Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa berbekam (hijamah) adalah salah satu pengobatan yang dianjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Beliau bersabda bahwa di dalam berbekam terdapat kesembuhan. Hadits ini juga mengajarkan kita adab menjenguk orang sakit, yaitu dengan sungguh-sungguh menganjurkan kesembuhan dan tidak terburu-buru meninggalkan orang sakit sebelum memastikan ia mendapatkan pengobatan yang bermanfaat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits yang Anda sertakan sudah lengkap dan berharakat. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Ath-Thibb (Pengobatan), Bab Al-Hijamah minal 'Irq (Berbekam karena penyakit), no. 5697.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar (obat) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. Al-Isra' [17]: 82)
Ayat ini menunjukkan bahwa kesembuhan hakiki datang dari Allah, dan Al-Qur'an adalah obat bagi hati. Adapun pengobatan fisik seperti berbekam adalah salah satu sarana yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.
Kaitan dengan Ulama:
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari (Syarah Shahih Al-Bukhari) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya berbekam dan bahwa berbekam adalah obat yang bermanfaat bagi banyak penyakit. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama sepakat akan kebolehan dan keutamaan berbekam.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
1. Berbekam adalah Pengobatan yang Dianjurkan
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menyebutkan bahwa para ulama sepakat akan disunnahkannya berbekam. Bahkan sebagian ulama menyebutkan bahwa berbekam termasuk pengobatan yang paling utama karena Nabi ﷺ sendiri pernah berbekam dan menganjurkannya.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa berbekam adalah salah satu bentuk pengobatan yang diajarkan oleh syariat. Beliau berkata bahwa berbekam bermanfaat untuk mengeluarkan darah kotor dari tubuh, sehingga dapat meringankan berbagai penyakit.
2. Hadits Ini Menunjukkan Adab Menjenguk Orang Sakit
Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa dalam hadits ini terdapat pelajaran tentang adab menjenguk orang sakit, yaitu:
- Hendaknya orang yang menjenguk mendoakan kesembuhan dan menganjurkan pengobatan yang bermanfaat.
- Tidak tergesa-gesa meninggalkan orang sakit, tetapi berusaha memberikan nasihat yang bermanfaat baginya.
3. Pengobatan dengan Sarana yang Diperbolehkan
Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menjelaskan secara panjang lebar tentang manfaat berbekam. Beliau menyebutkan bahwa berbekam adalah pengobatan yang paling bermanfaat untuk membersihkan tubuh dari darah yang rusak dan kotor. Beliau juga menukil bahwa Nabi ﷺ bersabda:
خَيْرُ مَا تَدَاوَيْتُمْ بِهِ الْحِجَامَةُ
"Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam." (HR. Ibnu Majah, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
4. Berbekam Bukan Satu-Satunya Obat
Penting untuk dipahami bahwa berbekam bukanlah satu-satunya obat. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menegaskan bahwa pengobatan bisa dilakukan dengan berbagai cara yang dibolehkan syariat, selama tidak mengandung hal-hal yang diharamkan. Berbekam adalah salah satu sarana, dan kesembuhan sepenuhnya datang dari Allah ﷻ.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu menjenguk seorang laki-laki dari kalangan Anshar yang sedang sakit. Laki-laki itu bernama Al-Muqanna'. Jabir berkata kepadanya, "Aku tidak akan meninggalkanmu sampai engkau berbekam."
Kemudian Jabir menjelaskan alasannya, "Karena aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Sesungguhnya di dalam berbekam terdapat kesembuhan.'"
Kisah ini menunjukkan semangat para sahabat dalam mengamalkan sunnah Nabi ﷺ dan kepedulian mereka terhadap sesama muslim yang sakit. Mereka tidak hanya mendoakan, tetapi juga berusaha memberikan solusi pengobatan yang diajarkan oleh Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Berbekam adalah pengobatan yang dianjurkan oleh Nabi ﷺ dan termasuk sunnah yang bisa diamalkan.
- Ketika menjenguk orang sakit, hendaknya kita mendoakan kesembuhan dan menganjurkan pengobatan yang bermanfaat dan dibolehkan syariat.
- Kesembuhan hakiki datang dari Allah ﷻ, sedangkan pengobatan hanyalah sarana. Maka kita harus berikhtiar dan berdoa sekaligus bertawakal kepada Allah.
- Tidak boleh meyakini bahwa berbekam atau obat apa pun bisa menyembuhkan dengan sendirinya, karena yang menyembuhkan hanyalah Allah ﷻ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.