Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 5054 tentang Anjuran mengkhatamkan Al-Qur'an dalam sebulan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah dalil utama tentang anjuran mengkhatamkan Al-Qur'an dengan tartil dan tidak tergesa-gesa. Rasulullah ﷺ memberi batasan minimal waktu khatam yang baik adalah tujuh hari, dan ini adalah batas maksimal kesungguhan yang beliau izinkan bagi orang yang mampu. Namun, ini bukan larangan mutlak untuk mengkhatamkan lebih cepat dari tujuh hari, melainkan batasan agar tidak sampai meninggalkan tadabbur dan hak-hak tilawah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (sesuai riwayat yang Anda sebutkan):

<p>حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ، أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ، عَنْ شَيْبَانَ، عَنْ يَحْيَى، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، مَوْلَى بَنِي زُهْرَةَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ ـ قَالَ وَأَحْسِبُنِي قَالَ ـ سَمِعْتُ أَنَا مِنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏"‏ اقْرَإِ الْقُرْآنَ فِي شَهْرٍ ‏"‏‏.‏ قُلْتُ إِنِّي أَجِدُ قُوَّةً حَتَّى قَالَ ‏"‏ فَاقْرَأْهُ فِي سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ ‏"‏‏.‏</p>

Terjemahan: Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, "Bacalah Al-Qur'an dalam satu bulan." Aku berkata, "Sesungguhnya aku merasa mampu (untuk lebih dari itu)." Rasulullah ﷺ bersabda, "Maka bacalah dalam tujuh hari dan jangan lebih dari itu." (HR. Al-Bukhari, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab Tentang Berapa Lama Membaca Al-Qur'an, no. 5054)

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan hadits ini secara panjang lebar, termasuk perbedaan pendapat ulama tentang batas minimal khatam Al-Qur'an. Beliau menukil pendapat ulama salaf tentang hal ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan perhatian besar Nabi ﷺ terhadap kualitas tilawah Al-Qur'an, bukan sekadar kuantitasnya. Mari kita pahami beberapa poin penting:

1. Konteks Awal: Anjuran Khatam Sebulan Sekali

Nabi ﷺ pertama kali menganjurkan Abdullah bin Amr untuk mengkhatamkan Al-Qur'an dalam sebulan. Ini adalah anjuran yang ringan dan cocok untuk kebanyakan orang. Namun Abdullah bin Amr merasa dirinya memiliki semangat dan kemampuan lebih, lalu beliau meminta keringanan untuk lebih cepat.

2. Dialog yang Menunjukkan Kasih Sayang Nabi ﷺ

Yang menarik, dalam riwayat lain (HR. Al-Bukhari no. 5052 dan Muslim no. 1159), disebutkan dialog yang panjang. Setiap kali Abdullah bin Amr meminta lebih cepat, Nabi ﷺ terus menaikkannya: dari sebulan menjadi dua puluh hari, lalu sepuluh hari, lalu tujuh hari. Ketika Abdullah bin Amr meminta lebih cepat lagi, Nabi ﷺ bersabda, "Tidak akan memahami (Al-Qur'an) orang yang membacanya kurang dari tiga hari." (HR. Abu Dawud no. 1390, dan dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani)

3. Makna "Jangan Lebih dari Itu"

Ucapan Nabi ﷺ "jangan lebih dari itu" — maksudnya jangan mengurangi dari tujuh hari — bukanlah larangan mutlak secara umum, tetapi ini adalah batas maksimal kesungguhan yang Nabi ﷺ izinkan untuk Abdullah bin Amr secara khusus, karena beliau adalah orang yang sibuk dengan ibadah lain dan memiliki keluarga.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (9/79) menjelaskan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang batas minimal khatam:

  • Pendapat pertama: Dimakruhkan mengkhatamkan Al-Qur'an kurang dari tiga hari, berdasarkan hadits "Tidak akan memahami orang yang membacanya kurang dari tiga hari." Ini adalah pendapat yang dikuatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal dan para pengikutnya.
  • Pendapat kedua: Tidak dimakruhkan, karena ada riwayat dari sebagian salaf yang mengkhatamkan dalam sehari semalam. Namun ini adalah perbuatan yang jarang dan tidak dijadikan kebiasaan.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Fatawa (13/407) menjelaskan bahwa yang terbaik adalah mengikuti petunjuk Nabi ﷺ, yaitu khatam dalam tujuh hari, karena ini adalah batas yang beliau tetapkan untuk orang yang bersungguh-sungguh. Adapun orang yang mampu lebih cepat dengan tetap menjaga tadabbur dan tajwid, maka itu diperbolehkan, tetapi bukan yang utama.

4. Hikmah Larangan Terlalu Cepat

Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad (1/328) menjelaskan bahwa tujuan membaca Al-Qur'an adalah tadabbur (perenungan) dan pemahaman, bukan sekadar banyaknya bacaan. Beliau menukil perkataan sebagian salaf: "Sesungguhnya aku lebih suka membaca Al-Qur'an dengan tartil dan tadabbur daripada membaca dengan cepat tanpa pemahaman."

5. Kisah Salaf tentang Khatam Al-Qur'an

Para ulama salaf berbeda kebiasaan dalam khatam Al-Qur'an:

  • Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu biasa mengkhatamkan Al-Qur'an setiap hari (dalam riwayat yang masyhur dari beliau).
  • Al-Hasan al-Bashri dan Mujahid biasa mengkhatamkan setiap dua malam.
  • Qatadah biasa mengkhatamkan setiap tiga malam.
  • Imam asy-Syafi'i biasa mengkhatamkan setiap bulan di luar Ramadhan, dan setiap hari di bulan Ramadhan.

Namun perlu dicatat, kebiasaan mereka yang cepat itu adalah karena mereka telah mencapai derajat tinggi dalam pemahaman dan kekhusyukan. Bagi orang awam, yang utama adalah membaca dengan tartil dan tadabbur.

Story Telling

Ada kisah indah tentang Abdullah bin Amr bin al-Ash radhiyallahu 'anhuma yang menjadi perawi hadits ini. Beliau adalah sahabat yang sangat bersemangat dalam ibadah. Namun di akhir hayatnya, beliau menyesali kesungguhannya yang berlebihan di masa muda.

Dalam riwayat yang shahih, ketika beliau sudah tua dan lemah, beliau berkata: "Alangkah baiknya sekiranya aku menerima keringanan yang diberikan Rasulullah ﷺ kepadaku." (HR. Al-Bukhari no. 1976)

Beliau menyesal karena di masa mudanya beliau memaksakan diri untuk berpuasa terus-menerus dan mengkhatamkan Al-Qur'an terlalu cepat, sehingga di masa tuanya beliau tidak mampu melaksanakan ibadah-ibadah sunnah tersebut dengan baik.

Hikmahnya: Islam adalah agama yang mudah dan seimbang. Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam ibadah, karena yang penting adalah istiqamah dan kualitas, bukan kuantitas semata.

Kesimpulan Praktis

  1. Anjuran utama: Membaca Al-Qur'an setiap hari secara rutin, meskipun sedikit, lebih baik daripada membaca banyak tetapi jarang.
  2. Batas yang dianjurkan: Mengkhatamkan Al-Qur'an dalam tujuh hari adalah batas kesungguhan yang Nabi ﷺ izinkan bagi orang yang mampu.
  3. Yang terpenting: Jaga tadabbur, tajwid, dan pemahaman. Membaca dengan tartil lebih utama daripada membaca cepat tanpa pemahaman.
  4. Bagi pemula: Mulailah dengan target yang ringan, misalnya satu halaman atau setengah halaman setiap hari, lalu tingkatkan secara bertahap.
  5. Jangan memaksakan diri: Jika Anda tidak mampu khatam cepat, tidak mengapa. Yang penting istiqamah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.