beliau menyaksikan sendiri bagaimana cincin itu digunakan, dan bagaimana ukirannya tersusun rapi: "Muhammad" di baris pertama, "Rasul" di baris kedua, dan "Allah" di baris ketiga.

Hikmah dari kisah ini adalah betapa para sahabat sangat menghargai peninggalan Nabi ﷺ, tidak hanya sebagai benda bersejarah, tetapi juga sebagai sarana yang bermanfaat untuk kemaslahatan umat. Mereka tidak berlebihan (ghuluw) dalam mengagungkannya, tetapi juga tidak mengabaikannya. Mereka menggunakannya sesuai fungsi dan kebutuhan, sambil tetap menjaga adab dan kehormatan.

Kesimpulan Praktis

  1. Bolehnya cincin berukir tiga baris — tidak ada larangan syar'i selama tujuannya baik, seperti identitas atau stempel resmi.
  2. Cincin dapat berfungsi sebagai stempel — dalam urusan administrasi dan surat-menyurat, ini adalah praktik yang dibolehkan dan dicontohkan oleh para khalifah.
  3. Menjaga peninggalan Nabi ﷺ dengan adab — para sahabat menggunakan peninggalan Nabi ﷺ untuk kemaslahatan, bukan untuk tabarruk yang berlebihan atau ghuluw.
  4. Mengikuti jejak para sahabat — sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Taubah [9]: 100, mengikuti para sahabat dengan baik adalah jalan yang diridhai Allah.
  5. Tawadhu dalam penulisan nama — susunan ukiran yang menempatkan nama Allah di baris bawah mengajarkan adab dan tawadhu dalam menulis nama-nama yang mulia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?