Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengabarkan tentang keadaan mulia Rasulullah ﷺ saat wafat, yaitu beliau diselimuti dengan kain burd hibrah (kain wol bercorak dari Yaman). Ini menunjukkan bahwa menutup dan menyelimuti jenazah adalah bagian dari penghormatan dan pengurusan jenazah secara syar'i, serta menggambarkan kesederhanaan dan keagungan Nabi ﷺ bahkan di saat-saat terakhir kehidupan beliau.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab (sesuai riwayat):
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ، أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ، عَنِ الزُّهْرِيِّ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، أَنَّ عَائِشَةَ ـ رضى الله عنها ـ زَوْجَ النَّبِيِّ ﷺ أَخْبَرَتْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ حِينَ تُوُفِّيَ سُجِّيَ بِبُرْدٍ حِبَرَةٍ.
Makna: Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi ﷺ, memberitahukan bahwa ketika Rasulullah ﷺ wafat, beliau diselimuti dengan burd hibrah (kain wol bercorak hijau dari Yaman).
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Pakaian, Bab Tentang Burd dan Hibrah (no. 5814). Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Jana'iz (no. 942).
Kaitan dengan Ulama:
Imam Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri) adalah salah satu perawi dalam sanad hadits ini. Beliau adalah ulama besar tabi'in yang sangat dihormati ilmunya, dan Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini melalui jalurnya. Ini menunjukkan keagungan sanad hadits ini karena melalui periwayatan ulama yang sangat dipercaya.
Penjelasan Rinci
1. Makna Burd Hibrah
Para ulama menjelaskan bahwa burd adalah kain wol yang bergaris-garis, dan hibrah adalah corak atau lukisan pada kain tersebut yang biasanya berwarna hijau atau merah. Kain ini berasal dari Yaman dan merupakan pakaian yang bagus dan dihargai pada masa itu. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa burd hibrah adalah kain wol yang memiliki corak dan warna yang indah.
2. Makna "Sujjiya" (diselimuti)
Kata sujjiya berarti ditutup atau diselimuti seluruh tubuhnya. Ini menunjukkan bahwa setelah Rasulullah ﷺ wafat, jenazah beliau segera ditutup dengan kain sebagai bentuk penghormatan dan untuk menjaga aurat beliau. Ini adalah sunnah yang kemudian diikuti oleh umat Islam dalam mengurus jenazah.
3. Pelajaran dari Hadits Ini
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya menutup jenazah dengan kain setelah wafat, sebelum dimandikan. Ini adalah bentuk penghormatan kepada mayit.
Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ wafat dalam keadaan sederhana, tidak berlebihan dalam hal dunia. Beliau diselimuti dengan kain yang bagus namun tetap sederhana, tidak berlebihan.
4. Hikmah di Balik Peristiwa Ini
Peristiwa wafatnya Rasulullah ﷺ adalah peristiwa yang sangat menyedihkan bagi umat Islam. Namun, dalam kesedihan itu ada pelajaran besar: bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti dan tidak bisa dihindari, bahkan oleh manusia paling mulia sekalipun. Ini mengajarkan kita untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan amal shalih.
Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if Al-Ma'arif menyebutkan bahwa peristiwa wafatnya Nabi ﷺ adalah musibah terbesar bagi umat ini, namun di dalamnya terkandung pelajaran tentang pentingnya kesabaran dan keikhlasan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ wafat, para sahabat sangat terpukul. Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu sempat tidak percaya dan berkata, "Barangsiapa yang mengatakan Muhammad telah wafat, maka aku akan penggal lehernya!" Namun Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu dengan tenang masuk dan berkata, "Barangsiapa yang menyembah Muhammad, maka Muhammad telah wafat. Dan barangsiapa yang menyembah Allah, maka Allah Maha Hidup dan tidak akan mati." Kemudian beliau membacakan firman Allah:
وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ ۚ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ
"Dan Muhammad hanyalah seorang Rasul; sebelumnya telah berlalu beberapa rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)?" (QS. Ali 'Imran [3]: 144)
Maka para sahabat pun sadar dan menerima kenyataan ini. Kisah ini menunjukkan keteguhan iman para sahabat dan pentingnya kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah dalam setiap musibah.
Kesimpulan Praktis
- Menutup jenazah adalah sunnah - Setelah seseorang wafat, segeralah menutup jenazahnya dengan kain sebagai bentuk penghormatan.
- Kesederhanaan Nabi ﷺ - Meskipun pemimpin umat, Nabi ﷺ wafat dengan kain yang sederhana namun tetap indah. Ini mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam urusan dunia.
- Mempersiapkan kematian - Kematian adalah kepastian. Mari kita perbanyak amal shalih dan memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama.
- Meneladani para sahabat - Dalam menghadapi musibah, para sahabat menunjukkan keteguhan iman dan kembali kepada Al-Qur'an dan sunnah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.