Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar dari Nabi ﷺ. Beliau mengabarkan bahwa siapa yang menjaga shalat Subuh dan Ashar—yang merupakan dua shalat yang dilakukan di waktu dingin/sejuk—maka ia akan masuk surga. Ini menunjukkan keutamaan luar biasa dari menjaga dua shalat ini, dan menjadi motivasi bagi kita untuk tidak pernah meninggalkannya, terutama karena keduanya adalah waktu yang sering dilalaikan orang.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks hadits yang Anda berikan adalah riwayat dari Abu Bakr bin Abi Musa al-Asy'ari, dari ayahnya (Abu Musa al-Asy'ari) radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
"Barangsiapa yang shalat pada dua waktu dingin (yaitu Subuh dan Ashar), maka ia akan masuk surga."
(HR. Al-Bukhari no. 574, dalam Kitab Waktu-waktu Shalat, Bab Keutamaan Shalat Subuh)
Penjelasan Ulama tentang Makna "Al-Bardain":
Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in telah menjelaskan makna "al-bardain" (dua waktu dingin). Ini adalah penafsiran yang masyhur dan disepakati.
- Abu Musa al-Asy'ari (perawi hadits ini) sendiri menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah shalat Subuh dan shalat Ashar. Ini adalah penafsiran langsung dari sahabat yang meriwayatkan hadits, sehingga menjadi penjelasan yang paling kuat.
- Al-Hasan al-Bashri dan Muhammad bin Sirin (ulama tabi'in) juga menafsirkan "al-bardain" dengan shalat Subuh dan Ashar. Mereka memahami bahwa kedua waktu ini adalah waktu di mana udara terasa sejuk/dingin, dan manusia cenderung malas atau lalai, sehingga menjaga keduanya adalah ujian keimanan yang besar.
- Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (syarah Shahih Al-Bukhari) menegaskan bahwa penafsiran yang benar dan masyhur untuk "al-bardain" adalah shalat Subuh dan Ashar. Beliau menukil penafsiran dari para ulama salaf, termasuk dari perawi-perawi hadits itu sendiri.
Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:
Allah ﷻ berfirman:
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
"Peliharalah semua shalat (fardhu) dan shalat wustha (shalat Ashar). Berdirilah karena Allah (dalam shalat) dengan khusyuk."
(QS. Al-Baqarah [2]: 238)
Ayat ini secara khusus memerintahkan untuk menjaga shalat Ashar, yang menunjukkan keutamaannya yang sangat besar. Banyak ulama, termasuk Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, menukil bahwa "shalat wustha" adalah shalat Ashar berdasarkan hadits-hadits shahih.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu hadits yang sangat memotivasi untuk menjaga shalat pada waktunya. Mari kita pahami lebih dalam:
- Makna "Al-Bardain" (Dua Waktu Dingin):
Kata "al-bardain" adalah bentuk tatsniyah (dua) dari kata "al-bard" yang berarti dingin. Waktu Subuh dan Ashar adalah dua waktu di mana udara terasa sejuk dan nyaman. Pada waktu Subuh, manusia masih dalam keadaan mengantuk dan nyaman di tempat tidur. Pada waktu Ashar, manusia sibuk dengan aktivitas akhir harinya, dan ini adalah waktu di mana banyak orang lalai. Oleh karena itu, menjaga shalat di dua waktu ini adalah bukti kejujuran iman seseorang.
- Keutamaan yang Luar Biasa:
Balasan yang disebutkan bukan hanya pahala biasa, tetapi "dakholal jannah" (masuk surga). Ini adalah janji yang sangat agung. Para ulama menjelaskan bahwa ini adalah kabar gembira bagi siapa yang menjaga kedua shalat ini secara konsisten (bukan sekali dua kali), maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. Ini menunjukkan betapa besar kedudukan dua shalat ini di sisi Allah ﷻ.
- Kaitan dengan Hadits Lain:
Keutamaan ini juga diperkuat dengan hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda tentang shalat Ashar: "Barangsiapa yang shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Maka janganlah kalian mencari jaminan Allah dengan sesuatu (yang membuatnya hilang)." (HR. Muslim). Ini menunjukkan bahwa shalat Subuh dan Ashar adalah dua shalat yang sangat dijaga oleh para malaikat dan memiliki keutamaan yang besar.
- Pandangan Ulama tentang Penjagaan Waktu:
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah dorongan untuk menjaga shalat pada waktunya, bukan hanya sekadar mengerjakannya. Karena shalat yang dikerjakan di luar waktunya (tanpa udzur) tidak akan mendapatkan keutamaan ini. Beliau juga menekankan bahwa menjaga shalat Subuh dan Ashar adalah tanda dari orang yang benar-benar istiqamah dalam beribadah, karena keduanya adalah waktu-waktu yang paling berat bagi jiwa yang malas.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah salah satu sahabat yang sangat bersemangat dalam menjaga shalat berjamaah di masjid. Suatu ketika, beliau sangat menekankan kepada kaumnya tentang shalat Ashar. Beliau berkata, "Barangsiapa di antara kalian yang mampu untuk tidak pernah meninggalkan shalat ini (Ashar), maka lakukanlah." Kemudian beliau shalat dan berkata, "Barangsiapa yang meninggalkan shalat Ashar, maka amalannya akan terhapus." (HR. Al-Bukhari).
Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat memahami urgensi shalat Ashar. Mereka tidak hanya sekadar mengerjakan, tetapi juga saling mengingatkan dan menasihati satu sama lain. Ini adalah teladan bagi kita untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, terutama dalam menjaga shalat.
Kesimpulan Praktis
Berikut poin-poin yang bisa kita amalkan:
- Jaga Shalat Subuh dan Ashar secara konsisten, karena keduanya adalah kunci masuk surga.
- Bersungguh-sungguhlah untuk bangun Subuh, dan jangan tidur setelahnya hingga matahari terbit, karena itu adalah waktu yang penuh berkah.
- Jaga shalat Ashar di awal waktunya, jangan ditunda hingga waktu hampir habis atau bahkan terlewat.
- Jadikan hadits ini sebagai motivasi untuk melawan rasa malas dan godaan untuk menunda shalat.
- Saling mengingatkan dengan keluarga dan teman tentang keutamaan dua shalat ini, sebagaimana para sahabat melakukannya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.