Penjelasan Hadits Bukhari No. 5647 tentang Penyakit menghapus dosa orang mukmin

Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa sakit dan berbagai bentuk penderitaan yang menimpa seorang Muslim bukanlah sekadar musibah, melainkan sarana penghapus dosa. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahan hamba-Nya yang sabar, sebagaimana daun-daun kering berguguran dari pohon. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada orang beriman.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Orang yang Sakit, Bab Beratnya Penyakit, dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits lengkap dengan harakat:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيِّ، عَنِ الْحَارِثِ بْنِ سُوَيْدٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ ـ رضى الله عنه ـ أَتَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ فِي مَرَضِهِ وَهْوَ يُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا، وَقُلْتُ إِنَّكَ لَتُوعَكُ وَعْكًا شَدِيدًا. قُلْتُ إِنَّ ذَاكَ بِأَنَّ لَكَ أَجْرَيْنِ. قَالَ " أَجَلْ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصِيبُهُ أَذًى، إِلاَّ حَاتَّ اللَّهُ عَنْهُ خَطَايَاهُ، كَمَا تَحَاتُّ وَرَقُ الشَّجَرِ "

Terjemahan: Dari Abdullah (bin Mas'ud): Saya mengunjungi Nabi ﷺ dalam keadaan sakit dan beliau mengalami demam yang tinggi. Saya berkata, "Engkau mengalami demam yang tinggi. Apakah itu karena engkau akan mendapatkan pahala ganda?" Beliau menjawab, "Ya, karena tidak ada seorang Muslim pun yang tertimpa suatu bahaya, melainkan Allah akan menghapuskan dosanya seperti daun-daun pohon yang rontok."

Dalil Al-Qur'an yang relevan:

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ

QS. Asy-Syura [42]: 30

Terjemahan: "Dan musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)."

Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini menunjukkan bahwa musibah bisa menjadi penghapus dosa dan peringatan, namun Allah tetap memaafkan banyak kesalahan hamba-Nya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki makna yang sangat mendalam tentang hikmah di balik sakit dan penderitaan. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu mengunjungi Nabi ﷺ yang sedang sakit berat, dan beliau bertanya apakah sakit yang diderita Nabi ﷺ akan mendatangkan pahala ganda. Nabi ﷺ membenarkan dan menjelaskan bahwa setiap Muslim yang tertimpa gangguan atau bahaya, Allah akan menghapus dosa-dosanya.

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan sabar dalam menghadapi sakit, dan bahwa sakit dapat menjadi kafarat (penebus) dosa. Beliau juga menyebutkan bahwa pahala ganda bagi Nabi ﷺ adalah karena beliau menghadapi sakit dengan kesabaran sempurna dan derajatnya yang tinggi di sisi Allah.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ungkapan "seperti daun-daun pohon yang rontok" adalah perumpamaan yang indah tentang bagaimana dosa-dosa berguguran dengan mudah dan menyeluruh. Beliau juga menukil pendapat ulama bahwa sakit yang menimpa seorang Muslim, baik ringan maupun berat, dapat menjadi penghapus dosa selama ia tidak mengeluh secara berlebihan atau meninggalkan kewajiban.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa musibah dan sakit adalah sarana untuk meningkatkan derajat seorang hamba dan menghapus dosanya. Beliau menekankan pentingnya ridha dan sabar dalam menghadapi ujian.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat QS. Asy-Syura [42]: 30 menunjukkan bahwa musibah yang menimpa manusia adalah akibat perbuatan mereka sendiri, namun Allah Maha Pengampun dan menghapus banyak dosa. Ini sejalan dengan hadits di atas.

Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Sebagian ulama seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menekankan bahwa penghapusan dosa berlaku untuk dosa kecil, sedangkan dosa besar memerlukan taubat. Namun, pendapat yang paling kuat adalah bahwa sakit dapat menghapus dosa kecil dan mengurangi dosa besar jika disertai taubat, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Rajab dan As-Sa'di.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang seseorang yang sakit dan tidak bisa shalat berdiri. Beliau menjawab bahwa sakit adalah ujian yang dapat menghapus dosa, dan seorang Muslim harus tetap berusaha melaksanakan kewajibannya sesuai kemampuan. Kisah ini menunjukkan bagaimana salafus shalih memahami hadits ini dengan penuh kesabaran dan ketawakalan kepada Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Sakit dan musibah adalah sarana penghapus dosa bagi seorang Muslim yang sabar.
  2. Hendaknya seorang Muslim tidak mengeluh berlebihan saat sakit, tetapi bersabar dan ridha.
  3. Sakit dapat meningkatkan derajat seseorang di sisi Allah jika dihadapi dengan iman dan taqwa.
  4. Tetap melaksanakan kewajiban agama sesuai kemampuan saat sakit.
  5. Berbaik sangka kepada Allah, karena setiap ujian mengandung hikmah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?