Penjelasan Hadits Bukhari No. 5020 tentang Bab Keutamaan Al-Qur'an atas Semua Ucapan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan empat golongan manusia berdasarkan hubungan mereka dengan Al-Qur'an dan keadaan iman mereka. Orang mukmin yang membaca Al-Qur'an ibarat buah yang sempurna, sedangkan orang fasik yang membaca Al-Qur'an ibarat tanaman yang hanya harum di luar namun pahit di dalam. Ini mengajarkan kita bahwa membaca Al-Qur'an adalah kebaikan, namun yang paling utama adalah menggabungkannya dengan keimanan dan amal saleh.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. Fathir [35]: 32

ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۖ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهِ وَمِنْهُم مُّقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ

"Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar."

Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab Keutamaan Al-Qur'an atas Semua Ucapan, no. 5020. Juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat al-Musafirin, Bab Keutamaan Membaca Al-Qur'an, no. 797.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur'an bagi orang mukmin, dan bahwa Al-Qur'an memberi manfaat baik bagi yang membacanya maupun yang mendengarnya.
  • Al-Hasan al-Bashri (diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah) berkata: "Al-Qur'an itu adalah petunjuk dan cahaya. Barangsiapa yang membacanya dengan benar dan mengamalkannya, maka ia akan mendapatkan kebaikan di dunia dan akhirat."
  • Imam Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa perumpamaan ini menunjukkan bahwa iman dan amal saleh adalah "rasa" yang baik, sedangkan membaca Al-Qur'an adalah "bau" yang harum. Keduanya harus ada pada diri seorang mukmin.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memberikan empat perumpamaan yang sangat jelas:

  1. Mukmin yang Membaca Al-Qur'an (Al-Utrujjah/Sitrun): Buah sitrun memiliki rasa yang enak dan bau yang harum. Ini adalah gambaran seorang mukmin sejati. Iman dan amal salehnya (rasa) baik, dan bacaan Al-Qur'annya (bau) juga harum. Ia memberi manfaat bagi dirinya dan orang lain. Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madarij as-Salikin menjelaskan bahwa ini adalah tingkatan tertinggi seorang hamba.
  2. Mukmin yang Tidak Membaca Al-Qur'an (At-Tamrah/Kurma): Kurma rasanya manis, tetapi tidak memiliki bau yang menyengat. Ini adalah seorang mukmin yang memiliki iman dan akhlak yang baik (rasa manis), namun ia tidak membaca Al-Qur'an atau tidak memanfaatkannya secara maksimal. Kebaikannya hanya untuk dirinya sendiri, tidak menyebar luas kepada orang lain.
  3. Orang Fasik yang Membaca Al-Qur'an (Ar-Raihanah/Basil Manis): Tanaman ini baunya harum, tetapi rasanya pahit. Ini adalah orang yang berbuat dosa (fasik) namun rajin membaca Al-Qur'an. Bacaan Al-Qur'annya indah dan bermanfaat bagi pendengarnya (bau harum), tetapi hatinya dan amalnya buruk (rasa pahit). Imam Al-Bukhari sendiri dalam bab ini ingin menunjukkan bahwa meskipun seseorang fasik, membaca Al-Qur'an tetap memiliki keutamaan dan bisa memberi manfaat bagi orang lain.
  4. Orang Fasik yang Tidak Membaca Al-Qur'an (Al-Hanzhalah/Kolokint): Buah ini sangat pahit dan tidak berbau sama sekali. Ini adalah seburuk-buruknya keadaan. Tidak ada kebaikan iman di dalam hati (rasa pahit) dan tidak ada bacaan Al-Qur'an yang keluar dari lisannya (tidak berbau). Ia tidak memberi manfaat bagi dirinya maupun orang lain.

Pelajaran Penting dari Para Ulama:

  • Imam Asy-Syafi'i (dalam Al-Umm) menekankan bahwa membaca Al-Qur'an adalah ibadah yang paling utama, namun harus dibarengi dengan pemahaman dan pengamalan.
  • Sufyan ats-Tsauri berkata: "Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an, maka ia telah membawa risalah Allah. Hendaklah ia menjaga adab dan akhlaknya."
  • Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh as-Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah motivasi untuk menjadi mukmin yang membaca Al-Qur'an, dan peringatan agar tidak menjadi fasik yang hanya membaca Al-Qur'an tanpa mengamalkannya.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Ash'ari (perawi hadits ini) bahwa ia berkata kepada para sahabatnya: "Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan menjadi syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat. Dan janganlah kalian menjadi seperti orang yang membaca Al-Qur'an tetapi tidak mengamalkannya, sehingga ia hanya mendapatkan kelelahan tanpa pahala." (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf).

Kisah ini mengingatkan kita bahwa membaca Al-Qur'an adalah pintu kebaikan, namun pintu itu harus dimasuki dengan keimanan dan ketakwaan.

Kesimpulan Praktis

  1. Jadilah Mukmin yang Membaca Al-Qur'an: Usahakan untuk membaca Al-Qur'an setiap hari, meskipun sedikit. Niatkan untuk memahami dan mengamalkannya.
  2. Perbaiki Niat dan Amal: Jangan sampai kita termasuk orang fasik yang membaca Al-Qur'an. Bacaan Al-Qur'an harus dibarengi dengan taubat dan perbaikan diri.
  3. Sebarkan Kebaikan: Seperti bau harum sitrun, biarkan bacaan dan akhlak kita memberi manfaat bagi orang lain.
  4. Jangan Menjadi seperti Kurma atau Hanzhalah: Jangan puas hanya dengan iman tanpa amal, dan jangan sampai kehilangan keduanya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk menjadi hamba-Nya yang membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur'an dengan sebaik-baiknya, serta menjauhkan kita dari sifat fasik dan kemunafikan.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan ini tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Untuk si kecil di rumah

Buku cerita anak bergambar tentang bersyukur dan bahaya sombong.

Rp 15.000 Lihat isi buku

Buku cerita anak · PDF

Qorun yang Sombong

Mimi Ummu Umar, penulis dan ilustrator

Kisah Qorun, sepupu Nabi Musa, yang diberi harta melimpah tapi lupa bersyukur. Diceritakan dengan bahasa anak dan ilustrasi penuh warna.

  • 12 halaman bergambar
  • Usia 3–8 tahun
  • Dengan ayat QS. Al-Qasas
  • PDF, bisa dicetak

Hasil penjualan ikut menjaga Hadits.id tetap gratis untuk semua.

Bayar QRIS, semua bank dan e-wallet. Langsung unduh.

Qorun yang Sombong

Rp 15.000

Scan untuk membayar

Menyiapkan QRIS…
  1. Simpan QRIS
  2. Buka apps bank / e-wallet
  3. Bayar dari galeri

Setelah dibayar, bukunya langsung bisa diunduh di sini dan link-nya dikirim ke .

بَارَكَ اللَّهُ فِيكُمْ

Bukunya sudah jadi milik Anda

Link unduhan juga dikirim ke . Simpan emailnya, link bisa dibuka lagi kapan saja.

Unduh PDF Baca langsung di browser

Email ini sudah punya bukunya

Link unduhan kami kirim ulang ke . Cek juga folder Promosi atau Spam.

Gimana penjelasannya?