Tentu, saya akan menjelaskan hadits ini sesuai dengan format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ pernah melakukan ruqyah (pengobatan dengan doa) dengan lafaz tertentu. Ini membolehkan ruqyah selama tidak mengandung kesyirikan. Doa ini menegaskan bahwa hanya Allah yang mampu menyembuhkan dan menghilangkan penyakit.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Kitab Kedokteran, Bab Ruqyah Nabi ﷺ, dari Aisyah radhiyallahu 'anha.
Teks Arab hadits:
حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ أَبِي رَجَاءٍ، حَدَّثَنَا النَّضْرُ، عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَرْقِي يَقُولُ " امْسَحِ الْبَاسَ رَبَّ النَّاسِ، بِيَدِكَ الشِّفَاءُ، لاَ كَاشِفَ لَهُ إِلاَّ أَنْتَ "
Terjemahan: Aisyah berkata: Rasulullah ﷺ biasa meruqyah dengan mengatakan, "Wahai Tuhan manusia! Hilangkanlah kesusahan ini. Kesembuhan ada di tangan-Mu, dan tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Engkau."
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Anbiya [21]: 83
وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
Terjemahan: "Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, 'Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit, dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.'"
QS. Asy-Syu'ara [26]: 80
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
Terjemahan: "Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan tentang praktik ruqyah yang dilakukan oleh Nabi ﷺ. Ruqyah adalah pengobatan dengan cara membaca doa atau ayat Al-Qur'an. Dalam hadits ini, Nabi ﷺ menggunakan lafaz doa yang berisi pengakuan bahwa hanya Allah yang mampu menghilangkan penyakit dan memberikan kesembuhan.
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa ruqyah diperbolehkan selama tidak mengandung kesyirikan dan menggunakan kalimat yang baik. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menambahkan bahwa ruqyah dengan doa-doa yang ma'tsur (diajarkan Nabi) lebih utama.
Hadits ini juga menunjukkan tawadhu' Nabi ﷺ yang selalu bergantung kepada Allah dalam segala hal, termasuk ketika sakit. Beliau tidak mengandalkan kekuatan sendiri, tetapi memohon kepada Allah.
Imam Ibnul Qayyim dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa doa ini mengandung tauhid yang murni, karena menegaskan bahwa tidak ada yang dapat menghilangkan penyakit kecuali Allah. Ini sejalan dengan QS. Asy-Syu'ara: 80.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa suatu ketika Nabi ﷺ sakit, lalu beliau membacakan doa ini untuk dirinya sendiri. Aisyah radhiyallahu 'anha melihat betapa Nabi ﷺ sangat bergantung kepada Allah dalam kesembuhannya. Beliau mengajarkan kepada umatnya untuk selalu memohon kesembuhan hanya kepada Allah, bukan kepada selain-Nya. Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya tauhid dalam setiap aspek kehidupan, termasuk ketika sakit.
Kesimpulan Praktis
- Ruqyah diperbolehkan dalam Islam selama tidak mengandung kesyirikan.
- Doa ini bisa diamalkan ketika sakit, dengan keyakinan bahwa hanya Allah yang menyembuhkan.
- Hendaknya kita selalu bergantung kepada Allah dalam segala keadaan.
- Menjauhi praktik-praktik pengobatan yang mengandung kesyirikan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.