Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 555 tentang Keutamaan shalat Ashar dan Fajr disaksikan malaikat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat agung dari Nabi ﷺ tentang keutamaan shalat Subuh dan Ashar. Hadits ini mengajarkan bahwa para malaikat malam dan siang bergantian menjaga manusia, dan mereka berkumpul pada dua waktu shalat tersebut. Mereka naik menghadap Allah dan bersaksi bahwa mereka mendapati hamba-hamba-Nya sedang shalat. Ini menunjukkan betapa istimewanya dua shalat ini di sisi Allah, dan menjadi dorongan bagi kita untuk menjaganya dengan sungguh-sungguh.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Waktu Shalat, Bab Keutamaan Shalat Ashar, nomor 555, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Al-Masajid wa Mawadhi' ash-Shalah, nomor 632.

Terdapat ayat Al-Qur'an yang sangat erat kaitannya dengan makna hadits ini, yaitu firman Allah Ta'ala:

QS. Al-Isra' [17]: 78

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

"Dirikanlah shalat dari setelah matahari tergelincir sampai gelapnya malam dan (laksanakanlah) shalat Subuh. Sungguh, shalat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat)."

Ayat ini menegaskan bahwa shalat Subuh disaksikan oleh para malaikat, yang sejalan dengan penjelasan hadits di atas. Para ulama, seperti Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim, menjelaskan bahwa yang dimaksud "disaksikan" adalah dihadiri oleh malaikat malam dan malaikat siang.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama:

  1. Adanya Malaikat yang Bergantian Menjaga Manusia: Para ulama, termasuk Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, menjelaskan bahwa Allah Ta'ala mengutus dua kelompok malaikat yang bertugas menjaga dan mencatat amal manusia. Satu kelompok bertugas di malam hari dan kelompok lainnya di siang hari. Mereka bergantian secara teratur.
  2. Waktu Berkumpulnya Para Malaikat: Mereka berkumpul dan bertemu pada dua waktu, yaitu saat shalat Subuh dan shalat Ashar. Ini menunjukkan bahwa kedua waktu tersebut adalah waktu yang sangat mulia dan penuh berkah.
  3. Kesaksian Para Malaikat: Kelompok malaikat yang bertugas di malam hari akan naik ke langit saat pagi, dan kelompok yang bertugas di siang hari akan naik saat sore. Allah bertanya kepada mereka tentang keadaan hamba-hamba-Nya, padahal Allah Maha Mengetahui. Ini adalah untuk memuliakan para malaikat dan meneguhkan kesaksian mereka. Jawaban mereka, "Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datangi mereka dalam keadaan shalat," adalah pujian dan bukti keistiqamahan seorang hamba dalam menjaga shalatnya.
  4. Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil utama tentang keutamaan shalat Subuh dan Ashar. Menjaga kedua shalat ini adalah tanda keimanan yang kuat, karena waktunya terasa berat bagi kebanyakan orang. Shalat Subuh dilakukan di waktu orang terlelap, dan shalat Ashar di waktu orang sibuk dengan aktivitas akhir harinya.
  5. Peringatan bagi yang Lalai: Sebaliknya, hadits ini secara tidak langsung memperingatkan orang yang meremehkan kedua shalat ini. Jika para malaikat bersaksi bahwa mereka mendapati hamba-hamba yang shalat, maka mereka juga akan bersaksi tentang orang-orang yang lalai. Ini adalah kerugian yang sangat besar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah sangat menjaga shalat berjamaah di awal waktu, terutama shalat Subuh dan Ashar. Suatu ketika, beliau ditanya tentang rahasia umur panjang dan keberkahannya dalam ilmu. Beliau menjawab, "Aku tidak tahu, hanya saja aku tidak pernah meninggalkan shalat berjamaah sejak aku baligh, dan aku selalu berdoa kepada Allah agar dipanjangkan umurnya dalam ketaatan." Kisah ini menunjukkan bagaimana para ulama salaf sangat memperhatikan shalat, karena mereka memahami betul keutamaannya, termasuk dari hadits tentang kesaksian malaikat ini. Mereka menjadikan shalat sebagai pondasi utama kehidupan mereka.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  • Menjaga Shalat Subuh dan Ashar: Ini adalah wasiat utama dari hadits ini. Usahakan untuk selalu melaksanakannya tepat waktu dan, jika memungkinkan, berjamaah di masjid bagi laki-laki.
  • Merenungkan Kesaksian Malaikat: Sadarilah bahwa setiap amal kita, terutama shalat, disaksikan oleh para malaikat dan dicatat. Jadikan ini sebagai motivasi untuk memperbaiki kualitas shalat kita.
  • Menjadikan Shalat sebagai Kebiasaan: Berusahalah untuk menjadikan shalat sebagai aktivitas yang melekat dalam keseharian kita, sehingga para malaikat selalu mendapati kita dalam keadaan taat.
  • Menghidupkan Waktu Subuh dan Ashar: Perbanyaklah dzikir dan doa di kedua waktu tersebut, karena merupakan waktu yang penuh berkah dan disaksikan oleh para malaikat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.