Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 5653 tentang Keutamaan sabar saat kehilangan penglihatan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan betapa besar keutamaan orang yang kehilangan penglihatan lalu bersabar. Allah menjanjikan surga sebagai ganti dari kedua mata yang dicabut-Nya. Ini adalah kabar gembira bagi siapa saja yang diuji dengan kebutaan dan tetap bersabar, karena Allah tidak akan menyia-nyiakan kesabaran hamba-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang terkait:

QS. Az-Zumar [39]: 10

إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”

Hadits:

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ قَالَ إِذَا ابْتَلَيْتُ عَبْدِي بِحَبِيبَتَيْهِ فَصَبَرَ عَوَّضْتُهُ مِنْهُمَا الْجَنَّةَ

“Sesungguhnya Allah berfirman: Jika Aku menguji hamba-Ku dengan dua hal yang dicintainya (kedua matanya) lalu dia bersabar, maka Aku akan menggantikan keduanya dengan surga.”

(HR. Bukhari no. 5653)

Kaitan dengan ulama:

Imam Al-Bukhari rahimahullah meletakkan hadits ini dalam Kitab Orang Sakit dan memberi bab "Keutamaan Orang yang Kehilangan Penglihatan". Ini menunjukkan perhatian beliau terhadap keutamaan besar bagi mereka yang diuji dengan kebutaan dan bersabar.

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (10/119) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “habibatayhi” (dua yang dicintai) adalah kedua mata, karena keduanya adalah anggota tubuh yang paling dicintai dan paling berharga bagi manusia.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan sabar atas musibah, terutama kehilangan penglihatan, dan bahwa pahala yang dijanjikan adalah surga.

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk hadits Qudsi, yaitu sabda Nabi ﷺ yang meriwayatkan firman Allah secara makna. Dalam hadits ini, Allah menyebut kedua mata sebagai “habibatayhi” — dua hal yang sangat dicintai oleh hamba. Ini karena mata adalah nikmat yang sangat besar; dengannya manusia bisa melihat keindahan alam, membaca Al-Qur'an, melihat wajah orang-orang tercinta, dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Makna "diuji dengan kedua matanya":

  • Bisa berarti buta total (kehilangan penglihatan)
  • Bisa juga berarti sakit mata yang parah hingga tidak bisa melihat
  • Atau kehilangan fungsi penglihatan karena sebab apa pun

Makna "lalu dia bersabar":

  • Tidak marah kepada takdir Allah
  • Tidak mengeluh dengan kata-kata yang menunjukkan ketidakridhaan
  • Tetap menjalankan kewajiban agama
  • Mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un dan berdoa memohon pahala

Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa sabar dalam musibah adalah menahan diri dari keluhan, baik dengan lisan maupun hati, serta meyakini bahwa semua yang terjadi adalah ketetapan Allah yang penuh hikmah.

Makna "Aku gantikan keduanya dengan surga":

Allah tidak mengganti mata yang hilang dengan mata duniawi, tetapi dengan sesuatu yang jauh lebih besar dan kekal, yaitu surga. Ini menunjukkan bahwa musibah jika dihadapi dengan sabar bisa menjadi sebab masuk surga.

Imam Ibnul Qayyim dalam 'Uddatush Shabirin mengatakan bahwa sabar atas musibah adalah salah satu jalan terbesar menuju surga, dan hadits ini adalah bukti nyata bahwa Allah memberi ganti yang berlipat ganda bagi orang yang bersabar.

Pelajaran penting:

  1. Musibah adalah bentuk kasih sayang Allah, bukan kemurkaan
  2. Kesabaran mengubah musibah menjadi pahala
  3. Surga adalah ganti yang paling sempurna
  4. Orang buta yang sabar memiliki kedudukan tinggi di sisi Allah

Story Telling

Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa ada seorang lelaki buta yang datang kepada Nabi ﷺ dan berkata:

“Wahai Rasulullah, doakanlah aku agar Allah menyembuhkanku.”

Nabi ﷺ bersabda: “Jika engkau mau, aku akan mendoakanmu. Dan jika engkau mau bersabar, maka itu lebih baik bagimu.”

Orang itu berkata: “Doakanlah aku.”

Maka Nabi ﷺ mendoakannya, dan Allah menyembuhkan matanya.

Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ menawarkan pilihan: sembuh di dunia atau pahala di akhirat. Ini menunjukkan bahwa kesabaran atas kebutaan memiliki keutamaan yang sangat besar.

Hikmah: Orang yang diuji dengan kebutaan dan bersabar, ia telah memilih yang lebih kekal dibanding yang sementara. Dunia hanya sementara, sedangkan surga adalah kenikmatan abadi.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersabarlah jika ditimpa musibah, terutama kehilangan penglihatan, karena Allah menjanjikan surga sebagai gantinya.
  2. Jangan mengeluh dengan kata-kata yang menunjukkan ketidakridhaan terhadap takdir Allah.
  3. Ucapkan istirja' (Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un) dan berdoa memohon pahala.
  4. Yakinlah bahwa setiap musibah dari Allah mengandung hikmah dan kebaikan.
  5. Hormati dan sayangi orang-orang yang kehilangan penglihatan, karena mereka memiliki kedudukan mulia di sisi Allah jika bersabar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.