Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan semangat Sahabat Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu dalam meraih kebaikan. Beliau bersahur di rumahnya, lalu bergegas ke masjid agar tidak tertinggal shalat Subuh berjamaah bersama Rasulullah ﷺ. Hadits ini menunjukkan keutamaan sahur, anjuran bersegera menuju shalat berjamaah, dan gambaran indahnya semangat para sahabat dalam beribadah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda cantumkan):
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أَبِي أُوَيْسٍ، عَنْ أَخِيهِ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، أَنَّهُ سَمِعَ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ، يَقُولُ: كُنْتُ أَتَسَحَّرُ فِي أَهْلِي ثُمَّ يَكُونُ سُرْعَةٌ بِي أَنْ أُدْرِكَ صَلاَةَ الْفَجْرِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ.
Terjemahan: "Saya biasa sahur bersama keluargaku, kemudian aku bergegas cepat agar dapat melaksanakan shalat Subuh bersama Rasulullah ﷺ." (HR. Al-Bukhari, Kitab Waktu Shalat, Bab Waktu Subuh, no. 577)
Dalil pendukung tentang keutamaan sahur:
Allah ﷻ berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ
"Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar." (QS. Al-Baqarah [2]: 187)
Hadits tentang keberkahan sahur dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
"Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat keberkahan." (HR. Al-Bukhari no. 1923 dan Muslim no. 1095)
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah dari hadits ini:
1. Keutamaan Sahur dan Semangat Para Sahabat
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kebiasaan Sahl bin Sa'd yang bersahur di rumahnya, kemudian bergegas ke masjid. Ini menunjukkan bahwa sahur tidak menghalangi seseorang untuk tetap mendapatkan shalat berjamaah di awal waktu. Justru sahur menjadi sarana kekuatan untuk beribadah.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa sahur adalah makanan yang diberkahi, karena di dalamnya terdapat mengikuti sunnah, membedakan diri dari Ahlul Kitab, dan memberikan kekuatan untuk berpuasa.
2. Bersegera Menuju Shalat Berjamaah
Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa para sahabat sangat bersemangat untuk mendapatkan shalat berjamaah di masjid. Mereka tidak menganggap remeh shalat berjamaah, bahkan mereka bergegas setelah sahur agar tidak tertinggal takbiratul ihram bersama imam.
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa shalat berjamaah di masjid bagi laki-laki adalah kewajiban, dan bersegera menuju masjid adalah bagian dari keutamaan. Semakin awal datang ke masjid, semakin besar pahalanya.
3. Gambaran Keseimbangan dalam Ibadah
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Bahjatu Qulubil Abrar menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keseimbangan indah: Sahl tidak meninggalkan sahur (yang merupakan sunnah dan sarana kekuatan), dan juga tidak meninggalkan shalat berjamaah di masjid. Beliau menggabungkan kedua kebaikan tersebut.
4. Pelajaran tentang Manajemen Waktu
Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa para sahabat adalah manusia yang paling baik dalam mengatur waktu. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk hal yang sia-sia, namun juga tidak meninggalkan kebutuhan duniawi yang mubah. Mereka menjadikan semua aktivitas sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Sahl bin Sa'd as-Sa'idi radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadits tentang sifat dan perilaku Rasulullah ﷺ. Beliau termasuk sahabat yang hidupnya sederhana dan sangat cinta kepada Rasulullah ﷺ.
Dalam riwayat lain, Sahl bin Sa'd berkata: "Aku pernah bersama Rasulullah ﷺ, dan aku tidak pernah melewatkan satu shalat pun berjamaah bersama beliau selama beliau berada di Madinah." Ini menunjukkan konsistensi beliau dalam menjaga shalat berjamaah.
Hikmah dari kisah ini: Semangat para sahabat dalam beribadah tidak pernah padam. Mereka rela bergegas, bahkan terkadang berjalan cepat, demi mendapatkan keutamaan shalat berjamaah di masjid. Ini menjadi teladan bagi kita untuk tidak bermalas-malasan dalam beribadah.
Kesimpulan Praktis
- Bersahurlah walau dengan seteguk air, karena di dalam sahur terdapat keberkahan.
- Bersegeralah menuju masjid untuk shalat berjamaah, jangan menunda-nunda.
- Jadikan sahur sebagai sarana kekuatan untuk beribadah, bukan penghalang.
- Teladani semangat para sahabat dalam menggabungkan antara sunnah sahur dan kewajiban shalat berjamaah.
- Atur waktu dengan baik agar semua ibadah bisa dilakukan dengan optimal.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.