Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 5048 tentang Keutamaan suara indah dalam membaca Al-Qur'an

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah pujian luar biasa dari Nabi ﷺ kepada Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu karena keindahan suaranya saat membaca Al-Qur'an. Beliau ﷺ menyamakan suara Abu Musa dengan suara merdu Nabi Daud 'alaihis salam, yang merupakan suara terbaik yang pernah ada. Hadits ini menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan penuh penghayatan, serta menjadi dorongan bagi kita untuk memperbagus bacaan Al-Qur'an.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Teks Arab hadits (sesuai riwayat yang Anda sebutkan):

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ خَلَفٍ أَبُو بَكْرٍ، حَدَّثَنَا أَبُو يَحْيَى الْحِمَّانِيُّ، حَدَّثَنَا بُرَيْدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ جَدِّهِ أَبِي بُرْدَةَ، عَنْ أَبِي مُوسَى ـ رضى الله عنه ـ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ لَهُ: "يَا أَبَا مُوسَى لَقَدْ أُوتِيتَ مِزْمَارًا مِنْ مَزَامِيرِ آلِ دَاوُدَ".

Terjemahan: "Wahai Abu Musa! Sesungguhnya kamu telah diberikan salah satu dari seruling (suara merdu) keluarga Daud." (HR. Al-Bukhari, no. 5048)

Hadits Pendukung dari Shahih Muslim:

Dalam riwayat lain, Abu Musa radhiyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku: 'Wahai Abu Musa, sesungguhnya kamu telah diberikan salah satu dari seruling (suara merdu) keluarga Daud.'" (HR. Muslim, no. 793)

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman tentang Nabi Daud 'alaihis salam:

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ مِنَّا فَضْلًا ۖ يَا جِبَالُ أَوِّبِي مَعَهُ وَالطَّيْرَ ۖ وَأَلَنَّا لَهُ الْحَدِيدَ

"Dan sungguh, telah Kami berikan kepada Daud karunia dari Kami. (Kami berfirman), 'Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud.' Dan Kami telah melunakkan besi untuknya." (QS. Saba' [34]: 10)

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari menjelaskan bahwa "mizmar" (seruling) di sini adalah kiasan untuk suara yang sangat indah dan merdu. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa suara Nabi Daud 'alaihis salam adalah suara paling indah yang pernah ada, dan Allah memberikan sebagian dari keindahan itu kepada Abu Musa.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa pujian Nabi ﷺ ini adalah kabar gembira dan keutamaan khusus bagi Abu Musa, serta dorongan untuk memperindah suara saat membaca Al-Qur'an.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa pelajaran penting dari hadits ini:

1. Makna "Mizmar" (مِزْمَار)

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa kata "mizmar" secara bahasa berarti alat musik tiup (seruling). Namun dalam konteks ini, yang dimaksud adalah suara yang sangat indah dan merdu, sebagaimana keindahan suara seruling yang paling merdu. Ini adalah kiasan yang digunakan Nabi ﷺ untuk menggambarkan keindahan suara Abu Musa.

2. Keutamaan Suara Nabi Daud 'alaihis salam

Nabi ﷺ bersabda dalam hadits lain: "Sesungguhnya Allah tidak mendengarkan sesuatu sebagaimana Dia mendengarkan (bacaan) seorang nabi yang memperindah suaranya dengan Al-Qur'an." (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah). Para ulama menjelaskan bahwa Nabi Daud 'alaihis salam memiliki suara paling indah, dan ketika beliau membaca Zabur, burung-burung dan gunung-gunung ikut bertasbih bersamanya.

3. Pujian Nabi ﷺ kepada Abu Musa

Imam Ibnu Hajar menjelaskan bahwa pujian ini adalah bentuk penghargaan Nabi ﷺ terhadap keindahan suara Abu Musa. Ini juga menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an dengan suara indah adalah perkara yang dicintai Allah dan Rasul-Nya, selama tidak berlebihan hingga keluar dari kaidah tajwid.

4. Adab Membaca Al-Qur'an dengan Suara Indah

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa memperindah suara saat membaca Al-Qur'an adalah sunnah, selama tidak berlebihan dan tetap menjaga hukum tajwid. Beliau menegaskan bahwa tujuan memperindah suara adalah untuk lebih meresapi makna Al-Qur'an dan membuat hati lebih khusyuk.

5. Bukan Berarti Harus Berlebihan

Imam Al-Bukhari membuat bab khusus dalam kitabnya: "Bab Suara yang Indah dalam Membaca Al-Qur'an", dan beliau membawakan hadits ini sebagai dalil. Namun para ulama juga menegaskan bahwa memperindah suara tidak boleh sampai mengubah lafazh Al-Qur'an, keluar dari kaidah tajwid, atau dibuat-buat seperti nyanyian yang melampaui batas.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu memiliki suara yang sangat merdu. Suatu malam, beliau membaca Al-Qur'an di rumahnya. Sementara itu, Aisyah radhiyallahu 'anha mendengarkan bacaan beliau dari kejauhan. Beliau berkata: "Demi Allah, aku mendengar bacaan Abu Musa, dan sungguh suaranya seperti suara seruling dari keluarga Daud."

Kemudian ketika Nabi ﷺ mendengar langsung bacaan Abu Musa, beliau pun memujinya dengan sabda yang kita bahas ini. Abu Musa kemudian berkata: "Wahai Rasulullah, seandainya aku tahu engkau mendengarkan bacaanku, niscaya aku akan perindah lagi bacaanku untukmu." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hikmah: Kisah ini menunjukkan bahwa keindahan suara adalah anugerah dari Allah yang bisa digunakan untuk hal-hal yang dicintai Allah. Abu Musa tidak menyombongkan diri dengan suaranya, justru beliau merasa rendah hati dan ingin lebih memperbagus lagi bacaannya ketika mengetahui Nabi ﷺ mendengarkannya.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbagus bacaan Al-Qur'an dengan suara yang indah dan tartil, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ dan dicintai Allah.
  2. Jaga kaidah tajwid — keindahan suara tidak boleh mengorbankan kebenaran bacaan.
  3. Rendah hati — jika memiliki suara bagus, jangan sombong; gunakan untuk kebaikan dan jadikan sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah.
  4. Dengarkan bacaan orang lain — kita bisa mengambil manfaat dan semangat dari mendengarkan bacaan Al-Qur'an yang indah.
  5. Jangan berlebihan — hindari bacaan yang dibuat-buat seperti nyanyian yang keluar dari adab tilawah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.