Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini secara tegas memerintahkan setiap Muslim untuk menjauhi dua dosa yang sangat besar dan merusak: menyekutukan Allah (syirik) dan mempraktikkan atau mempercayai sihir. Keduanya adalah pintu kehancuran bagi seorang hamba, baik di dunia maupun di akhirat, karena melanggar hakikat tauhid dan menyerahkan diri kepada selain Allah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Kedokteran, Bab Syirik dan Sihir Termasuk Dosa Besar. Perawinya adalah Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits lengkapnya:
حَدَّثَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ حَدَّثَنِي سُلَيْمَانُ، عَنْ ثَوْرِ بْنِ زَيْدٍ، عَنْ أَبِي الْغَيْثِ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ـ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ "اجْتَنِبُوا الْمُوبِقَاتِ الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ"
Terjemahan: "Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: 'Jauhilah oleh kalian dosa-dosa yang membinasakan, yaitu syirik kepada Allah dan sihir.'"
Dalil Al-Qur'an yang sangat relevan adalah firman Allah:
وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
(QS. Al-Baqarah [2]: 102)
Terjemahan: "Dan sungguh, mereka telah mengetahui bahwa barang siapa membelinya (sihir), niscaya tidak ada bagian baginya di akhirat. Dan sungguh, sangat buruk apa yang mereka jual untuk diri mereka sendiri, jika mereka mengetahui."
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan betapa besar kerugian orang yang mempelajari sihir, karena ia telah menukar imannya dengan kekufuran dan tidak akan mendapatkan bagian kebaikan di akhirat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menggunakan kata "الْمُوبِقَاتِ" (al-mūbiqāt), yang merupakan bentuk jamak dari "مُوبِقَة" (mūbiqah). Para ulama seperti Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kata ini berasal dari kata "وَبَقَ" (wa baqa) yang berarti binasa atau rusak. Jadi, al-mūbiqāt adalah dosa-dosa yang membinasakan pelakunya, menjerumuskannya ke dalam kebinasaan, dan menghancurkan amal kebaikannya.
Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ menyebutkan dua contoh utama dari dosa-dosa yang membinasakan tersebut:
- Syirik kepada Allah (الشرك بالله): Ini adalah dosa terbesar dan paling fatal. Syirik berarti menyamakan selain Allah dengan Allah dalam hal-hal yang menjadi kekhususan-Nya, seperti berdoa, meminta pertolongan, menyembelih, atau bernazar kepada selain Allah. Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya Madarijus Salikin menjelaskan bahwa syirik adalah kezaliman terbesar karena menempatkan sesuatu pada posisi yang bukan haknya. Allah berfirman:
إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
(QS. Luqman [31]: 13)
Terjemahan: "Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."
- Sihir (السحر): Sihir adalah perbuatan yang menggunakan bantuan setan dan kekuatan gaib untuk mempengaruhi orang lain, baik dengan cara menyakiti, membuat orang jatuh cinta, atau memisahkan suami istri. Sihir termasuk dosa besar karena di dalamnya terdapat unsur kesyirikan, yaitu bergantung kepada selain Allah dan mendekatkan diri kepada setan. Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya menjelaskan bahwa sihir adalah perbuatan yang haram dan termasuk kekufuran jika pelakunya meyakini bahwa sihir itu memiliki pengaruh secara mandiri tanpa izin Allah.
Para ulama dari daftar yang diberikan, seperti Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhus Shalihin, menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa syirik dan sihir adalah dua dosa yang harus dijauhi dengan sekuat tenaga. Beliau juga menjelaskan bahwa sihir bisa terjadi melalui dua cara: pertama, dengan menggunakan mantra-mantra yang mengandung kesyirikan, dan kedua, dengan menggunakan benda-benda atau makanan yang diharamkan. Keduanya adalah perbuatan yang sangat tercela.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam kitabnya Taisir al-Karim ar-Rahman menambahkan bahwa sihir adalah salah satu bentuk kejahatan yang paling besar karena dapat merusak hubungan antar manusia, memecah belah keluarga, dan menimbulkan permusuhan. Oleh karena itu, Allah dan Rasul-Nya sangat melarangnya.
Story Telling
Suatu ketika, seorang sahabat bernama Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, yang dikenal sangat kuat hafalannya dan banyak meriwayatkan hadits, menyampaikan sabda Nabi ﷺ ini kepada kaum Muslimin. Beliau mengingatkan mereka tentang dua penyakit hati yang paling berbahaya. Kisah ini mengingatkan kita pada peristiwa ketika Nabi ﷺ sendiri pernah disihir oleh seorang Yahudi bernama Labid bin al-A'sham. Sihir itu membuat Nabi ﷺ merasa seolah-olah melakukan sesuatu padahal tidak. Namun, Allah kemudian menurunkan wahyu kepada beliau untuk mengatasi sihir tersebut, dan Nabi ﷺ pun sembuh setelah membaca surat Al-Falaq dan An-Nas serta doa-doa yang diajarkan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa sihir itu nyata dan berbahaya, namun seorang Muslim harus berlindung hanya kepada Allah, bukan kepada dukun atau paranormal.
Kesimpulan Praktis
- Jauhi Syirik: Pastikan semua ibadah, doa, dan permintaan pertolongan hanya ditujukan kepada Allah semata. Jangan pernah menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun.
- Jauhi Sihir: Jangan pernah mempelajari, mempraktikkan, atau bahkan mendatangi tukang sihir untuk meminta bantuan. Percayalah bahwa hanya Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
- Perkuat Tauhid: Perbanyak membaca Al-Qur'an, terutama surat Al-Falaq dan An-Nas, serta dzikir pagi dan petang untuk melindungi diri dari gangguan setan dan sihir.
- Bertaubat: Jika pernah terjerumus dalam salah satu dari dosa ini, segeralah bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya, karena Allah Maha Pengampun bagi hamba-Nya yang kembali kepada-Nya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.