Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 5019 tentang Bab Siapa yang Mengatakan Nabi ﷺ Tidak Meninggalkan Kecuali Apa yang Ada di Antara Dua Penutup (Al-Qur'an)

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menegaskan bahwa Nabi Muhammad ﷺ tidak meninggalkan warisan ilmu atau petunjuk lain di luar Al-Qur'an yang tercatat dalam mushaf. Yang beliau tinggalkan hanyalah Al-Qur'an yang ada di antara dua sampul (mushaf). Namun, ini tidak berarti sunnah Nabi tidak penting, karena sunnah berfungsi menjelaskan dan menerapkan Al-Qur'an. Para sahabat memahami bahwa Al-Qur'an adalah sumber utama, sementara sunnah adalah penjelasnya yang juga wajib diikuti.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

QS. Al-An'am [6]: 38

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا طَائِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّا أُمَمٌ أَمْثَالُكُمْ ۚ مَا فَرَّطْنَا فِي الْكِتَابِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

Terjemahan: "Dan tidak ada seekor binatang pun di bumi dan tidak ada seekor burung pun yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat-umat seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab (Al-Qur'an), kemudian kepada Tuhan mereka dikumpulkan."

Hadits:

Hadits riwayat Shahih Al-Bukhari no. 5019 dari Ibnu Abbas dan Muhammad bin Al-Hanafiyyah, sebagaimana disebutkan dalam pertanyaan.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Al-Bukhari (w. 256 H) meriwayatkan hadits ini dalam kitabnya. Ibnu Hajar Al-Asqalani (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah bahwa Nabi ﷺ tidak meninggalkan wahyu baru setelah Al-Qur'an, karena Al-Qur'an sudah sempurna dan mencakup segala petunjuk. Namun, sunnah tetap menjadi penjelas dan penerapan Al-Qur'an.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh Abdul Aziz bin Rufai' yang bersama Shaddad bin Ma'qil menemui Ibnu Abbas dan Muhammad bin Al-Hanafiyyah. Keduanya menjawab dengan tegas bahwa Nabi ﷺ tidak meninggalkan sesuatu pun selain Al-Qur'an yang ada di antara dua sampul (mushaf). Ini menunjukkan bahwa:

  1. Al-Qur'an adalah sumber utama dan final – Setelah Nabi ﷺ wafat, tidak ada lagi wahyu baru. Semua petunjuk yang diperlukan untuk kehidupan dunia dan akhirat sudah terkandung dalam Al-Qur'an.
  2. Sunnah tetap penting sebagai penjelas – Imam Asy-Syafi'i (w. 204 H) dalam Ar-Risalah menjelaskan bahwa sunnah berfungsi menjelaskan Al-Qur'an, seperti tata cara shalat, zakat, dan haji yang tidak dirinci secara detail dalam Al-Qur'an. Jadi, hadits ini tidak menafikan sunnah, tetapi menegaskan bahwa Al-Qur'an adalah sumber pokok.
  3. Pemahaman Ibnu Abbas dan Muhammad bin Al-Hanafiyyah – Kedua sahabat ini adalah ahli tafsir dan fiqih. Mereka memahami bahwa tidak ada kitab lain yang diturunkan setelah Al-Qur'an. Namun, mereka juga mengamalkan sunnah Nabi ﷺ, sebagaimana diriwayatkan dalam banyak hadits.
  4. Pendapat ulama tentang hadits ini:
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (13/240) mengatakan: "Maksudnya, Nabi ﷺ tidak meninggalkan sesuatu yang diwahyukan kepadanya selain Al-Qur'an. Adapun sunnah, ia adalah penjelas Al-Qur'an dan tidak terpisah darinya."
  • Imam An-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa hadits ini tidak bertentangan dengan kewajiban mengikuti sunnah, karena sunnah adalah bagian dari penjelasan Al-Qur'an.
  1. Kesalahan pemahaman – Sebagian orang salah memahami hadits ini dengan mengatakan bahwa sunnah tidak perlu diikuti. Ini keliru, karena Allah sendiri memerintahkan untuk menaati Rasul ﷺ (QS. An-Nisa' [4]: 59). Yang dimaksud adalah tidak ada kitab suci lain selain Al-Qur'an.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Umar bin Khattab radhiyallahu 'anhu ingin menuliskan sunnah-sunnah Nabi ﷺ dalam bentuk kitab, tetapi beliau ragu setelah beristikharah. Kemudian beliau berkata, "Aku ingin menulis sunnah, tetapi aku ingat bahwa umat-umat sebelum kita justru tersesat karena mereka meninggalkan kitab Allah dan sibuk dengan tulisan-tulisan para ulama mereka. Demi Allah, aku tidak akan mencampuradukkan Al-Qur'an dengan sesuatu pun." (HR. Ibnu Sa'ad dalam Ath-Thabaqat dengan sanad hasan).

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat menjaga kemurnian Al-Qur'an sebagai sumber utama, namun mereka tetap mengamalkan dan meriwayatkan sunnah secara lisan dan perbuatan.

Kesimpulan Praktis

  1. Al-Qur'an adalah pedoman utama – Jadikan Al-Qur'an sebagai sumber pertama dalam setiap urusan agama dan kehidupan.
  2. Sunnah adalah penjelas Al-Qur'an – Pelajari dan amalkan sunnah Nabi ﷺ karena ia menjelaskan cara mengamalkan Al-Qur'an.
  3. Jangan memisahkan Al-Qur'an dan sunnah – Keduanya saling melengkapi. Siapa yang hanya berpegang pada Al-Qur'an tanpa sunnah, ia akan tersesat.
  4. Hindari sikap ghuluw (berlebihan) – Jangan menganggap ada kitab suci lain selain Al-Qur'an, dan jangan pula meremehkan sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.