Shahih Al-Bukhari · Kitab Talak · No. 5285

Bab Perkataan Allah Ta'ala: Dan janganlah kamu nikahi perempuan-perempuan musyrik hingga mereka beriman. Dan seorang budak wanita yang beriman adalah lebih baik daripada perempuan musyrik walaupun dia menarik hatimu.

Shahih

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ، حَدَّثَنَا لَيْثٌ، عَنْ نَافِعٍ، أَنَّ ابْنَ عُمَرَ، كَانَ إِذَا سُئِلَ عَنْ نِكَاحِ النَّصْرَانِيَّةِ، وَالْيَهُودِيَّةِ، قَالَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ الْمُشْرِكَاتِ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ، وَلاَ أَعْلَمُ مِنَ الإِشْرَاكِ شَيْئًا أَكْبَرَ مِنْ أَنْ تَقُولَ الْمَرْأَةُ رَبُّهَا عِيسَى، وَهْوَ عَبْدٌ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ‏.‏

Dari Nafi', bahwa Ibn 'Umar apabila ditanya tentang menikahi wanita Nasrani atau Yahudi, ia berkata: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan wanita-wanita musyrik bagi orang-orang yang beriman, dan aku tidak mengetahui sesuatu yang lebih besar dalam hal syirik, daripada seorang wanita mengatakan bahwa Tuhannya adalah Isa, padahal dia hanyalah seorang hamba dari hamba-hamba Allah."