Penjelasan Hadits Bukhari No. 5057 tentang Peringatan tentang kelompok sesat di akhir zaman

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah salah satu nubuwah (berita ghaib) Nabi ﷺ tentang munculnya kelompok Khawarij di akhir zaman. Mereka adalah orang-orang yang menampakkan keislaman dan perkataan yang baik, bahkan rajin beribadah, namun pemahaman mereka dangkal dan sesat. Mereka keluar dari Islam seperti anak panah yang menembus buruan lalu keluar di sisi lain, tidak meninggalkan bekas daging padanya. Perintah membunuh mereka dalam hadits ini adalah untuk penguasa/ulil amri dalam menghadapi pemberontakan mereka, bukan untuk individu muslim bertindak sendiri. Pelajaran utamanya adalah bahaya pemahaman yang dangkal tanpa ilmu, dan pentingnya mengikuti pemahaman para sahabat dan ulama.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Shahih Al-Bukhari, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab "Siapa yang Berbangga dengan Bacaan Al-Qur'an", no. 5057, dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

"Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang beriman itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya." (QS. At-Taubah [9]: 122)

Ayat ini menunjukkan pentingnya tafaqquh fiddin (memperdalam ilmu agama). Kebodohan dan pemahaman yang dangkal adalah pangkal dari kesesatan Khawarij, sebagaimana disebutkan dalam hadits.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibn Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini adalah salah satu tanda kenabian, dan beliau menukil perkataan para ulama bahwa yang dimaksud adalah kelompok Khawarij. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah juga menjelaskan panjang lebar tentang sifat-sifat Khawarij dalam Majmu' Fatawa dan Minhajus Sunnah, bahwa mereka adalah orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada pemimpin yang sah dan mengkafirkan kaum muslimin karena dosa besar.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa faedah penting yang dijelaskan para ulama:

1. Ciri-ciri Kelompok yang Disebutkan:

  • حُدَثَاءُ الأَسْنَانِ (muda usia): Mereka umumnya masih muda, yang semangatnya tinggi namun belum matang ilmunya.
  • سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ (bodoh akalnya/pemikirannya): Pemikiran mereka dangkal dan tidak berdasarkan ilmu yang benar. Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini menunjukkan kurangnya pemahaman dan kematangan berpikir.
  • يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ (mereka mengatakan sebaik-baik perkataan manusia): Mereka banyak berdalil dengan Al-Qur'an dan hadits, bahkan seringkali hafal banyak ayat dan hadits. Namun pemahaman mereka salah. Ini persis seperti yang dikatakan Ibnu 'Abbas tentang Khawarij: "Mereka membaca Al-Qur'an, tetapi tidak memahami maknanya."

2. Makna "Keluar dari Islam seperti anak panah":

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan perumpamaan ini dengan sangat baik. Anak panah yang ditembakkan ke sasaran (hewan buruan) akan menembus dan keluar di sisi lain, tanpa menyisakan daging, darah, atau bulu padanya. Demikianlah Khawarij, mereka masuk ke dalam Islam, beramal, beribadah, tetapi tidak ada bekas keislaman yang benar yang tersisa pada mereka. Ibadah mereka tidak bermanfaat karena niat dan pemahaman mereka rusak.

3. Makna "Iman mereka tidak melebihi tenggorokan":

Imam Ibn Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa iman mereka hanya sebatas ucapan lisan di tenggorokan, tidak sampai meresap ke dalam hati. Mereka mengucapkan syahadat dan berdalil dengan Al-Qur'an, tetapi keimanan yang membuahkan amal dan pemahaman yang benar tidak ada dalam hati mereka.

4. Perintah Membunuh Mereka:

Perintah ini perlu dipahami dengan benar. Ini adalah wewenang pemimpin kaum muslimin (ulil amri) untuk memerangi kelompok yang memberontak dan memecah belah persatuan umat. Ini bukan panggilan bagi individu untuk main hakim sendiri. Imam Al-Bukhari sendiri meriwayatkan hadits ini dalam konteks "Keutamaan Al-Qur'an" untuk menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an tanpa pemahaman yang benar bisa menjadi bencana.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa hadits ini tidak boleh dipahami secara tekstual oleh setiap muslim untuk membunuh orang lain, karena itu akan menimbulkan kekacauan. Yang berhak melaksanakan adalah pemerintah yang sah.

5. Pelajaran tentang Bahaya Pemahaman Dangkal:

Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam tafsirnya menekankan bahwa ilmu adalah cahaya. Tanpa ilmu yang benar, seseorang bisa tersesat meskipun niatnya baik. Khawarij adalah contoh nyata bahwa niat baik dan semangat ibadah tanpa ilmu yang benar akan menyesatkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika pasukan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu menghadapi Khawarij di Nahrawan, ada seorang sahabat yang bertanya kepada Ali tentang ciri-ciri mereka. Ali menjawab dengan menyebutkan tanda-tanda yang persis seperti dalam hadits ini: "Mereka adalah orang-orang yang banyak shalat, banyak puasa, membaca Al-Qur'an, namun mereka akan keluar dari Islam seperti anak panah keluar dari sasaran."

Kemudian ketika perang usai dan mereka dikalahkan, para sahabat memeriksa tubuh-tubuh Khawarij yang gugur. Mereka menemukan bekas-bekas sujud yang tebal di dahi mereka, tanda banyaknya shalat. Maka Ali berkata, "Demi Allah, aku tidak mengira mereka seperti ini. Inilah yang dikatakan Nabi ﷺ: 'Iman mereka tidak melebihi tenggorokan mereka.'" (Diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya secara mu'allaq, dan disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari).

Hikmahnya: Banyaknya ibadah tidak menjamin kebenaran jika ilmunya salah. Yang menyelamatkan adalah mengikuti pemahaman para sahabat dan ulama yang benar.

Kesimpulan Praktis

  1. Tuntutlah ilmu yang benar sebelum beramal, karena amal tanpa ilmu bisa menyesatkan.
  2. Jangan mudah mengkafirkan sesama muslim, karena itu adalah ciri utama Khawarij.
  3. Ikutilah pemahaman para sahabat dan ulama Ahlus Sunnah dalam memahami Al-Qur'an dan hadits, jangan menafsirkan sendiri.
  4. Waspadai kelompok yang semangat ibadahnya tinggi tetapi pemahamannya menyimpang dan suka memecah belah umat.
  5. Serahkan urusan memerangi pemberontak kepada pemerintah/ulil amri yang sah, bukan tindakan individu.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?