Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa para sahabat biasa melaksanakan shalat Maghrib bersama Nabi ﷺ tepat di awal waktunya, yaitu segera setelah matahari terbenam dan hilang dari ufuk. Ini menunjukkan bahwa menyegerakan shalat Maghrib di awal waktu adalah sunnah yang dijaga oleh Nabi ﷺ dan para sahabatnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Teks Arab hadits (sesuai yang Anda sertakan):
حَدَّثَنَا الْمَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ، قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدٍ، عَنْ سَلَمَةَ، قَالَ كُنَّا نُصَلِّي مَعَ النَّبِيِّ ﷺ الْمَغْرِبَ إِذَا تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ
Terjemahan: Salamah berkata: "Kami biasa shalat Maghrib bersama Nabi ﷺ ketika matahari telah hilang di balik tabir (ufuk)."
Hadits pendukung dari riwayat lain:
Dalam Shahih Muslim, dari Salamah bin Al-Akwa' radhiyallahu 'anhu, ia berkata:
كُنَّا نُصَلِّي مَعَ رَسُولِ اللهِ ﷺ الْمَغْرِبَ حِينَ تَغْرُبُ الشَّمْسُ
"Kami shalat Maghrib bersama Rasulullah ﷺ ketika matahari terbenam." (HR. Muslim, no. 636)
Kaitan dengan ulama:
Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa para ulama sepakat (ijma') bahwa awal waktu Maghrib adalah ketika matahari terbenam. Beliau juga menukil kesepakatan ulama bahwa menyegerakan shalat Maghrib di awal waktunya adalah lebih utama, berdasarkan hadits-hadits shahih ini.
Penjelasan Rinci
Para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in memahami hadits ini sebagai dalil bahwa shalat Maghrib memiliki waktu yang sempit dan harus disegerakan. Mari kita perhatikan penjelasan beberapa ulama:
1. Pemahaman Imam Asy-Syafi'i dan ulama madzhab:
Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menjelaskan bahwa waktu Maghrib menurut pendapat yang kuat adalah satu waktu saja, yaitu sejak terbenamnya matahari hingga hilangnya mega merah (syafaq). Namun beliau menegaskan bahwa menyegerakan shalat Maghrib di awal waktunya adalah lebih utama, dan inilah yang dilakukan oleh Nabi ﷺ secara kontinu.
2. Penjelasan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari:
Saat menjelaskan hadits ini, Ibnu Hajar berkata: "Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa menyegerakan shalat Maghrib adalah sunnah yang ditekankan. Kata تَوَارَتْ بِالْحِجَابِ (hilang di balik tabir) adalah kinayah (kiasan) tentang tenggelamnya matahari secara sempurna dari pandangan."
Beliau juga menukil perkataan Imam At-Tirmidzi bahwa para ulama dari kalangan sahabat dan tabi'in sepakat bahwa waktu Maghrib adalah ketika matahari terbenam, dan mereka tidak berbeda pendapat bahwa menyegerakannya lebih utama.
3. Penjelasan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin:
Beliau dalam Asy-Syarh Al-Mumti' menjelaskan bahwa hikmah disegerakannya shalat Maghrib adalah karena waktu Maghrib itu singkat. Berbeda dengan shalat lainnya, waktu Maghrib hanya berlangsung sekitar satu hingga satu setengah jam saja (hingga hilangnya mega merah). Karena itu, menunda-nunda shalat Maghrib berisiko membuat seseorang keluar dari waktunya.
4. Hikmah dari kisah para sahabat:
Salamah bin Al-Akwa' radhiyallahu 'anhu yang meriwayatkan hadits ini adalah seorang sahabat yang terkenal pemberani dan ahli perang. Beliau menyaksikan langsung bagaimana Nabi ﷺ tidak pernah menunda shalat Maghrib. Ini menunjukkan bahwa kesegeraan dalam beribadah adalah akhlak para nabi dan orang-orang shalih.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Umar bin Abdul Aziz rahimahullah — salah seorang khalifah dari tabi'in yang sangat zuhud — ketika menjadi khalifah, beliau sangat menjaga shalat di awal waktunya. Suatu ketika beliau sedang bermusyawarah dengan para pejabatnya tentang urusan kaum muslimin. Ketika masuk waktu shalat, beliau segera menghentikan pembicaraan dan berkata: "Shalat lebih berhak atas kita daripada urusan dunia ini."
Beliau kemudian shalat tepat di awal waktu, lalu kembali melanjutkan musyawarahnya. Ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat menjaga shalat di awal waktu, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ dalam hadits di atas.
Kesimpulan Praktis
- Segera shalat Maghrib ketika matahari telah terbenam sempurna, jangan ditunda-tunda.
- Jangan menunggu lama setelah adzan Maghrib, karena waktu Maghrib itu singkat.
- Jadikan shalat sebagai prioritas utama — sebagaimana Nabi ﷺ tidak pernah menunda shalat karena kesibukan apapun.
- Perhatikan tanda waktu Maghrib yaitu hilangnya bulatan matahari secara sempurna di ufuk barat.
- Biasakan diri untuk shalat berjamaah di masjid sebagaimana para sahabat melakukannya bersama Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.