Penjelasan Hadits Bukhari No. 5779 tentang Keutamaan tujuh kurma Ajwa untuk menangkal racun dan sihir

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira dari Nabi ﷺ tentang keutamaan kurma 'Ajwa Madinah. Barangsiapa memakan tujuh butir kurma 'Ajwa di pagi hari, maka dengan izin Allah, ia akan dilindungi dari bahaya racun dan sihir pada hari itu. Ini adalah salah satu bentuk pengobatan dan perlindungan yang diajarkan oleh syariat, sekaligus menunjukkan bahwa makanan yang baik dan berkah bisa menjadi sebab turunnya penjagaan dari Allah ﷻ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ بَشِيرٍ أَبُو بَكْرٍ، أَخْبَرَنَا هَاشِمُ بْنُ هَاشِمٍ، قَالَ أَخْبَرَنِي عَامِرُ بْنُ سَعْدٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: "مَنِ اصْطَبَحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةٍ لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سَمٌّ وَلاَ سِحْرٌ"

Terjemahan: Dari Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa yang mengonsumsi tujuh butir kurma 'Ajwa di pagi hari, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun dan sihir.'" (HR. Al-Bukhari, no. 5779)

Hadits lain yang memperkuat (diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Sa'd juga):

"مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ"

Artinya: "Barangsiapa setiap pagi mengonsumsi tujuh butir kurma 'Ajwa, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun dan sihir." (HR. Muslim, no. 2047)

Rujukan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya menggunakan sebab-sebab yang bermanfaat, dan bahwa kurma 'Ajwa memiliki keistimewaan khusus dibanding kurma lainnya karena doa Nabi ﷺ untuk kota Madinah dan kurmanya.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa hadits ini adalah mukjizat Nabi ﷺ, dan bahwa kurma 'Ajwa Madinah memiliki berkah yang tidak dimiliki kurma lain.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa perlindungan ini adalah dengan izin Allah, dan ini adalah sebab yang diajarkan Nabi ﷺ, bukan obat yang berdiri sendiri tanpa kehendak Allah.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Makna "اصطبح" (mengonsumsi di pagi hari)

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa kata "ishthabaha" berarti memakan di waktu pagi (waktu shabah), yaitu antara subuh hingga siang. Ini menunjukkan bahwa waktu pagi adalah waktu yang dianjurkan untuk mengonsumsi kurma 'Ajwa ini.

2. Keistimewaan Kurma 'Ajwa

Kurma 'Ajwa adalah kurma yang tumbuh di Madinah, khususnya di daerah 'Aliyah. Nabi ﷺ bersabda tentang Madinah:

"لَيْسَ مِنْ شَجَرَةٍ أَكْرَمُ عَلَى اللَّهِ مِنْ شَجَرَةِ التَّمْرِ"

Artinya: "Tidak ada pohon yang lebih mulia di sisi Allah daripada pohon kurma." (HR. Al-Bukhari, no. 469)

Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa kurma 'Ajwa adalah kurma terbaik di Madinah, dan Nabi ﷺ secara khusus menyebutkannya karena keutamaannya yang nyata.

3. Perlindungan dari Racun dan Sihir

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa perlindungan ini adalah dengan izin Allah, dan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa Allah menjadikan pada kurma 'Ajwa ini khasiat untuk menangkal bahaya racun dan sihir. Ini adalah bentuk pengobatan preventif (pencegahan) yang diajarkan oleh syariat.

4. Apakah Berlaku untuk Semua Kurma?

Para ulama berbeda pendapat:

  • Jumhur ulama (termasuk Imam Al-Bukhari, Ibnu Hajar, dan An-Nawawi) berpendapat bahwa keutamaan ini khusus untuk kurma 'Ajwa Madinah, karena teks hadits menyebutkan secara spesifik.
  • Sebagian ulama seperti Syaikh al-Albani cenderung mengatakan bahwa yang terbaik adalah mengikuti teks hadits, yaitu kurma 'Ajwa Madinah. Namun jika tidak ada, maka kurma Madinah secara umum, dan jika tidak ada, maka kurma yang baik secara umum.

Pendapat yang lebih kuat adalah keutamaan ini khusus untuk kurma 'Ajwa Madinah, karena inilah yang disebutkan dalam nash, dan ini termasuk perkara yang bersifat taufiqiyyah (berdasarkan wahyu), bukan hasil ijtihad.

5. Apakah Ini Jaminan Mutlak?

Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini adalah kabar dari Nabi ﷺ yang jujur dan benar. Namun perlindungan ini tetap dalam kerangka kehendak Allah. Jika Allah menghendaki sesuatu terjadi, maka tidak ada yang bisa mencegahnya. Hadits ini menunjukkan bahwa mengamalkan sunnah ini adalah sebab untuk mendapatkan perlindungan, bukan jaminan mutlak di luar kehendak Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah salah satu sahabat yang sangat mencintai sunnah Nabi ﷺ. Beliau adalah salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga, dan doanya mustajab.

Suatu ketika, ada seorang laki-laki yang mencoba membunuh Sa'd dengan cara yang licik. Orang itu memberikan minuman yang telah dicampur racun kepada Sa'd. Namun Sa'd meminumnya dan tidak terjadi apa-apa. Ketika ditanya, Sa'd berkata bahwa ia selalu mengamalkan hadits Nabi ﷺ tentang tujuh kurma 'Ajwa di pagi hari.

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat benar-benar mengamalkan sunnah Nabi ﷺ dengan penuh keyakinan, dan Allah melindungi mereka karena ketaatan mereka. Ini bukan berarti kita boleh mencoba-coba racun, tetapi ini menunjukkan keberkahan sunnah dan kekuatan iman para sahabat.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalkan sunnah ini dengan mengonsumsi tujuh butir kurma 'Ajwa di pagi hari, sebagai bentuk ikhtiar dan pengharapan perlindungan dari Allah.
  2. Niatkan karena Allah dan ikuti sunnah, bukan sekadar kebiasaan atau mitos.
  3. Tetap berikhtiar dengan cara-cara lain yang dibolehkan syariat, karena hadits ini tidak menafikan usaha lain.
  4. Yakinlah bahwa perlindungan sejati hanya dari Allah, dan hadits ini adalah sebab yang diajarkan Nabi ﷺ.
  5. Jika tidak ada kurma 'Ajwa, boleh menggunakan kurma Madinah lainnya, dan jika tidak ada, maka kurma yang baik secara umum, dengan tetap meyakini bahwa keutamaan khusus adalah untuk 'Ajwa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?