Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menyembelih hewan kurban dengan tangan beliau sendiri, sambil menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi leher hewan. Ini menjadi dalil bahwa menyembelih kurban dengan tangan sendiri adalah sunnah yang utama, dan bahwa menyebut nama Allah (bismillah) serta takbir disyariatkan saat menyembelih.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Kurban, Bab Siapa yang Menyembelih Kurban dengan Tangan Sendiri (no. 5558).
Teks hadits:
ضَحَّى النَّبِيُّ ﷺ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ، فَرَأَيْتُهُ وَاضِعًا قَدَمَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا يُسَمِّي وَيُكَبِّرُ، فَذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ
Terjemahan: "Nabi ﷺ menyembelih dua ekor domba yang berwarna hitam dan putih (sebagai kurban), dan saya melihatnya meletakkan kakinya di sisi mereka dan menyebut nama Allah serta Takbir (Allahu Akbar). Kemudian dia menyembelihnya dengan tangannya sendiri."
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
QS. Al-Kautsar [108]: 2
Terjemahan: "Maka dirikanlah shalat untuk Tuhanmu dan sembelihlah (kurban)."
وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
QS. Al-Hajj [22]: 36
Terjemahan: "Dan unta-unta itu Kami jadikan untukmu bagian dari syiar agama Allah, kamu memperoleh kebaikan padanya. Maka sebutlah nama Allah (ketika menyembelihnya) dalam keadaan berdiri. Kemudian apabila telah rebah (mati), maka makanlah sebagiannya dan berilah makan orang yang merasa cukup dan orang yang meminta-minta. Demikianlah Kami tundukkan (unta-unta itu) untukmu agar kamu bersyukur."
Penjelasan Rinci
Hadits ini menjelaskan beberapa hal penting yang dipahami oleh para ulama dalam daftar rujukan:
Pertama: Menyembelih dengan tangan sendiri adalah sunnah yang utama.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa bab ini sengaja dibuat oleh Al-Bukhari untuk menunjukkan keutamaan menyembelih kurban dengan tangan sendiri, karena Nabi ﷺ melakukannya sendiri meskipun beliau bisa memerintahkan orang lain. Ini menunjukkan bahwa menyembelih sendiri lebih afdhal bagi yang mampu, karena mengandung makna taqarrub (mendekatkan diri) secara langsung dan meneladani Nabi ﷺ.
Kedua: Disyariatkan menyebut nama Allah dan takbir.
Anas menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengucapkan bismillah dan Allahu Akbar saat menyembelih. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa menyebut nama Allah hukumnya wajib saat menyembelih, berdasarkan QS. Al-Hajj [22]: 36 dan hadits-hadits lain. Sedangkan takbir hukumnya sunnah. Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa menyebut nama Allah saat menyembelih adalah syiar Islam yang membedakan dari cara-cara sembelihan orang musyrik.
Ketiga: Meletakkan kaki di sisi leher hewan.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ meletakkan kaki beliau di sisi leher domba untuk menenangkan hewan dan mempercepat proses penyembelihan, sehingga hewan tidak banyak bergerak dan tidak tersiksa. Ini menunjukkan kasih sayang Islam terhadap hewan, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Sesungguhnya Allah menetapkan ihsan (berbuat baik) atas segala sesuatu..." (HR. Muslim).
Keempat: Jumlah dua ekor domba.
Dalam riwayat lain di Shahih Al-Bukhari, Nabi ﷺ menyembelih dua ekor domba: satu untuk beliau dan keluarga, satu untuk umat beliau. Ibnu Hajar menyebutkan bahwa ini menunjukkan bolehnya berkurban untuk diri sendiri dan keluarga dalam satu hewan, serta bolehnya seseorang menyembelih lebih dari satu hewan.
Kelima: Warna amlah (hitam-putih).
Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa domba amlah adalah domba yang warna bulunya campuran hitam dan putih, dan ini adalah warna yang paling baik untuk kurban menurut sebagian ulama, karena Nabi ﷺ memilihnya.
Story Telling
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, pelayan Nabi ﷺ yang setia, menceritakan pemandangan yang beliau saksikan langsung di hari Idul Adha. Beliau melihat Nabi ﷺ dengan penuh kekhusyukan meletakkan kaki beliau di sisi leher dua domba berwarna hitam-putih, lalu mengucapkan bismillah dan Allahu Akbar, kemudian menyembelih dengan tangan beliau sendiri. Anas yang saat itu masih muda memperhatikan setiap gerakan Nabi ﷺ dengan teliti, sehingga beliau bisa menceritakan detailnya kepada generasi berikutnya. Qatadah bin Di'amah as-Sadusi, salah satu tabi'in yang meriwayatkan hadits ini dari Anas, kemudian menyampaikannya kepada murid-muridnya seperti Syu'bah bin al-Hajjaj, hingga sampai kepada Imam Al-Bukhari. Hikmahnya: seorang Muslim hendaknya meneladani Nabi ﷺ dalam setiap ibadah, termasuk dalam menyembelih kurban, dengan penuh adab, kasih sayang kepada hewan, dan niat ikhlas karena Allah.
Kesimpulan Praktis
- Disunnahkan menyembelih hewan kurban dengan tangan sendiri jika mampu, karena ini adalah teladan Nabi ﷺ.
- Wajib menyebut nama Allah (bismillah) saat menyembelih, dan disunnahkan bertakbir (Allahu Akbar).
- Disunnahkan meletakkan kaki di sisi leher hewan untuk menenangkan dan mempercepat penyembelihan.
- Berkurban untuk diri sendiri dan keluarga dalam satu hewan adalah boleh, sebagaimana Nabi ﷺ melakukannya.
- Hendaknya menyembelih dengan penuh kasih sayang kepada hewan, tidak menyiksa, dan mempercepat prosesnya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.