Tentu, berikut penjelasan hadits tersebut sesuai format dan aturan yang telah ditetapkan.
Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ pernah berkurban dengan dua ekor domba. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, sebagai sahabat yang meriwayatkan hadits ini, juga meneladani beliau dengan berkurban dua ekor domba. Ini menunjukkan bahwa berkurban lebih dari satu hewan diperbolehkan dan pernah dipraktikkan langsung oleh Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Kurban, Bab Kurban Nabi ﷺ dengan Dua Domba yang Bertanduk dan Disebutkan Domba yang Gemuk, nomor 5553, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ صُهَيْبٍ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ ـ رضى الله عنه ـ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يُضَحِّي بِكَبْشَيْنِ وَأَنَا أُضَحِّي بِكَبْشَيْنِ
Terjemahan: "Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abi Iyas, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Shuhaib, ia berkata: Aku mendengar Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: 'Nabi ﷺ biasa berkurban dengan dua domba, dan aku juga biasa berkurban dengan dua domba.'"
Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar disyariatkannya kurban:
QS. Al-Kautsar [108]: 2
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Terjemahan: "Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah."
Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan untuk menyembelih kurban sebagai bentuk ibadah dan pendekatan diri kepada Allah, dan ini adalah sunnah yang sangat ditekankan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan beberapa poin penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:
- Bolehnya Berkurban Lebih dari Satu Hewan: Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa seseorang boleh berkurban dengan lebih dari satu hewan, dan itu lebih utama daripada hanya satu, karena Nabi ﷺ sendiri melakukannya. Ini juga menunjukkan keutamaan berkurban dan besarnya perhatian Nabi ﷺ terhadap ibadah ini.
- Teladan Sahabat: Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, yang merupakan sahabat yang mulia dan pelayan Nabi ﷺ, meneladani beliau dengan berkurban dua domba. Ini menunjukkan semangat para sahabat dalam mengikuti sunnah Nabi ﷺ, sebagaimana yang sering ditekankan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam kitabnya tentang meneladani Nabi ﷺ.
- Jenis Hewan: Hadits ini menyebutkan "kabsyain" (dua domba jantan). Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa domba jantan yang gemuk dan bertanduk lebih utama untuk kurban, sebagaimana disebutkan dalam judul bab Al-Bukhari. Ini menunjukkan bahwa memilih hewan kurban yang terbaik adalah bagian dari ibadah.
- Jumlah dan Waktu: Para ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa berkurban dengan satu hewan sudah sah dan mencukupi untuk satu keluarga, namun menambah jumlahnya adalah lebih afdhal (utama). Hadits ini juga menunjukkan bahwa kurban dilakukan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu setelah shalat Idul Adha, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits lain.
- Hikmah: Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa kurban adalah bentuk syukur kepada Allah atas nikmat-Nya, dan juga sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Berkurban dengan dua hewan menunjukkan kesungguhan dan kecintaan dalam beribadah.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, yang telah melayani Nabi ﷺ selama sepuluh tahun, selalu memperhatikan setiap gerak-gerik dan ibadah beliau. Ketika beliau melihat Nabi ﷺ berkurban dengan dua domba, beliau pun menirunya. Ini menunjukkan betapa besar kecintaan dan keteladanan para sahabat kepada Nabi ﷺ. Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya menempatkan hadits ini dalam bab khusus tentang kurban Nabi ﷺ dengan dua domba, yang menunjukkan perhatian beliau terhadap detail sunnah ini.
Kesimpulan Praktis
- Berkurban adalah ibadah yang sangat dianjurkan dan merupakan sunnah Nabi ﷺ.
- Berkurban dengan lebih dari satu hewan diperbolehkan dan lebih utama.
- Memilih hewan kurban yang terbaik (gemuk, bertanduk, sehat) adalah bagian dari kesempurnaan ibadah.
- Meneladani Nabi ﷺ dalam ibadah adalah kewajiban setiap Muslim, sebagaimana dicontohkan oleh para sahabat.
- Hendaknya kita bersemangat dalam melaksanakan kurban, terutama bagi yang mampu, sebagai bentuk syukur dan pendekatan diri kepada Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.