Bab Mengingat Al-Qur'an dan Menjaganya
Shahih
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَرْعَرَةَ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ مَنْصُورٍ، عَنْ أَبِي وَائِلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ " بِئْسَ مَا لأَحَدِهِمْ أَنْ يَقُولَ نَسِيتُ آيَةَ كَيْتَ وَكَيْتَ بَلْ نُسِّيَ، وَاسْتَذْكِرُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ أَشَدُّ تَفَصِّيًا مِنْ صُدُورِ الرِّجَالِ مِنَ النَّعَمِ ".
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ar'arah, telah menceritakan kepada kami Syu'bah, dari Mansur, dari Abu Wail, dari Abdullah, ia berkata: Nabi ﷺ bersabda, "Sungguh buruk bagi salah seorang di antara kalian mengatakan, 'Aku telah melupakan ayat sekian dan sekian,' karena sesungguhnya ia telah dilupakan (oleh Allah). Maka teruslah kalian membaca Al-Qur'an, karena ia lebih cepat pergi dari hati-hati manusia daripada unta dari ikatannya."