Penjelasan Hadits Bukhari No. 5735 tentang Ruqyah dengan Mu'awwidhat dan mengusap tubuh untuk kesembuhan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita tuntunan Nabi ﷺ ketika sakit, yaitu ber-ruqyah (membacakan doa/ayat Al-Qur'an) untuk diri sendiri dengan Mu'awwidhat (Surat Al-Falaq dan An-Nas). Caranya adalah dengan membacanya, lalu meniupkan sedikit hembusan napas ke telapak tangan, kemudian mengusapkan tangan tersebut ke wajah dan tubuh. Ini adalah bentuk tawakal kepada Allah sekaligus usaha lahiriah yang diajarkan oleh Nabi ﷺ, dan menjadi contoh nyata bahwa Al-Qur'an adalah obat bagi hati dan tubuh.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ath-Thibb (Kedokteran), Bab Ruqyah bil Qur'an wal Mu'awwidhat, no. 5735, dari sahabat Aisyah radhiyallahu 'anha.

Dalil Al-Qur'an yang terkait dengan keutamaan Al-Qur'an sebagai obat:

Allah Ta'ala berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ

> "Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Isra' [17]: 82)

Penjelasan Ulama:

  • Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan Al-Qur'an adalah obat bagi hati dari penyakit syubhat (keraguan) dan syahwat (hawa nafsu), serta obat bagi tubuh dari penyakit fisik dengan cara ruqyah yang disyariatkan.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menegaskan bahwa syifa' (kesembuhan) dari Al-Qur'an mencakup kesembuhan hati dan badan. Ini adalah rahmat khusus bagi orang-orang yang beriman, karena mereka mengambil manfaat darinya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa poin penting dari hadits ini:

  1. Disyariatkannya Ruqyah untuk Diri Sendiri: Hadits ini menunjukkan bahwa seorang muslim boleh dan dianjurkan untuk meruqyah dirinya sendiri. Ini adalah bentuk tawakal kepada Allah, karena kesembuhan sejatinya datang dari Allah, dan ruqyah hanyalah sebab yang Dia syariatkan. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa ruqyah dengan ayat-ayat Al-Qur'an dan doa-doa yang ma'tsur (dari Nabi ﷺ) adalah sunnah dan dibolehkan.
  2. Keutamaan Mu'awwidhat (Surat Al-Falaq dan An-Nas): Kedua surat ini adalah surat perlindungan yang sangat agung. Nabi ﷺ menggunakannya untuk berlindung dari segala keburukan makhluk, dari kejahatan malam, hasad, dan bisikan setan. Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penggunaan Mu'awwidhat ini adalah bentuk pengajaran kepada umatnya untuk senantiasa berlindung kepada Allah dari segala penyakit, baik yang tampak maupun yang tidak tampak.
  3. Tata Cara Ruqyah: Dari hadits ini, kita belajar tata caranya, yaitu:
  • Membaca surat atau doa.
  • Meniupkan hembusan napas ke telapak tangan. Ini disebut nafats, yaitu hembusan yang disertai sedikit ludah (bukan meludah).
  • Mengusapkan tangan yang telah dibacakan itu ke bagian tubuh yang sakit, atau ke wajah dan tubuh secara umum.
  • Imam Az-Zuhri (salah satu perawi hadits ini) menjelaskan bahwa Nabi ﷺ meniupkan ke kedua telapak tangannya, lalu mengusapkannya ke wajahnya. Ini menunjukkan bahwa cara ini adalah tuntunan langsung dari Nabi ﷺ.
  1. Berkah dari Amalan Nabi ﷺ: Ketika Nabi ﷺ sakit parah, Aisyah membacakan Mu'awwidhat dan mengusapkan tangan Nabi ﷺ sendiri ke tubuh beliau. Aisyah melakukan ini karena mengharap berkah dari sentuhan tangan Nabi ﷺ. Ini menunjukkan betapa mulianya Nabi ﷺ dan bagaimana para sahabat sangat menghormati dan mengharap keberkahan dari beliau.

Story Telling

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa ketika Nabi ﷺ sakit yang membawa beliau kepada wafatnya, beliau tetap mengajarkan umatnya untuk berobat dengan Al-Qur'an.

Di saat-saat terakhir hidupnya, ketika sakitnya semakin berat, Aisyah yang melihat keadaan beliau, mengambil alih untuk membacakan Mu'awwidhat dan meniupkannya ke tangan beliau, lalu mengusapkan tangan beliau ke tubuh beliau. Ini adalah pemandangan yang sangat mengharukan. Sang istri yang sangat mencintai Nabi ﷺ berusaha meringankan sakit beliau dengan cara yang diajarkan oleh beliau sendiri.

Hikmah dari kisah ini adalah betapa pentingnya berpegang teguh pada tuntunan Nabi ﷺ dalam setiap keadaan, bahkan dalam keadaan sakit. Dan juga, ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an adalah obat yang paling utama, yang dicontohkan langsung oleh manusia terbaik di muka bumi ini.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan:

  1. Biasakan ber-ruqyah untuk diri sendiri ketika sakit, dengan membaca Surat Al-Falaq, An-Nas, dan doa-doa perlindungan lainnya.
  2. Ikuti tata caranya: Baca, tiupkan ke telapak tangan, lalu usapkan ke wajah dan bagian tubuh yang sakit.
  3. Yakinlah bahwa Al-Qur'an adalah obat, baik untuk penyakit hati maupun penyakit fisik, karena itu adalah firman Allah.
  4. Jadikan Al-Qur'an sebagai kebiasaan harian, bukan hanya ketika sakit, agar hati kita senantiasa sehat dan terlindungi.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?