Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menyukai labu (ad-dubba'), dan beliau memilih serta mengikuti potongan labu di sekitar piring saat makan bersama. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu yang menyertai beliau pun tumbuh mencintai labu sejak hari itu. Hadits ini juga mengajarkan adab makan bersama, yaitu tidak memilih-milih secara berlebihan dan tetap memperhatikan perasaan tuan rumah serta orang lain.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Makanan, Bab Siapa yang Mengambil Sayur dari Sekitar Piring Bersama Temannya, Jika Ia Tidak Tahu Ada Kebencian, nomor 5379, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، عَنْ مَالِكٍ، عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ، أَنَّهُ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ، يَقُولُ إِنَّ خَيَّاطًا دَعَا رَسُولَ اللَّهِ ﷺ لِطَعَامٍ صَنَعَهُ ـ قَالَ أَنَسٌ ـ فَذَهَبْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَرَأَيْتُهُ يَتَتَبَّعُ الدُّبَّاءَ مِنْ حَوَالَىِ الْقَصْعَةِ ـ قَالَ ـ فَلَمْ أَزَلْ أُحِبُّ الدُّبَّاءَ مِنْ يَوْمِئِذٍ
Terjemahan ringkas: "Seorang penjahit mengundang Rasulullah ﷺ untuk makan yang telah disiapkannya. Aku pergi bersama Rasulullah ﷺ dan melihat beliau mencari potongan labu dari berbagai sisi piring. Sejak hari itu aku selalu menyukai labu."
Hadits ini juga memiliki riwayat lain dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu tentang labu, sebagaimana disebutkan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim, dan Imam An-Nawawi menjelaskan dalam Syarh Shahih Muslim bahwa Nabi ﷺ memang menyukai labu.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:
Pertama: Anjuran memenuhi undangan makan. Nabi ﷺ memenuhi undangan seorang penjahit, yang menunjukkan bahwa memenuhi undangan makan adalah sunnah, terutama jika yang mengundang adalah orang baik dan tujuannya baik. Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa memenuhi undangan makan termasuk adab yang dianjurkan, selama tidak ada kemungkaran di dalamnya.
Kedua: Nabi ﷺ menyukai labu. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu menyaksikan sendiri bahwa Nabi ﷺ mencari potongan labu di sekitar piring. Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa ini menunjukkan bolehnya menyatakan rasa suka terhadap makanan tertentu, dan bahwa hal itu tidak mengurangi sifat zuhud Nabi ﷺ. Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma'ad menyebutkan bahwa labu termasuk makanan yang disukai Nabi ﷺ dan bermanfaat.
Ketiga: Adab makan bersama. Judul bab yang dipilih Imam Al-Bukhari menunjukkan bahwa seorang makan bersama orang lain hendaknya tidak hanya mengambil bagian yang paling enak untuk dirinya, terlebih jika ia tidak tahu apakah orang lain juga menyukainya. Namun jika makanan itu banyak dan tuan rumah mempersilakan, maka mengambil bagian yang disukai dari sekitar piring tidaklah mengapa, sebagaimana Nabi ﷺ mengambil labu. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa perbuatan Nabi ﷺ ini dipahami sebagai bentuk kasih sayang beliau kepada tuan rumah, karena beliau menikmati makanan yang disajikan.
Keempat: Meneladani Nabi ﷺ dalam hal makanan. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, "Aku senantiasa menyukai labu sejak hari itu." Ini menunjukkan bahwa kecintaan kepada Nabi ﷺ mendorong para sahabat untuk mencintai apa yang beliau cintai, termasuk dalam hal makanan yang mubah. Ini adalah bentuk ittiba' (mengikuti) yang lembut dan penuh adab.
Kelima: Catatan tentang 'Umar bin Abi Salamah. Dalam sebagian riwayat, 'Umar bin Abi Salamah radhiyallahu 'anhu menyebutkan bahwa Nabi ﷺ berkata kepadanya, "Makanlah dengan tangan kananmu." Ini adalah hadits lain yang juga terdapat dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim, dan menunjukkan adab makan dengan tangan kanan. Imam An-Nawawi menyebutkan bahwa makan dengan tangan kanan adalah perintah yang wajib menurut jumhur ulama, kecuali ada udzur.
Story Telling
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu adalah pelayan Nabi ﷺ selama sepuluh tahun. Beliau sangat memperhatikan setiap gerak-gerik Nabi ﷺ, termasuk dalam hal makan. Suatu hari, seorang penjahit mengundang Nabi ﷺ untuk makan. Anas ikut bersama beliau. Ia melihat Nabi ﷺ dengan lembut mencari potongan labu di sekitar piring. Anas yang masih muda saat itu memperhatikan dengan seksama, dan sejak hari itu ia selalu menyukai labu. Kisah ini menunjukkan betapa besar pengaruh teladan Nabi ﷺ terhadap hati para sahabat, sampai-sampai hal kecil seperti makanan pun menjadi sarana mendekatkan diri kepada beliau. Imam Al-Bukhari meriwayatkan kisah ini dalam bab tentang adab makan bersama, agar umat Islam meneladani akhlak Nabi ﷺ dalam bermuamalah dan makan bersama.
Kesimpulan Praktis
- Memenuhi undangan makan adalah sunnah, terutama jika yang mengundang adalah orang baik.
- Boleh menyatakan suka terhadap makanan tertentu, dan itu tidak mengurangi keimanan.
- Saat makan bersama, hendaknya tidak hanya mengambil bagian yang paling enak tanpa memperhatikan orang lain, kecuali makanan itu banyak dan tuan rumah mempersilakan.
- Makan dengan tangan kanan adalah perintah Nabi ﷺ.
- Meneladani Nabi ﷺ dalam hal-hal mubah, seperti makanan, adalah bentuk cinta kepada beliau.
- Hendaknya kita menjaga adab terhadap tuan rumah dan orang yang makan bersama kita.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.