Penjelasan Hadits Bukhari No. 5723 tentang Demam berasal dari panas Jahannam, padamkan dengan air

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa demam adalah bagian dari panasnya api Jahannam, dan Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk meredakannya dengan air. Ini adalah petunjuk medis sekaligus pengingat spiritual bahwa penyakit adalah ujian dan rahmat dari Allah, serta cara menghadapinya adalah dengan ikhtiar (berobat) dan doa.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks hadits yang Anda sertakan sudah benar dan sesuai dengan riwayat Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ath-Thibb (Kedokteran), Bab "Al-Humma min Faihi Jahannam" (Demam dari Panas Jahannam), no. 5723.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman tentang panasnya api Jahannam:

فَذُوقُوا فَلَنْ نَزِيدَكُمْ إِلَّا عَذَابًا

"Maka rasakanlah! Kami tidak akan menambah kepadamu kecuali azab."

(QS. An-Naba' [78]: 30)

Ayat ini menggambarkan betapa dahsyatnya panas dan azab Jahannam, yang menjadi rujukan makna "panas" dalam hadits di atas.

Penjelasan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini adalah petunjuk Nabi ﷺ untuk berobat dengan air sebagai sarana medis yang bermanfaat. Beliau juga menukil perkataan para ulama bahwa demam adalah panas yang muncul dari dalam tubuh, dan air adalah penawar yang paling efektif untuk meredakannya.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menjelaskan bahwa makna "dari panas Jahannam" adalah peringatan bahwa panasnya demam adalah bagian kecil dari panasnya api Jahannam, agar manusia tidak meremehkan azab Allah dan selalu memohon perlindungan-Nya.

Penjelasan Rinci

Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah memahami hadits ini dari dua sisi:

1. Sisi Medis dan Ikhtiar

Nabi ﷺ memerintahkan untuk meredakan demam dengan air. Ini adalah bentuk ikhtiar dan pengobatan yang diajarkan oleh syariat. Demam adalah mekanisme tubuh untuk melawan infeksi, dan air (terutama air dingin atau kompres) dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Ini menunjukkan bahwa Islam tidak melarang berobat, justru menganjurkannya. Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa pengobatan dengan air adalah salah satu cara yang paling bermanfaat untuk meredakan panas demam, dan ini sesuai dengan petunjuk Nabi ﷺ.

2. Sisi Spiritual dan Peringatan

Frasa "dari panas Jahannam" adalah peringatan yang sangat dalam. Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa ini adalah cara Nabi ﷺ untuk mengingatkan umatnya akan dahsyatnya api Jahannam. Ketika seseorang merasakan panasnya demam, ia diingatkan bahwa panas itu hanyalah percikan kecil dari panas yang jauh lebih dahsyat di akhirat. Maka, seorang mukmin seharusnya semakin takut kepada Allah dan berlindung dari api Neraka.

Doa yang Diajarkan Ibnu Umar:

Dalam riwayat ini, Nafi' menyebutkan bahwa Abdullah bin Umar -radhiyallahu 'anhuma- ketika demam, beliau berdoa:

اكْشِفْ عَنَّا الرِّجْزَ

"Ya Allah, singkapkanlah dari kami siksaan (demam) ini."

Ini menunjukkan bahwa seorang mukmin tidak hanya berikhtiar secara medis, tetapi juga berdoa kepada Allah, karena kesembuhan sejatinya datang dari Allah semata.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal -rahimahullah- pernah ditanya tentang seorang yang menderita demam yang sangat tinggi. Beliau menjawab, "Berobatlah dengan air, karena Nabi ﷺ telah memerintahkan demikian." Kemudian beliau menyebutkan hadits ini. Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan petunjuk Nabi ﷺ dalam hal pengobatan, dan mereka mengamalkannya secara tekstual maupun maknawi.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa seorang mukmin tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah. Demam adalah ujian yang bisa menjadi penghapus dosa, dan pada saat yang sama, kita diperintahkan untuk berikhtiar dengan cara yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Berobatlah dengan air ketika demam, baik dengan meminumnya atau mengompres tubuh, karena ini adalah perintah Nabi ﷺ.
  2. Jangan meremehkan demam, tetapi jadikan ia sebagai pengingat akan panasnya api Jahannam, sehingga kita semakin takut kepada Allah dan berlindung dari azab-Nya.
  3. Perbanyak doa ketika sakit, seperti doa yang diajarkan Ibnu Umar: "Allahumma ksyif 'anna ar-rijz" (Ya Allah, singkapkanlah dari kami siksaan ini).
  4. Yakinlah bahwa kesembuhan datang dari Allah, dan ikhtiar medis hanyalah sebab yang diperbolehkan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?