Bab Jika Seorang Wanita Takut Terhadap Suaminya
Shahih
haddatsana abnu salamin, akhbarana abu muawiyaha, an hisyamin, an abihi, an aisyaha rdh allah nh waini amraahun khafat min baliha nusyuzan aw iradhan qalat hiya almarahu takunu inda arrajuli, la yastaktsiru minha fayuridu thalaqaha, wayatazawwaju ghayraha, taqulu lahu amsikni wala tuthalliqni, tsumma tazawwaj ghayri, faanta fi hillin mina annafaqahi alaa waalqismahi li, fadzalika qawluhu taala fala junaha alayhima an yasshalaha baynahuma shulhan waasshulhu khayrun
Dari Aisyah: mengenai ayat: 'Jika seorang istri takut akan kekejaman atau pengabaian dari suaminya ...') (4.128) Ini berkaitan dengan wanita yang suaminya tidak ingin lagi bersamanya, tetapi ingin menceraikannya dan menikahi wanita lain, maka dia berkata kepadanya: 'Tahanlah aku dan jangan ceraikan aku, dan kemudian menikahlah dengan wanita lain, dan kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untukku, maupun tidur denganku.' Ini ditunjukkan oleh pernyataan Allah: 'Tidak ada dosa bagi keduanya jika mereka mengatur penyelesaian yang damai di antara keduanya, dan (penyelesaian semacam itu) lebih baik.' (4.128)