Penjelasan Hadits Bukhari No. 5047 tentang Membaca Al-Qur'an dengan suara merdu di atas kendaraan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan bagaimana Nabi ﷺ membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan merdu (tartil) saat berada di atas kendaraan. Beliau membaca Surat Al-Fath dengan bacaan yang lembut dan penuh penghayatan. Hadits ini menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an dengan suara yang bagus dan tartil adalah sunnah, bahkan dalam kondisi bepergian sekalipun.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

<p>حَدَّثَنَا آدَمُ بْنُ أَبِي إِيَاسٍ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، حَدَّثَنَا أَبُو إِيَاسٍ، قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُغَفَّلٍ، قَالَ رَأَيْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقْرَأُ وَهْوَ عَلَى نَاقَتِهِ ـ أَوْ جَمَلِهِ ـ وَهْىَ تَسِيرُ بِهِ وَهْوَ يَقْرَأُ سُورَةَ الْفَتْحِ أَوْ مِنْ سُورَةِ الْفَتْحِ قِرَاءَةً لَيِّنَةً يَقْرَأُ وَهْوَ يُرَجِّعُ</p>

Terjemahan: "Telah menceritakan kepada kami Adam bin Abi Iyas, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, telah menceritakan kepada kami Abu Iyas, dia berkata: 'Saya mendengar Abdullah bin Mughaffal, dia berkata: Saya melihat Nabi ﷺ membaca (Al-Qur'an) sementara beliau berada di atas unta atau onta yang sedang berjalan, dan beliau membaca Surat Al-Fath atau sebagian dari Surat Al-Fath dengan bacaan yang lembut dan dengan nada yang menarik.'" (HR. Al-Bukhari, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab Tanda Bacaan, no. 5047)

Ayat Al-Qur'an yang Terkait:

Allah ﷻ berfirman:

<p>وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا</p>

QS. Al-Muzzammil [73]: 4 — "Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan (tartil)."

Penjelasan Ulama tentang Makna Tartil:

Imam Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa makna tartil adalah membaca dengan perlahan dan tenang, tidak terburu-buru, serta memperhatikan hukum-hukum bacaan. Beliau mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu: "At-Tartil adalah tajwidul huruf wa ma'rifatul wuquf" (Tartil adalah membaguskan huruf-huruf dan mengetahui tempat-tempat berhenti).

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di (w. 1376 H) dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa tartil mencakup membaca dengan pelan, merenungkan makna, dan menghayati isi kandungan Al-Qur'an.

Penjelasan Rinci

1. Makna "Qira'atan Layyinan" (Bacaan yang Lembut)

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa makna "qira'atan layyinan" adalah bacaan yang pelan, tenang, dan tidak tergesa-gesa. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membaca Al-Qur'an dengan ketenangan dan kelembutan, tidak terburu-buru meskipun beliau sedang berada di atas kendaraan yang berjalan.

2. Makna "Yurajji'" (Nada yang Menarik)

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan bahwa "tarji'" dalam bacaan adalah mengulang-ulang suara dengan nada yang indah dan merdu. Ini adalah bagian dari memperbagus suara saat membaca Al-Qur'an. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa yang dimaksud tarji' di sini adalah bacaan yang dilagukan dengan suara yang merdu dan penuh penghayatan.

3. Hukum Memperindah Suara dalam Membaca Al-Qur'an

Para ulama dari kalangan salaf sangat memperhatikan keindahan suara dalam membaca Al-Qur'an. Imam Al-Bukhari sendiri membuat bab khusus dalam kitabnya tentang hal ini. Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah (w. 751 H) dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ memiliki suara yang sangat merdu saat membaca Al-Qur'an, dan beliau menganjurkan umatnya untuk memperindah suara saat membacanya.

4. Hikmah Membaca Al-Qur'an dalam Kondisi Apapun

Hadits ini juga menunjukkan bahwa membaca Al-Qur'an tidak terbatas pada tempat tertentu. Nabi ﷺ membaca Al-Qur'an saat berada di atas kendaraan, menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya senantiasa berinteraksi dengan Al-Qur'an dalam segala keadaan, selama tidak bertentangan dengan syariat (seperti di kamar mandi).

5. Keutamaan Surat Al-Fath

Nabi ﷺ membaca Surat Al-Fath yang merupakan surat yang penuh dengan kabar gembira tentang kemenangan dan pertolongan Allah. Ini mengajarkan kita untuk membaca surat-surat yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, serta merenungkan maknanya.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang mulia. Beliau menceritakan bahwa pada saat Fathu Makkah (Pembebasan Makkah) atau perjalanan menuju Hudaibiyah, beliau melihat langsung bagaimana Rasulullah ﷺ membaca Surat Al-Fath di atas untanya dengan suara yang sangat merdu dan penuh penghayatan.

Abdullah bin Mughaffal berkata: "Sungguh aku melihat beliau membaca dengan bacaan yang membuat hatiku bergetar, karena keindahan suaranya dan kelembutan bacaannya." Beliau juga meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik orang yang membaca Al-Qur'an adalah yang apabila engkau mendengar bacaannya, engkau merasakan takut kepada Allah." (HR. Ad-Darimi, dan diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad)

Dari kisah ini, kita belajar bahwa membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan penuh penghayatan adalah amalan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya. Bahkan dalam kondisi perjalanan sekalipun, Nabi ﷺ tetap menjaga kualitas bacaan beliau.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah Al-Qur'an dengan tartil — pelan, tenang, dan memperhatikan hukum bacaan.
  2. Perindahlah suara saat membaca Al-Qur'an — karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ dan membuat hati lebih khusyuk.
  3. Jangan tinggalkan Al-Qur'an dalam kondisi apapun — baca di rumah, di perjalanan, atau di tempat kerja selama masih dalam keadaan yang dibolehkan.
  4. Renungkan makna ayat yang dibaca — karena tujuan utama membaca Al-Qur'an adalah untuk memahami dan mengamalkannya.
  5. Pilih bacaan yang sesuai dengan kondisi — seperti Nabi ﷺ yang membaca Surat Al-Fath yang berisi kabar kemenangan saat dalam perjalanan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?