Penjelasan Hadits Bukhari No. 563 tentang Larangan menyebut shalat Maghrib dengan Isya

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa shalat yang wajib setelah terbenamnya matahari memiliki nama syar'i yang baku, yaitu Maghrib. Nabi ﷺ melarang kita mengikuti kebiasaan orang Badui yang menamainya "Isya", karena penamaan yang benar adalah bagian dari menjaga syiar dan istilah agama. Ini bukan sekadar soal nama, tetapi soal menjaga ketepatan istilah yang diajarkan syariat.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Mawaqit ash-Shalah (Waktu-Waktu Shalat), Bab "Bab Siapa yang Membenci Disebutnya Maghrib dengan 'Isya'", nomor 563.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا أَبُو مَعْمَرٍ — هُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَمْرٍو — قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ، عَنِ الْحُسَيْنِ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بُرَيْدَةَ، قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ الْمُزَنِيُّ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ: «لَا تَغْلِبَنَّكُمُ الْأَعْرَابُ عَلَى اسْمِ صَلَاتِكُمُ الْمَغْرِبِ». قَالَ الْأَعْرَابُ وَتَقُولُ هِيَ الْعِشَاءُ.

Terjemahan: Dari Abdullah Al-Muzani, bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Janganlah orang-orang Badui mengalahkan kalian atas nama shalat Maghrib kalian." Orang Badui menyebutnya 'Isya.

Hadits senada juga diriwayatkan Imam Muslim dan Abu Dawud, menunjukkan kuatnya riwayat ini.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Nabi ﷺ mengingatkan para sahabat agar tidak mengikuti kebiasaan orang Arab Badui yang menamai shalat Maghrib dengan "Isya". Dalam syariat, "Isya" adalah nama untuk shalat yang dikerjakan setelah hilangnya cahaya merah di ufuk (yaitu shalat Isya yang sebenarnya), sedangkan shalat setelah terbenamnya matahari dinamakan Maghrib.

Bagaimana para ulama memahami hadits ini:

  • Imam Al-Bukhari memasukkan hadits ini dalam bab khusus tentang "siapa yang membenci disebutnya Maghrib dengan 'Isya'", menunjukkan bahwa beliau memandang penamaan ini sebagai perkara yang perlu dijaga, bukan sekadar istilah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa larangan ini bersifat ta'dib (pendidikan adab) dan menjaga istilah syar'i, bukan larangan yang sampai derajat haram. Beliau menyebutkan bahwa sebagian ulama membencinya karena dapat menimbulkan kerancuan antara Maghrib dan Isya.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa nama-nama shalat yang lima adalah tauqifiyyah (ditetapkan oleh syariat), sehingga sebaiknya tidak diubah.
  • Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan pentingnya menjaga istilah-istilah syar'i agar tidak tercampur dengan istilah budaya lokal yang bisa mengaburkan makna.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama memandang larangan ini sebagai makruh (dibenci), bukan haram, karena tujuannya menjaga kejelasan istilah. Pendapat yang paling kuat — sebagaimana ditegaskan Ibnu Hajar — adalah bahwa ini adalah larangan adab dan hifzh al-syi'ar (menjaga syiar agama), bukan pengharaman.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sebagian orang Arab Badui yang baru masuk Islam masih membawa kebiasaan lama mereka, termasuk menamai shalat Maghrib dengan "Isya". Nabi ﷺ yang lembut namun tegas dalam menjaga istilah syariat pun mengingatkan para sahabat agar tidak terbawa kebiasaan tersebut. Ini menunjukkan bahwa Islam memperhatikan bahkan hal-hal kecil seperti penamaan, karena nama adalah cermin dari pemahaman. Imam Al-Bukhari mengabadikan hadits ini dalam bab khusus, menunjukkan betapa para ulama salaf sangat teliti dalam menjaga istilah-istilah agama.

Kesimpulan Praktis

  1. Sebutlah shalat setelah terbenamnya matahari dengan Maghrib, bukan "Isya".
  2. Jagalah istilah-istilah syar'i dalam ibadah agar tidak tercampur dengan kebiasaan yang bisa mengaburkan makna.
  3. Pahami bahwa menjaga adab dalam beribadah — termasuk penamaan — adalah bagian dari ketaatan.
  4. Jangan mudah terpengaruh kebiasaan lingkungan jika bertentangan dengan petunjuk Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?