Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan kisah Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu yang jatuh pingsan karena kelaparan, lalu Rasulullah ﷺ menolongnya dengan susu hingga kenyang. Hadits ini mengajarkan kasih sayang Nabi ﷺ kepada sahabat, keutamaan berbagi makanan, dan adab memuliakan tamu. Juga menunjukkan kelembutan 'Umar radhiyallahu 'anhu dan pengakuannya atas keutamaan Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Makanan, Bab Firman Allah: "Makanlah dari yang baik-baik dari apa yang Kami berikan kepada kalian." Perawinya Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu melalui Abu Hazim.
Ayat yang menjadi judul bab:
QS. Al-Baqarah [2]: 172
وَيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepada kalian, dan bersyukurlah kepada Allah jika benar-benar kepada-Nya kalian menyembah."
Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa bab ini menunjukkan anjuran memakan makanan halal dan baik, serta bersyukur. Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan pentingnya makanan halal bagi terkabulnya doa. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa "thayyibat" mencakup halal dan lezat, bukan yang haram atau kotor.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menggambarkan kondisi Abu Hurairah yang sangat lapar hingga jatuh tersungkur. Ia meminta 'Umar membacakan ayat Al-Qur'an, bukan karena tidak tahu, tetapi untuk mengalihkan perhatian dari rasa lapar atau mencari perhatian. 'Umar masuk rumah dan membacakan ayat, namun tidak memberinya makan — mungkin karena keterbatasan atau belum menyadari kondisi beratnya. Lalu Rasulullah ﷺ datang, mengetahui keadaannya, dan menuntunnya ke rumah beliau. Nabi ﷺ memerintahkan susu dalam mangkuk besar, dan Abu Hurairah minum berkali-kali hingga perutnya penuh.
Imam Al-Bukhari menempatkan hadits ini dalam Kitab Makanan untuk menunjukkan:
- Anjuran memberi makan orang yang kelaparan.
- Keutamaan susu sebagai makanan yang mengenyangkan.
- Kasih sayang Nabi ﷺ kepada sahabatnya.
- Adab memuliakan tamu dan mencukupi kebutuhannya.
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengetahui kondisi Abu Hurairah melalui wahyu atau firasat, lalu menolongnya secara langsung. Ini menunjukkan kepemimpinan Nabi ﷺ yang peduli terhadap rakyatnya. Imam An-Nawawi menambahkan bahwa hadits ini mendorong untuk bersyukur atas rezeki dan tidak mengeluh berlebihan.
Perkataan Abu Hurairah kepada 'Umar: "Aku memintamu membacakan ayat padahal aku lebih tahu tentangnya darimu" — ini bukan celaan, tetapi ungkapan kejujuran bahwa ia sebenarnya hafal ayat tersebut, hanya saja ia sedang dalam kesulitan. 'Umar menjawab dengan kelembutan: "Jika aku menjamu kamu, itu lebih aku cintai daripada memiliki unta merah." Ini menunjukkan penyesalan 'Umar karena tidak menyadari kondisi Abu Hurairah, dan pengakuan bahwa menolong orang lapar lebih berharga dari harta.
Story Telling
Dikisahkan bahwa Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu suatu hari keluar dalam keadaan sangat lapar. Ia bertemu 'Umar bin Al-Khattab dan meminta dibacakan ayat Al-Qur'an. 'Umar membawanya ke rumah dan membacakan ayat, tetapi tidak memberinya makan. Setelah keluar, Abu Hurairah jatuh tersungkur karena lemah. Tiba-tiba Rasulullah ﷺ berdiri di dekat kepalanya, memanggil namanya dengan lembut, lalu mengangkatnya dan membawanya ke rumah. Nabi ﷺ memerintahkan susu, dan Abu Hurairah minum hingga perutnya seperti mangkuk penuh. Kemudian ia bertemu 'Umar dan menceritakan kejadian itu. 'Umar berkata, "Demi Allah, seandainya aku yang menjamu kamu, itu lebih aku cintai daripada memiliki unta merah yang mahal." (HR. Al-Bukhari no. 5375)
Hikmah: Nabi ﷺ adalah teladan dalam menolong yang lemah, dan para sahabat saling mengingatkan dengan kasih sayang.
Kesimpulan Praktis
- Berbagi makanan kepada yang kelaparan adalah ibadah yang sangat dianjurkan.
- Hendaknya kita peka terhadap kondisi orang di sekitar, terutama yang kesusahan.
- Makanan halal dan baik adalah sebab terkabulnya doa dan keberkahan.
- Menolong orang lain lebih berharga daripada harta benda.
- Teladani kasih sayang Nabi ﷺ dan kelembutan para sahabat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.