Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan keutamaan kurma Ajwa yang jika dimakan tujuh butir pada pagi hari, maka pada hari itu akan menjadi pelindung dari bahaya racun dan sihir. Ini adalah kabar dari Nabi ﷺ yang wajib kita imani dan amalkan sebagai bagian dari sunnah. Ulama menjelaskan bahwa manfaat ini adalah berkah dari Allah yang dikhususkan pada kurma Ajwa dengan jumlah tujuh butir dan waktu pagi.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Makanan, Bab Kurma Ajwa, dari sahabat Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu:
<p>مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً لَمْ يَضُرُّهُ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ</p>
Terjemahan: "Barangsiapa yang makan tujuh butir kurma Ajwa setiap pagi, maka pada hari itu ia tidak akan terkena racun atau sihir."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dengan lafaz yang serupa, dan Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya. Imam Al-Bukhari menempatkannya dalam bab khusus tentang kurma Ajwa, menunjukkan perhatian beliau terhadap keutamaan makanan ini.
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan makanan yang baik dan bermanfaat:
<p>يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ</p>
QS. Al-Baqarah [2]: 168
Terjemahan: "Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu."
Penjelasan Rinci
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan khusus kurma Ajwa yang tumbuh di Madinah. Beliau menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang makna "tidak akan terkena racun atau sihir" — sebagian memahami secara zahir bahwa ini adalah perlindungan langsung dari Allah, dan sebagian lain memahami bahwa ini adalah sebab yang Allah jadikan untuk mencegah bahaya, dengan izin-Nya.
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan "tujuh butir" dan "pagi hari" menunjukkan kekhususan yang tidak boleh diqiyaskan (dianalogikan) secara sembarangan. Beliau juga menyebutkan bahwa kurma Ajwa memiliki keistimewaan karena doa Nabi ﷺ untuk Madinah dan makanan penduduknya.
Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa kurma Ajwa memiliki sifat-sifat khusus yang bermanfaat bagi tubuh, dan bahwa Nabi ﷺ menyebutkan angka tujuh karena itu adalah jumlah yang cukup untuk memberikan efek perlindungan. Beliau menekankan bahwa ini adalah bagian dari pengobatan Nabawi (thibbun nabawi) yang harus diimani dan diamalkan dengan keyakinan bahwa kesembuhan dan perlindungan datang dari Allah.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa hadits ini termasuk kabar ghaib yang wajib diimani, dan bahwa manfaatnya adalah berkah dari Allah yang diberikan kepada hamba-Nya yang mengikuti sunnah Nabi ﷺ dengan penuh keimanan.
Perlu dicatat bahwa para ulama seperti Ibnu Taymiyyah dan Ibnul Qayyim menegaskan bahwa manfaat ini tidak boleh dijadikan alasan untuk meninggalkan usaha medis ketika diperlukan, karena ini adalah sebab di antara sebab-sebab yang Allah tetapkan, bukan pengganti dari pengobatan yang syar'i.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah salah satu sahabat yang doanya dikabulkan oleh Allah. Beliau dikenal sebagai sahabat yang selalu menjaga sunnah Nabi ﷺ, termasuk dalam hal makanan. Suatu ketika, beliau menyampaikan hadits ini kepada para tabi'in, dan mereka pun mengamalkannya dengan penuh keyakinan.
Al-Hasan al-Bashri, seorang tabi'in yang terkenal, pernah menyebutkan bahwa para sahabat Nabi ﷺ sangat memperhatikan makanan yang mereka konsumsi, bukan hanya dari sisi halal-haramnya, tetapi juga dari sisi manfaat dan berkahnya. Mereka meyakini bahwa makanan yang baik akan membantu seseorang dalam beribadah dan menjaga diri dari bahaya.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan sunnah ini dengan makan tujuh butir kurma Ajwa pada pagi hari, dengan niat mengikuti sunnah Nabi ﷺ dan mengharap perlindungan dari Allah.
- Yakini bahwa manfaat dan perlindungan datang dari Allah, bukan dari kurma itu sendiri.
- Jangan tinggalkan usaha medis ketika diperlukan, karena ini adalah bagian dari ikhtiar yang diperintahkan agama.
- Ajarkan sunnah ini kepada keluarga dan anak-anak kita sebagai bagian dari pendidikan iman dan amal.
- Jika tidak menemukan kurma Ajwa, tetap berusaha mencari atau menggantinya dengan kurma lain sambil tetap meyakini bahwa keutamaan khusus ini disebutkan untuk Ajwa.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.