Penjelasan Hadits Bukhari No. 5420 tentang Nabi menyukai labu dalam hidangan tharid

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menyukai labu (ad-dubbā'), dan Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu meneladani beliau sehingga beliau pun mencintai labu seumur hidupnya. Hadits ini juga mengajarkan adab makan bersama, kesederhanaan, dan meneladani sunnah Nabi ﷺ dalam hal-hal yang mubah. Tharid (roti yang diremukkan dengan kuah) adalah makanan yang diberkahi dan pernah dipuji Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

Allah ﷻ berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

(QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Makanan, Bab Tharid, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu (hadits no. 5420).

Kaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan labu (ad-dubbā'), dan bahwa meneladani Nabi ﷺ dalam perkara mubah (seperti makanan) adalah bagian dari kecintaan kepada beliau.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (ketika membahas hadits serupa) menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya makan bersama dan mengikuti kebiasaan baik Nabi ﷺ.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan manfaat labu dan bahwa Nabi ﷺ menyukainya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

1. Keutamaan Tharid

Tharid adalah makanan yang terbuat dari roti yang diremukkan lalu dicampur dengan kuah daging. Nabi ﷺ pernah memuji tharid. Dalam hadits lain yang shahih, beliau bersabda bahwa keutamaan 'Aisyah atas wanita lain seperti keutamaan tharid atas seluruh makanan. Ini menunjukkan tharid adalah makanan yang mulia dan disukai Nabi ﷺ.

2. Keutamaan Labu (Ad-Dubbā')

Nabi ﷺ secara khusus mengambil potongan labu dari piring tersebut. Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan bahwa ini menunjukkan kesukaan beliau terhadap labu. Sebagian ulama menyebutkan manfaat labu bagi kesehatan dan bahwa ia adalah makanan yang ringan serta bermanfaat.

3. Meneladani Nabi ﷺ dalam Perkara Mubah

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, "Sejak saat itu, saya selalu menyukai (makan) labu." Ini menunjukkan bahwa para sahabat tidak hanya meneladani Nabi ﷺ dalam ibadah, tetapi juga dalam hal-hal mubah yang beliau sukai. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa meneladani Nabi ﷺ dalam hal mubah adalah tanda kecintaan yang benar kepada beliau.

4. Adab Makan Bersama

Hadits ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ makan bersama para sahabat, dan Anas membantu beliau dengan meletakkan labu di depan beliau. Ini menunjukkan kelembutan, kerendahan hati, dan kasih sayang Nabi ﷺ kepada para sahabat.

5. Kesederhanaan Nabi ﷺ

Nabi ﷺ mengunjungi seorang pemuda penjahit dan makan di rumahnya. Ini menunjukkan kesederhanaan dan kerendahan hati beliau, serta bahwa beliau tidak segan bergaul dengan semua lapisan masyarakat.

Perbedaan pendapat ulama:

Sebagian ulama menyebutkan bahwa mengambil labu secara khusus adalah sunnah, sementara yang lain mengatakan itu hanya kebiasaan beliau yang mubah. Pendapat yang lebih kuat adalah bahwa itu adalah kebiasaan beliau yang mubah, dan meneladaninya adalah baik, tetapi tidak sampai derajat wajib.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, pelayan Nabi ﷺ selama sepuluh tahun, selalu memperhatikan setiap gerak-gerik Nabi ﷺ. Ketika beliau melihat Nabi ﷺ mengambil labu dari piring tharid, beliau pun mengikuti dan meletakkannya di depan Nabi ﷺ. Sejak hari itu, Anas tidak pernah meninggalkan kecintaannya pada labu.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan kisah ini dalam Shahih-nya, dan Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa ini adalah contoh nyata bagaimana para sahabat meneladani Nabi ﷺ dalam hal-hal kecil sekalipun. Anas bin Malik berkata, "Aku tidak pernah berhenti mencintai labu setelah itu." Ini menunjukkan betapa dalamnya pengaruh Nabi ﷺ terhadap hati para sahabat.

Kesimpulan Praktis

  1. Teladani Nabi ﷺ dalam hal mubah — seperti makanan yang beliau sukai — sebagai tanda cinta kepada beliau.
  2. Makanlah tharid dan makanan yang halal serta baik, karena tharid memiliki keutamaan.
  3. Jangan malu bergaul dengan semua orang, sebagaimana Nabi ﷺ mengunjungi seorang penjahit sederhana.
  4. Ajarkan anak-anak dan keluarga untuk mencintai sunnah Nabi ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.
  5. Bersikap lembut dan rendah hati dalam pergaulan, meneladani akhlak Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?