Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa pakaian yang paling dicintai oleh Nabi ﷺ adalah al-hibrah, yaitu kain bergaris-garis atau bercorak dari Yaman yang terbuat dari katun atau sutra (khusus untuk pria, yang dilarang adalah sutra murni). Ini mengajarkan kita bahwa Islam tidak melarang keindahan pakaian selama tidak berlebihan, tidak untuk sombong, dan tidak terbuat dari bahan yang diharamkan bagi laki-laki.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (sesuai riwayat yang Anda sebutkan):
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَاصِمٍ، حَدَّثَنَا هَمَّامٌ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، قَالَ: قُلْتُ لَهُ: أَيُّ الثِّيَابِ كَانَ أَحَبَّ إِلَى النَّبِيِّ ﷺ؟ قَالَ: الْحِبَرَةُ.
"Telah menceritakan kepada kami Amru bin Ashim, telah menceritakan kepada kami Hammam, dari Qatadah, dari Anas, ia berkata: 'Aku bertanya kepadanya (Anas bin Malik), pakaian apa yang paling dicintai oleh Nabi ﷺ?' Ia menjawab: 'Hibrah.'" (HR. Al-Bukhari no. 5812)
Dalil pendukung dari Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللَّهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ ۚ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
"Katakanlah: 'Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?' Katakanlah: 'Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari Kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.'" (QS. Al-A'raf [7]: 32)
Penjelasan Ulama:
- Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa al-hibrah adalah kain yang memiliki corak/garis-garis dari Yaman. Beliau menukil perkataan ulama bahwa yang dimaksud adalah kain bergaris yang indah.
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa al-hibrah adalah kain Yaman yang bercorak, dan ini menunjukkan bolehnya memakai pakaian yang bagus dan berhias selama tidak berlebihan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Makna Al-Hibrah
Al-hibrah (الحِبَرَةُ) adalah kain dari Yaman yang memiliki corak atau garis-garis. Kain ini termasuk pakaian yang bagus dan disukai. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ pernah memakai hibrah, dan para sahabat pun mengenalnya sebagai pakaian kesukaan beliau.
2. Bolehnya Memakai Pakaian yang Bagus dan Indah
Hadits ini menunjukkan bahwa Islam tidak melarang keindahan pakaian. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (syarahnya terhadap Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa Nabi ﷺ menyukai pakaian yang bagus karena Allah itu indah dan menyukai keindahan. Namun, yang dilarang adalah berlebih-lebihan (israf) dan sombong (kibr).
3. Beda dengan Larangan Sutra bagi Laki-laki
Perlu dipahami bahwa al-hibrah yang dicintai Nabi ﷺ ini bukanlah sutra murni. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa hibrah yang dipakai Nabi ﷺ adalah kain katun atau campuran yang tidak mengandung sutra murni. Adapun sutra murni diharamkan bagi laki-laki berdasarkan hadits-hadits shahih lainnya.
4. Adab Berpakaian dalam Islam
Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa adab berpakaian dalam Islam adalah:
- Menutup aurat
- Tidak berlebihan (israf)
- Tidak untuk sombong dan membanggakan diri
- Tidak menyerupai pakaian khusus kaum musyrik atau pakaian khusus wanita bagi laki-laki
- Memilih yang bersih dan pantas
5. Pelajaran dari Pertanyaan Anas bin Malik
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu adalah pelayan Nabi ﷺ selama 10 tahun. Beliau bertanya tentang pakaian kesukaan Nabi ﷺ untuk mengetahui sunnah beliau dalam hal berpakaian. Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam meneladani Nabi ﷺ dalam segala hal, termasuk hal-hal yang dianggap kecil seperti pakaian.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Al-Hasan al-Bashri (salah seorang tabi'in besar) pernah ditanya tentang pakaian yang bagus. Beliau menjawab dengan santun bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan. Beliau juga mengingatkan bahwa yang terpenting bukanlah sekadar pakaiannya, tetapi bagaimana hati pemakainya — apakah ia sombong atau tawadhu' dengan pakaian tersebut.
Kisah lain: Imam Sufyan ats-Tsauri pernah memakai pakaian yang bagus dan rapi ketika menghadiri majelis ilmu. Beliau ditanya mengapa memakai pakaian yang bagus. Beliau menjawab bahwa seorang alim hendaknya menjaga penampilannya agar ilmunya lebih dihormati dan didengar oleh manusia. Ini menunjukkan bahwa berpakaian rapi dan pantas adalah bagian dari adab seorang muslim.
Kesimpulan Praktis
- Boleh memakai pakaian yang bagus dan indah selama tidak berlebihan dan tidak untuk sombong.
- Hindari sutra murni bagi laki-laki, karena diharamkan berdasarkan dalil-dalil shahih lainnya.
- Jaga adab berpakaian: menutup aurat, bersih, rapi, dan tidak menyerupai pakaian khusus non-muslim atau lawan jenis.
- Niatkan dalam berpakaian untuk meneladani sunnah Nabi ﷺ dan menjaga penampilan sebagai seorang muslim.
- Jangan berlebihan dalam berpakaian sehingga menjadi israf (pemborosan) yang dibenci Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.