Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menggambarkan bagaimana Nabi ﷺ membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan merdu (tartil) saat berada di atas kendaraan. Beliau membaca Surat Al-Fath dengan bacaan yang lembut dan penuh penghayatan. Hadits ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an dengan suara yang bagus dan tartil adalah sunnah, bahkan dalam kondisi bepergian sekalipun.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
<p>حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو إِيَاسٍ، قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُغَفَّلٍ، قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقْرَأُ وَهْوَ عَلَى نَاقَتِهِ ـ أَوْ جَمَلِهِ ـ وَهْىَ تَسِيرُ بِهِ وَهْوَ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفَتْحِ أَوْ مِنْ سُورَةِ الْفَتْحِ قِرَاءَةً لَيِّنَةً يَقْرَأُ وَهْوَ يُرَجِّعُ</p>
Terjemahan: "Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abi Iyas, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah menceritakan kepada kami Abu Iyas, dia berkata: 'Saya mendengar Abdullah bin Mughaffal, dia berkata: Saya melihat Nabi ﷺ membaca (Al-Qur'an) sementara beliau berada di atas unta atau onta yang sedang berjalan, dan beliau membaca Surat Al-Fath atau sebagian dari Surat Al-Fath dengan bacaan yang lembut dan dengan nada yang menarik.'" (HR. Al-Bukhari, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab Tanda Bacaan, no. 5047)
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷻ berfirman:
<p>وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا</p>
QS. Al-Muzzammil [73]: 4 — "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)."
Penjelasan Ulama tentang Makna Tartil:
Imam Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa makna tartil adalah membaca dengan perlahan dan tenang, tidak terburu-buru, serta memperhatikan hukum-hukum bacaan. Beliau mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu: "At-Tartil adalah tajwidul huruf wa ma'rifatul wuquf" (Tartil adalah membaguskan huruf-huruf dan mengetahui tempat-tempat berhenti).
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di (w. 1376 H) dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa tartil mencakup membaca dengan pelan, merenungkan makna, dan menghayati isi kandungan Al-Qur'an.
Penjelasan Rinci
1. Makna "Qira'atan Layyinan" (Bacaan yang Lembut)
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa makna "qira'atan layyinan" adalah bacaan yang pelan, tenang, dan tidak tergesa-gesa. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membaca Al-Qur'an dengan ketenangan dan kelembutan, tidak terburu-buru meskipun beliau sedang berada di atas kendaraan yang berjalan.
2. Makna "Yurajji'" (Nada yang Menarik)
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa "tarji'" dalam bacaan adalah mengulang-ulang suara dengan nada yang indah dan merdu. Ini adalah bagian dari memperbagus suara saat membaca Al-Qur'an. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa yang dimaksud tarji' di sini adalah bacaan yang dilagukan dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan.
3. Hukum Memperindah Suara dalam Membaca Al-Qur'an
Para ulama dari kalangan salaf sangat memperhatikan keindahan suara dalam membaca Al-Qur'an. Imam Al-Bukhari sendiri membuat bab khusus dalam kitabnya tentang hal ini. Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah (w. 751 H) dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki suara yang sangat merdu saat membaca Al-Qur'an, dan beliau menganjurkan umatnya untuk memperindah suara saat membacanya.
4. Hikmah Membaca Al-Qur'an dalam Kondisi Apapun
Hadits ini juga menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an tidak terbatas pada tempat tertentu. Nabi ﷺ membaca Al-Qur'an saat berada di atas kendaraan, menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur'an dalam segala keadaan, selama tidak bertentangan dengan syariat (seperti di kamar mandi).
5. Keutamaan Surat Al-Fath
Nabi ﷺ membaca Surat Al-Fath yang merupakan surat yang penuh dengan kabar gembira tentang kemenangan dan pertolongan Allah. Ini mengajarkan kita untuk membaca surat-surat yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, serta merenungkan maknanya.
Story Telling
Diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang mulia. Beliau menceritakan bahwa pada saat Fathu Makkah (Pembebasan Makkah) atau perjalanan menuju Hudaibiyah, beliau melihat langsung bagaimana Rasulullah ﷺ membaca Surat Al-Fath di atas untanya dengan suara yang sangat merdu dan penuh penghayatan.
Abdullah bin Mughaffal berkata: "Sungguh aku melihat beliau membaca dengan bacaan yang membuat hatiku bergetar, karena keindahan suaranya dan kelembutan bacaannya." Beliau juga meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik orang yang membaca Al-Qur'an adalah yang apabila engkau mendengar bacaannya, engkau merasakan takut kepada Allah." (HR. Ad-Darimi, dan diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad)
Dari kisah ini, kita belajar bahwa membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan penuh penghayatan adalah amalan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Bahkan dalam kondisi perjalanan sekalipun, Nabi ﷺ tetap menjaga kualitas bacaan beliau.
Kesimpulan Praktis
- Bacalah Al-Qur'an dengan tartil — pelan, tenang, dan memperhatikan hukum bacaan.
- Perindahlah suara saat membaca Al-Qur'an — karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ dan membuat hati lebih khusyuk.
- Jangan tinggalkan Al-Qur'an dalam kondisi apapun — baca di rumah, di perjalanan, atau di tempat kerja selama masih dalam keadaan yang dibolehkan.
- Renungkan makna ayat yang dibaca — karena tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah untuk memahami dan mengamalkannya.
- Pilih bacaan yang sesuai dengan kondisi — seperti Nabi ﷺ yang membaca Surat Al-Fath yang berisi kabar kemenangan saat dalam perjalanan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.