Penjelasan Hadits Bukhari No. 5652 tentang Sabar atas penyakit epilepsi dan doa menjaga aurat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang sakit dan bersabar, sampai Nabi ﷺ menawarkan dua pilihan: bersabar dengan balasan surga, atau disembuhkan. Wanita itu memilih sabar, dan hanya meminta agar auratnya tidak terbuka saat kambuh. Ini pelajaran tentang tingginya derajat sabar, adab menjaga aurat, dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Orang Sakit, Bab Keutamaan Orang yang Terkena Angin (epilepsi), no. 5652, dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, melalui Atha' bin Abi Rabah.

Teks hadits yang disebutkan sudah lengkap dan berharakat. Terjemahannya: Ibnu Abbas berkata, "Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita dari penghuni surga?" Aku menjawab, "Ya." Dia berkata, "Wanita hitam ini datang kepada Nabi ﷺ dan berkata, 'Aku terserang epilepsi dan tubuhku menjadi terbuka; tolong doakan Allah untukku.' Nabi ﷺ bersabda, 'Jika kamu mau, bersabarlah dan bagimu surga; dan jika kamu mau, aku akan berdoa kepada Allah untuk menyembuhkanmu.' Dia berkata, 'Aku akan bersabar.' Lalu dia berkata, 'Sesungguhnya aku menjadi terbuka, maka doakanlah Allah agar aku tidak terbuka.' Maka Nabi ﷺ mendoakannya."

Dalil Al-Qur'an yang sangat relevan tentang pahala sabar:

QS. Az-Zumar [39]: 10

قُلْ يَا عِبَادِ الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗ وَأَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةٌ ۗ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ

Terjemahan: "Katakanlah, 'Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Tuhanmu.' Bagi orang-orang yang berbuat baik di dunia ini ada kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan pahala sabar yang tidak terhitung jumlahnya, karena Allah langsung yang menanggung balasannya. Ini sejalan dengan hadits di atas, di mana sabar atas penyakit diganjar dengan surga.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

  1. Keutamaan sabar atas penyakit

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa sabar atas musibah penyakit adalah salah satu bentuk sabar yang paling utama, karena penyakit menyentuh langsung tubuh dan jiwa. Allah menjanjikan surga bagi orang yang sabar, sebagaimana dalam hadits ini Nabi ﷺ menawarkan, "Jika kamu mau, bersabarlah dan bagimu surga."

  1. Bolehnya meminta kesembuhan, tetapi sabar lebih utama

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya berdoa meminta kesembuhan, namun sabar dan ridha dengan takdir Allah lebih tinggi derajatnya. Nabi ﷺ memberi pilihan, dan wanita itu memilih sabar, yang menunjukkan keimanan dan keikhlasannya yang kuat.

  1. Menjaga aurat adalah kewajiban yang sangat penting

Wanita itu tetap meminta agar auratnya tidak terbuka saat kambuh, meskipun ia sudah memilih sabar. Ini menunjukkan bahwa menjaga aurat adalah kewajiban yang tidak boleh diabaikan, bahkan dalam keadaan sakit. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma menyebut wanita ini sebagai penghuni surga, yang menunjukkan bahwa permintaannya itu bukanlah bentuk ketidaksabaran, melainkan adab dan kesadaran akan kewajiban.

  1. Kasih sayang Nabi ﷺ dan doa beliau

Nabi ﷺ tidak menolak permintaan wanita itu, bahkan beliau mendoakannya. Ini menunjukkan kasih sayang beliau kepada umatnya, terutama yang lemah dan sakit. Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam bab khusus tentang keutamaan orang yang terkena epilepsi, yang menunjukkan betapa besarnya pahala bagi mereka yang sabar.

  1. Identitas wanita tersebut

Dalam riwayat kedua, Atha' bin Abi Rabah menyebut bahwa ia melihat wanita itu, yaitu Ummu Zufar, seorang wanita tinggi dan hitam, yang sedang memegang tirai Ka'bah. Ini menunjukkan bahwa wanita itu adalah orang yang dikenal dan mungkin sering beribadah di Ka'bah.

Story Telling

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang sangat alim, pernah berkata kepada Atha' bin Abi Rabah, "Maukah aku tunjukkan kepadamu seorang wanita dari penghuni surga?" Atha' menjawab, "Ya." Ibnu Abbas lalu menunjuk seorang wanita hitam yang pernah datang kepada Nabi ﷺ. Wanita itu mengeluh, "Aku terserang epilepsi dan tubuhku terbuka, doakanlah Allah untukku." Nabi ﷺ dengan lembut bersabda, "Jika kamu mau, bersabarlah dan bagimu surga; dan jika kamu mau, aku akan berdoa kepada Allah untuk menyembuhkanmu." Wanita itu menjawab dengan penuh keimanan, "Aku akan bersabar." Namun ia menambahkan, "Sesungguhnya aku menjadi terbuka, maka doakanlah Allah agar aku tidak terbuka." Maka Nabi ﷺ mendoakannya. Atha' kemudian melihat wanita itu, Ummu Zufar, seorang wanita tinggi dan hitam, sedang memegang tirai Ka'bah. Kisah ini mengajarkan kita tentang keutamaan sabar, pentingnya menjaga aurat, dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersabarlah atas penyakit dan musibah, karena sabar adalah jalan menuju surga.
  2. Boleh meminta kesembuhan, tetapi sabar dan ridha dengan takdir Allah lebih utama.
  3. Jagalah aurat dalam segala keadaan, karena itu kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.
  4. Berdoalah kepada Allah dan mintalah doa dari orang shalih, sebagaimana wanita itu meminta doa dari Nabi ﷺ.
  5. Yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang sabar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?