Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan amalan harian Nabi ﷺ sebelum tidur, yaitu membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas, lalu meniupkan ke telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh yang terjangkau sebanyak tiga kali, dimulai dari kepala dan wajah. Ini adalah bentuk perlindungan diri dari gangguan setan dan kejahatan, sesuai tuntunan sunnah. Para ulama menjelaskan bahwa amalan ini mengandung tawakal kepada Allah serta perpaduan antara dzikir dan tindakan fisik sebagai ikhtiar penjagaan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits:
<p>حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، حَدَّثَنَا الْمُفَضَّلُ، عَنْ عُقَيْلٍ، عَنِ ابْنِ شِهَابٍ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ} وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ} ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ.</p>
(HR. Bukhari no. 5017)
Ayat yang dibaca dalam hadits:
- Surat Al-Ikhlas (112:1-4):
<p>قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)</p>
“Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.”
- Surat Al-Falaq (113:1-5):
<p>قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ (3) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ (4) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ (5)</p>
“Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki.”
- Surat An-Nas (114:1-6):
<p>قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)</p>
“Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.”
Rujukan Ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim (jilid 6, bab ta'awwudz) menjelaskan bahwa bacaan al-mu'awwidhat merupakan bentuk perlindungan diri dan termasuk sunnah muakkadah.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (jilid 9, hlm. 62) menerangkan makna nafatsa (meniup dengan sedikit ludah) sebagai bagian dari cara membacakan ruqyah. Beliau juga menyebut keutamaan tiga surat ini sebagai “surat perlindungan” yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ.
- Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ketiga surat ini menggabungkan tauhid (Al-Ikhlas) dan ta'awudz (Al-Falaq dan An-Nas) sehingga seorang muslim memulai istirahatnya dengan keyakinan kepada Allah dan permohonan perlindungan dari segala kejahatan.
Penjelasan Rinci
Dalam hadits ini diajarkan tata cara amalan malam yang sederhana namun penuh berkah. Berikut penjelasan dari berbagai ulama yang disebutkan:
- Makna “jama'a kaffaihi” (جَمَعَ كَفَّيْهِ):
Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim mengatakan bahwa maksudnya adalah Nabi ﷺ merapatkan kedua telapak tangan seperti orang yang hendak menadah air atau berdoa. Ini dilakukan agar tiupan dan bacaan terkumpul pada kedua tangan, lalu diusapkan ke tubuh.
- Makna “nafatsa” (نَفَثَ):
Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa nafatsa adalah meniup dengan sedikit ludah – bukan meludah secara jelas, tetapi hembusan nafas yang mengandung uap air dari mulut. Ini merupakan bentuk ruqyah yang disyariatkan, di mana bacaan Al-Qur'an disertai hembusan untuk menyebarkan kebaikan pada bagian tubuh.
- Keutamaan Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas:
Imam Al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam bab “Keutamaan Al-Mu'awwidhat”, karena ketiga surat ini disebut al-mu'awwidhat (surat perlindungan). Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda bahwa tidak ada yang setara dengan surat Al-Ikhlas dan Al-Mu'awwidhatain (Dua surat perlindungan) dalam memohon perlindungan (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani).
- Tata cara mengusap:
Ibnu Hajar menukil penjelasan Al-Khattabi bahwa Nabi ﷺ memulai dari kepala, sebagai pusat kesadaran dan akal, lalu wajah, kemudian bagian depan tubuh. Ini mengajarkan kita untuk mengutamakan anggota tubuh yang paling mulia. Pengusapan dilakukan sebanyak tiga kali, dan setiap kali membaca tiga surat itu secara penuh.
- Pendapat ulama tentang faedah amalan ini:
- Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa amalan ini menggabungkan dzikir lisan (bacaan) dan tindakan fisik (usapan), sehingga perlindungan menjadi lebih sempurna.
- Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam tafsirnya menekankan bahwa berlindung kepada Allah dengan nama-nama-Nya (Rabb, Malik, Ilah) adalah kunci keselamatan dari gangguan setan.
Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama dari daftar yang disebut tentang keabsahan dan kesunnahan amalan ini. Semua sepakat bahwa ini adalah sunnah yang tetap berlaku hingga kini.
Story Telling
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha bahwa beliau berkata:
“Ketika Nabi ﷺ merasakan sakit menjelang wafatnya, beliau tetap membaca al-mu'awwidhat dan mengusapkan ke tubuhnya, namun ketika beliau sudah terlalu lemah, Aisyah lah yang membacakan dan mengusapkannya dengan tangan beliau.”
(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dalam konteks lain, nomor hadits berbeda).
Kisah ini menunjukkan kecintaan Nabi ﷺ terhadap amalan ini hingga akhir hayat, serta ajarannya kepada keluarga untuk saling membantu dalam beribadah.
Kesimpulan Praktis
- Amalkanlah membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas setiap malam sebelum tidur.
- Bacalah masing-masing tiga kali (dalam hadits ini dilakukan tiga kali secara keseluruhan; sebagian ulama membolehkan satu kali bacaan diulang tiga kali, namun yang lebih utama adalah membaca surat secara lengkap setiap kali usapan).
- Setelah membaca, tiupkan ke telapak tangan (dengan sedikit hembusan), lalu usapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau, dimulai dari kepala dan wajah.
- Niatkan untuk memohon perlindungan Allah dari segala kejahatan makhluk dan bisikan setan.
- Biasakan juga mengajarkan amalan ini kepada keluarga agar semuanya mendapat keberkahan dan penjagaan di malam hari.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.