Penjelasan Hadits Bukhari No. 5018 tentang Ketenteraman dan malaikat turun saat membaca Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan kisah Usaid bin Hudhair radhiyallahu 'anhu yang membaca Surat Al-Baqarah di malam hari, lalu kudanya berulang kali gelisah setiap kali ia membaca dan tenang saat ia berhenti. Ternyata yang hadir saat itu adalah para malaikat yang mendekat untuk mendengarkan bacaan Al-Qur'annya. Nabi ﷺ menegaskan bahwa ketenteraman (sakinah) turun bersama bacaan Al-Qur'an, dan para malaikat hadir mendengarkannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih Al-Bukhari, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab Turunnya Ketenteraman dan Para Malaikat Saat Membaca Al-Qur'an (no. 5018), dari Usaid bin Hudhair radhiyallahu 'anhu, dan juga diriwayatkan melalui jalur Abu Sa'id Al-Khudri.

Hadits ini juga terdapat dalam Shahih Muslim (no. 796) dengan lafaz yang semakna, dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan turunnya ketenteraman:

QS. Al-Fath [48]: 4

هُوَ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ ۗ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

Terjemahan: "Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini menunjukkan beberapa pelajaran penting:

  1. Keutamaan membaca Al-Qur'an di malam hari. Usaid bin Hudhair membaca Surat Al-Baqarah pada waktu malam, dan ini termasuk amalan yang sangat dianjurkan. Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa membaca Al-Qur'an di waktu malam memiliki keistimewaan tersendiri karena lebih khusyuk dan jauh dari kesibukan dunia.
  2. Turunnya sakinah (ketenteraman) dan kehadiran malaikat. Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa para malaikat turun dan berkumpul untuk mendengarkan bacaan Al-Qur'an. Ini menunjukkan betapa mulianya majelis Al-Qur'an, bahkan para malaikat pun hadir.
  3. Ketenangan yang dirasakan makhluk di sekitar pembaca Al-Qur'an. Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kegelisahan kuda tersebut adalah tanda bahwa sesuatu yang luar biasa sedang terjadi — yaitu kehadiran para malaikat yang turun mendengarkan bacaan Al-Qur'an. Kuda sebagai hewan memiliki kepekaan terhadap hal-hal yang tidak terlihat oleh manusia.
  4. Kekhawatiran seorang ayah terhadap anaknya. Usaid bin Hudhair berhenti membaca karena khawatir kudanya menginjak anaknya, Yahya. Ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang ayah yang penuh kasih, dan syariat tidak melarang seorang hamba untuk berhenti dari amalan sunnah demi menjaga keselamatan keluarganya.
  5. Sikap Nabi ﷺ yang lembut dan mengajarkan. Nabi ﷺ tidak mencela Usaid yang berhenti membaca, tetapi justru mendorongnya untuk terus membaca: "Bacalah, wahai Ibn Hudair! Bacalah, wahai Ibn Hudair!" Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ menginginkan agar Usaid terus mendapatkan keberkahan dan kehadiran malaikat tersebut.
  6. Keutamaan membaca hingga selesai atau hingga waktu yang lebih lama. Nabi ﷺ bersabda bahwa jika Usaid terus membaca hingga fajar, maka para malaikat akan tetap hadir dan orang-orang akan dapat melihatnya. Ini menunjukkan bahwa semakin lama dan semakin banyak seseorang membaca Al-Qur'an, semakin besar pula keberkahan dan kehadiran malaikat yang menyertainya.

Pandangan ulama dalam daftar:

  • Ibn Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa para malaikat turun untuk mendengarkan Al-Qur'an, dan ini adalah keutamaan besar bagi pembaca Al-Qur'an. Beliau juga menyebutkan bahwa "azh-zhullah" (sesuatu seperti awan) yang dilihat Usaid adalah para malaikat yang berkumpul.
  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa hadits ini menjadi dalil disunnahkannya membaca Al-Qur'an di malam hari, dan bahwa para malaikat hadir untuk mendengarkan. Beliau juga menjelaskan bahwa "sakinah" yang disebutkan dalam hadits-hadits lain adalah ketenangan yang diturunkan Allah ke dalam hati pembaca Al-Qur'an.
  • Ibn Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim ketika menafsirkan ayat tentang sakinah (QS. Al-Fath: 4) mengaitkannya dengan hadits-hadits tentang turunnya ketenangan saat membaca Al-Qur'an, termasuk hadits Usaid bin Hudhair ini.
  • Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if Al-Ma'arif menyebutkan keutamaan membaca Al-Qur'an di waktu malam dan bahwa para malaikat turun untuk mendengarkan. Beliau juga menjelaskan bahwa waktu malam adalah waktu yang paling utama untuk membaca Al-Qur'an karena lebih ikhlas dan jauh dari riya.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa sakinah adalah ketenangan yang Allah turunkan ke dalam hati orang-orang mukmin, dan ini termasuk buah dari membaca Al-Qur'an dengan tadabbur (merenungi maknanya).

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama dalam daftar membahas apakah yang dilihat Usaid bin Hudhair adalah malaikat secara hakiki ataukah sesuatu yang lain. Ibn Hajar Al-Asqalani merajihkan bahwa itu adalah para malaikat yang turun mendengarkan bacaan Al-Qur'an, berdasarkan penjelasan Nabi ﷺ sendiri yang menegaskan: "Itulah para malaikat yang mendekat kepadamu karena suaramu." Ini adalah pendapat yang paling kuat karena didasarkan pada nash yang jelas dari Nabi ﷺ.

Story Telling

Kisah ini terjadi pada masa Nabi ﷺ. Usaid bin Hudhair radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat mulia dari kaum Anshar, sedang membaca Surat Al-Baqarah di malam hari. Beliau membaca dengan suara yang indah dan penuh kekhusyukan. Di sampingnya, kudanya terikat, dan tidak jauh dari situ anaknya, Yahya, sedang tidur.

Ketika beliau mulai membaca, kudanya tiba-tiba gelisah dan melompat-lompat. Beliau berhenti membaca, dan kuda itu pun tenang. Beliau mulai membaca lagi, kuda itu gelisah lagi. Beliau berhenti, kuda itu tenang. Ini terjadi berulang kali.

Karena khawatir kuda itu akan menginjak anaknya yang berada di dekatnya, beliau menghentikan bacaan dan menjauhkan anaknya dari kuda. Ketika beliau melihat ke langit, beliau melihat sesuatu yang menakjubkan — seperti awan yang di dalamnya terdapat cahaya-cahaya seperti lampu. Beliau terus melihatnya hingga benda itu menghilang.

Keesokan harinya, beliau menceritakan kejadian ini kepada Nabi ﷺ. Nabi ﷺ bersabda: "Bacalah, wahai Ibn Hudair! Bacalah, wahai Ibn Hudair!" Usaid menjelaskan alasannya berhenti karena khawatir anaknya terinjak kuda. Kemudian beliau menceritakan apa yang dilihatnya di langit.

Nabi ﷺ bertanya: "Apakah kamu tahu apa itu?" Usaid menjawab: "Tidak." Nabi ﷺ bersabda: "Itulah para malaikat yang mendekat kepadamu karena suaramu. Jika kamu terus membaca hingga fajar, mereka akan tetap di sana hingga pagi hari, dan orang-orang akan dapat melihat mereka."

Hikmah dari kisah ini:

Ibn Rajab Al-Hanbali dalam Latha'if Al-Ma'arif menyebutkan bahwa kisah ini menunjukkan betapa besar keutamaan membaca Al-Qur'an, terutama di waktu malam, hingga para malaikat pun turun untuk mendengarkan. Beliau juga menjelaskan bahwa seorang hamba yang membaca Al-Qur'an dengan suara yang indah dan penuh kekhusyukan akan mendapatkan kehadiran malaikat dan ketenangan dari Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak membaca Al-Qur'an, terutama di malam hari. Waktu malam adalah waktu yang paling utama untuk membaca Al-Qur'an karena lebih khusyuk dan jauh dari kesibukan.
  2. Yakinlah bahwa Al-Qur'an mendatangkan ketenangan. Allah menurunkan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang yang membaca dan mendengarkan Al-Qur'an.
  3. Para malaikat hadir di majelis Al-Qur'an. Ini adalah motivasi besar untuk terus membaca Al-Qur'an, karena para malaikat turun untuk mendengarkannya.
  4. Boleh berhenti dari amalan sunnah untuk menjaga keselamatan keluarga. Usaid bin Hudhair berhenti membaca karena khawatir anaknya terinjak kuda, dan Nabi ﷺ tidak mencela beliau.
  5. Bacalah Al-Qur'an dengan suara yang indah dan penuh kekhusyukan. Karena suara yang baik akan menarik perhatian malaikat dan mendatangkan keberkahan.
  6. Jangan berhenti membaca Al-Qur'an jika mampu melanjutkannya. Nabi ﷺ mendorong Usaid untuk terus membaca, dan menjanjikan bahwa malaikat akan tetap hadir hingga fajar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?