Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa para sahabat senior Nabi ﷺ bersemangat dan berlomba mencari tempat shalat terbaik, yaitu di dekat pilar-pilar masjid, ketika menunggu shalat Maghrib. Mereka datang lebih awal dan tidak menunggu adzan atau kehadiran Nabi ﷺ untuk bergegas ke shaf pertama. Ini menjadi dalil keutamaan bersegera menuju shalat, menjaga shaf awal, dan memanfaatkan waktu sebelum shalat untuk beribadah serta menunggu imam.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Baqarah [2]: 148
وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Terjemahan: "Dan setiap umat mempunyai kiblat yang dia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. Di mana saja kamu berada, pasti Allah akan mengumpulkan kamu semuanya. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."
Hadits terkait:
Hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا
Terjemahan: "Seandainya manusia mengetahui pahala yang ada pada adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak mendapatkan kecuali dengan cara mengundi, niscaya mereka akan mengundinya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Kaitan dengan ulama:
- Imam Al-Bukhari meriwayatkan hadits ini dalam Shahih-nya, Kitab Shalat, Bab "Shalat Menuju Pilar" (باب الصلاة إلى الأسطوانة), menunjukkan perhatian beliau terhadap adab dan keutamaan shaf.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kesungguhan para sahabat dalam mencari keutamaan shaf pertama, khususnya tempat-tempat yang mulia di masjid seperti pilar-pilar yang menjadi penanda shaf.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa bersegera ke masjid dan mencari shaf awal adalah sunnah yang dianjurkan, terutama pada shalat Maghrib karena waktunya sempit dan orang-orang sibuk di akhir hari.
Penjelasan Rinci
Makna hadits secara umum:
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu — pelayan Nabi ﷺ yang lama menyertai beliau — menceritakan bahwa ia menyaksikan langsung para sahabat senior (كِبَارُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ﷺ) berlomba-lomba menuju pilar-pilar masjid ketika waktu Maghrib. Mereka melakukannya sebelum Nabi ﷺ keluar dari rumah beliau untuk shalat. Ini menunjukkan beberapa hal penting:
- Bersegera menuju shalat: Para sahabat tidak menunggu adzan selesai atau imam datang, tetapi langsung bergegas ke tempat shalat begitu waktu masuk.
- Mencari shaf terbaik: Pilar-pilar masjid Nabawi menjadi penanda shaf. Berada di dekat pilar berarti berada di shaf awal atau tempat yang strategis untuk shalat.
- Menunggu imam dalam keadaan siap: Mereka duduk menunggu Nabi ﷺ dalam keadaan sudah siap shalat, bukan sibuk dengan hal lain.
Pemahaman ulama:
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil disunnahkannya bersegera ke masjid dan mencari tempat yang dekat dengan imam atau di shaf pertama. Beliau juga menyebutkan bahwa pilar-pilar di masjid Nabawi pada masa itu menjadi patokan shaf, sehingga para sahabat berlomba ke sana.
Imam an-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan menunggu shalat dan bersiap untuknya, serta bahwa para sahabat saling berlomba dalam kebaikan (musabaqah fil khair), sebagaimana perintah Allah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 148.
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari (kitab beliau yang lain) menekankan bahwa menunggu shalat adalah ibadah, dan bersegera ke masjid termasuk amal yang mendekatkan diri kepada Allah. Beliau juga menyebutkan bahwa para salaf sangat bersemangat dalam hal ini.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan bahwa ayat "فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ" mencakup segala bentuk kebaikan, termasuk bersegera menuju shalat dan mencari shaf terbaik.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama membahas apakah pilar-pilar tersebut adalah pilar masjid Nabawi yang memang menjadi penanda shaf, ataukah pilar-pilar lain. Namun intinya tidak ada perbedaan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan bersegera ke shalat dan mencari tempat terbaik. Yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa para sahabat berlomba ke pilar-pilar karena itu adalah tempat yang paling dekat dengan imam atau shaf pertama.
Story Telling
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling lama menyertai Nabi ﷺ. Beliau masuk Islam sejak kecil dan menjadi pelayan Nabi ﷺ selama sepuluh tahun. Karena itu, beliau menyaksikan langsung kebiasaan para sahabat senior seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, dan lainnya.
Suatu hari, ketika matahari terbenam dan waktu Maghrib tiba, Anas melihat pemandangan yang mengesankan: para sahabat senior — orang-orang yang paling mulia di antara umat ini — berlomba-lomba menuju pilar-pilar masjid. Mereka tidak menunggu Nabi ﷺ keluar, tetapi langsung bergegas begitu waktu shalat masuk. Mereka ingin berada di shaf pertama, dekat dengan imam, dan menunggu shalat dalam keadaan siap.
Anas menyimpan pemandangan ini dalam hatinya dan menceritakannya kepada generasi setelahnya, agar mereka meneladani semangat para sahabat dalam bersegera menuju kebaikan. (HR. Al-Bukhari no. 503)
Hikmah: Para sahabat tidak menyia-nyiakan waktu antara adzan dan iqamah. Mereka menggunakannya untuk mendekat kepada Allah, bukan untuk hal yang sia-sia. Ini pelajaran bagi kita agar tidak menunda-nunda ketika dipanggil shalat.
Kesimpulan Praktis
- Bersegeralah ke masjid begitu waktu shalat masuk, terutama untuk shalat Maghrib yang waktunya sempit.
- Carilah shaf pertama dan tempat yang dekat dengan imam, karena itu adalah tempat yang paling utama.
- Manfaatkan waktu menunggu shalat untuk berdoa, berdzikir, atau membaca Al-Qur'an, bukan untuk hal yang sia-sia.
- Teladani semangat para sahabat dalam berlomba-lomba menuju kebaikan, sebagaimana perintah Allah dalam QS. Al-Baqarah [2]: 148.
- Jangan menunggu imam datang untuk bergegas ke shaf, tetapi bersegeralah sejak adzan dikumandangkan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.