Penjelasan Hadits Bukhari No. 5293 tentang Tawaf sambil menunggang unta dan isyarat takbir

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggabungkan dua hal: (1) bolehnya berisyarat dalam ibadah, khususnya saat tawaf di atas kendaraan ketika tidak mampu menyentuh atau mencium Hajar Aswad, dan (2) kabar tentang terbukanya tembok Ya'juj dan Ma'juj sebagai tanda dekatnya hari kiamat. Hadits ini mengajarkan bahwa Islam memberi kemudahan (rukhsah) dalam beribadah, dan bahwa isyarat dengan anggota tubuh dapat menggantikan perbuatan yang tidak mampu dilakukan, sebagaimana isyarat juga sah dalam urusan talak dan lainnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Shahih Al-Bukhari, Kitab Talak, Bab Isyarat dalam Talak dan Urusan, no. 5293, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Ayat Al-Qur'an yang Terkait (tentang Ya'juj dan Ma'juj):

QS. Al-Kahfi [18]: 94-95 (potongan yang relevan):

وَقَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

"Mereka berkata, 'Wahai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu berbuat kerusakan di bumi. Maka bolehkah kami memberimu upah agar engkau membuatkan penghalang antara kami dan mereka?'"

QS. Al-Anbiya' [21]: 96:

حَتَّىٰ إِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوجُ وَمَأْجُوجُ وَهُمْ مِنْ كُلِّ حَدَبٍ يَنْسِلُونَ

"Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi."

Penjelasan Ulama tentang Hadits Ini:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bolehnya berisyarat dalam tawaf ketika seseorang berada di atas kendaraan, dan isyarat tersebut menggantikan posisi istilam (menyentuh atau mencium Hajar Aswad). Beliau juga menjelaskan bahwa isyarat Nabi ﷺ dengan membentuk angka 90 (dengan ibu jari dan jari telunjuk) adalah untuk menunjukkan ukuran lubang yang terbuka dari tembok Ya'juj dan Ma'juj.

Penjelasan Rinci

Pertama: Isyarat dalam Tawaf

Dalam hadits ini, Rasulullah ﷺ melakukan tawaf di atas untanya pada saat haji Wada'. Ini menunjukkan bahwa tawaf boleh dilakukan di atas kendaraan, terutama bagi orang yang memiliki udzur atau untuk memberikan contoh kepada umat. Setiap kali beliau sampai di sudut Ka'bah yang terdapat Hajar Aswad, beliau berisyarat dengan tangannya dan bertakbir.

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa isyarat ini menggantikan istilam (menyentuh Hajar Aswad) bagi orang yang tidak mampu menjangkaunya. Ini adalah bentuk keringanan dari Allah ﷻ, karena tujuan utama adalah menghidupkan sunnah dan mengagungkan syi'ar Allah.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menambahkan bahwa isyarat dengan tangan ini juga menunjukkan bahwa dalam keadaan darurat atau sulit, seseorang boleh mengganti perbuatan fisik dengan isyarat, sebagaimana dalam bab talak, isyarat orang bisu dianggap sah.

Kedua: Kabar tentang Ya'juj dan Ma'juj

Bagian kedua hadits ini adalah perkataan Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha yang meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Telah dibuka dari tembok Ya'juj dan Ma'juj seperti ini," sambil membentuk angka 90 dengan ibu jari dan jari telunjuknya.

Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ini adalah kabar tentang semakin dekatnya hari kiamat. Tembok yang dibangun oleh Dzulqarnain untuk menahan Ya'juj dan Ma'juj telah mulai terbuka, dan ini adalah salah satu tanda besar kiamat yang telah terjadi sejak zaman Nabi ﷺ.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa terbukanya tembok ini secara bertahap menunjukkan bahwa waktu kiamat semakin dekat, dan ini adalah peringatan bagi manusia untuk segera bertaubat dan mempersiapkan diri.

Perbedaan Pemahaman tentang Ukuran Lubang:

Para ulama berbeda pendapat tentang makna angka 90 yang ditunjukkan Nabi ﷺ. Sebagian ulama seperti Imam Al-Qurthubi (dari kalangan ulama tafsir yang diakui) memahami bahwa ini menunjukkan ukuran lubang yang terbuka saat itu. Namun yang lebih penting adalah bahwa ini menunjukkan awal dari terbukanya tembok tersebut secara bertahap, hingga akhirnya terbuka sepenuhnya di akhir zaman sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha adalah salah satu istri Nabi ﷺ yang paling dekat dengan beliau. Suatu hari, Nabi ﷺ keluar dari rumahnya dalam keadaan terkejut dan bersabda: "La ilaha illallah, celakalah bangsa Arab dari keburukan yang telah dekat. Telah dibuka dari tembok Ya'juj dan Ma'juj seperti ini," dan beliau membentuk lingkaran dengan ibu jari dan jari telunjuknya.

Zainab bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa padahal di antara kita ada orang-orang shalih?" Nabi ﷺ menjawab: "Ya, jika keburukan telah merajalela." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kita tidak boleh merasa aman dari azab Allah meskipun di antara kita ada orang-orang shalih, karena ketika kemaksiatan merajalela dan tidak diingkari, maka azab bisa turun kepada semua. Ini mengajarkan kita untuk selalu amar ma'ruf nahi munkar dan tidak merasa cukup dengan keshalihan pribadi saja.

Kesimpulan Praktis

  1. Tawaf di atas kendaraan diperbolehkan bagi orang yang memiliki udzur, dan isyarat tangan menggantikan posisi mencium atau menyentuh Hajar Aswad.
  2. Isyarat yang jelas dapat menggantikan ucapan atau perbuatan dalam keadaan darurat, sebagaimana isyarat orang bisu dianggap sah dalam talak dan urusan lainnya.
  3. Tanda-tanda kiamat sudah mulai muncul sejak zaman Nabi ﷺ, termasuk terbukanya tembok Ya'juj dan Ma'juj secara bertahap.
  4. Kita harus selalu waspada dan mempersiapkan diri menghadapi hari kiamat dengan memperbanyak amal shalih dan menjauhi kemaksiatan.
  5. Jangan merasa aman dari azab Allah, karena azab bisa turun kepada semua orang ketika kemaksiatan merajalela.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?