Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan kita tuntunan Nabi ﷺ ketika sakit, yaitu membaca surat Al-Falaq dan An-Nas (Al-Mu'awwidzat) lalu meniupkan ke telapak tangan dan mengusapkannya ke tubuh. Ini adalah bentuk ruqyah (doa penyembuhan) yang disyariatkan, dan ketika sakit beliau semakin parah, Aisyah radhiyallahu 'anha yang membacakannya dan mengusapkan tangan beliau ke tubuh Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bolehnya meminta didoakan orang lain dengan bacaan Al-Qur'an dan doa.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab Keutamaan Al-Mu'awwidhat, no. 5016, dari Aisyah radhiyallahu 'anha. Teks haditsnya sebagaimana yang Anda sebutkan.
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Surat Al-Falaq dan An-Nas adalah dua surat yang dimaksud dengan "Al-Mu'awwidzat" (surat-surat perlindungan). Allah Ta'ala berfirman:
QS. Al-Falaq [113]: 1-5
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
"Katakanlah (Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'"
QS. An-Nas [114]: 1-6
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
"Katakanlah (Muhammad), 'Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.'"
Kaitan dengan Ulama:
Imam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad menjelaskan secara panjang lebar tentang ruqyah Nabi ﷺ dengan Al-Mu'awwidzat ini. Beliau menyebutkan bahwa ini adalah obat yang paling bermanfaat bagi penyakit, baik penyakit fisik maupun non-fisik. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah juga menjelaskan dalam tafsirnya bahwa kedua surat ini adalah benteng perlindungan dari segala keburukan.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:
- Disyariatkannya Ruqyah dengan Al-Qur'an: Hadits ini menunjukkan bahwa meruqyah (membacakan doa/ayat Al-Qur'an untuk kesembuhan) adalah perkara yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ. Beliau sendiri melakukannya ketika sakit. Ini membantah anggapan bahwa ruqyah adalah perbuatan syirik atau bid'ah. Yang dilarang adalah ruqyah yang berisi syirik, mantra-mantra yang tidak jelas, atau keyakinan bahwa yang menyembuhkan adalah bacaan itu sendiri, bukan Allah.
- Tata Cara Ruqyah Nabi ﷺ: Dari hadits ini dan riwayat lain, kita dapati tata caranya adalah membaca Al-Mu'awwidzat (Al-Falaq dan An-Nas), lalu meniupkan ke telapak tangan, kemudian mengusapkan ke bagian tubuh yang sakit. Imam Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa ini adalah cara yang paling sempurna, karena dengan meniup, ada efek langsung dari bacaan tersebut, dan dengan mengusap, ada efek sentuhan yang memberikan ketenangan.
- Bolehnya Meminta Didampingi/Didoakan Orang Lain: Ketika sakit Nabi ﷺ semakin parah, beliau tidak lagi mampu melakukannya sendiri, maka Aisyah radhiyallahu 'anha yang membacakan dan mengusapkan tangan beliau. Ini menunjukkan bahwa meminta tolong kepada orang lain untuk mendoakan atau meruqyah adalah perkara yang dibolehkan, selama orang tersebut adalah orang yang baik dan bacaannya sesuai syariat. Aisyah melakukan ini "رجاء بركتها" (dengan harapan mendapatkan berkahnya), yaitu berkah dari bacaan dan doa Nabi ﷺ.
- Keutamaan Al-Mu'awwidzat: Kedua surat ini memiliki keutamaan yang sangat besar sebagai benteng perlindungan. Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menukil perkataan para ulama bahwa tidak ada sesuatu pun yang lebih baik untuk berlindung diri selain kedua surat ini. Ini adalah wasilah yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya untuk memohon perlindungan dari segala kejahatan makhluk, kejahatan malam, kejahatan penyihir, dan kejahatan orang yang dengki.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ sakit parah menjelang wafatnya, Aisyah radhiyallahu 'anha dengan penuh cinta dan kasih sayang merawat beliau. Beliau membacakan Al-Mu'awwidzat dan mengusapkan tangan Nabi ﷺ ke tubuh beliau yang mulia. Ini adalah pemandangan yang mengharukan, seorang istri yang setia merawat suaminya dengan bacaan Al-Qur'an, berharap kesembuhan dari Allah.
Kisah ini mengajarkan kita tentang pentingnya saling mendoakan dalam kebaikan, terutama saat sakit. Sebagaimana Aisyah mendoakan Nabi ﷺ, kita pun dianjurkan untuk menjenguk orang sakit dan mendoakan kesembuhan mereka. Ini adalah wujud kasih sayang dan ukhuwah islamiyah. (Kisah ini tercakup dalam berbagai kitab sirah dan syarah hadits, seperti Fath al-Bari karya Ibnu Hajar al-Asqalani).
Kesimpulan Praktis
- Amalkan Ruqyah Syar'i: Ketika sakit, bacalah surat Al-Falaq, An-Nas, dan juga surat Al-Ikhlas, lalu tiupkan ke telapak tangan dan usapkan ke bagian tubuh yang sakit. Lakukan dengan penuh keyakinan bahwa kesembuhan hanya dari Allah.
- Jadikan Al-Qur'an sebagai Penawar: Al-Qur'an adalah syifa' (obat) bagi segala penyakit hati dan fisik. Perbanyaklah membaca dan merenungkannya.
- Saling Mendoakan: Jangan ragu untuk meminta didoakan oleh orang-orang shalih ketika sakit, dan jangan segan untuk mendoakan serta meruqyah saudara kita yang sakit dengan bacaan yang syar'i.
- Jauhi Ruqyah yang Menyimpang: Hindari ruqyah yang menggunakan jimat, mantra, atau hal-hal yang mengandung kesyirikan. Cukup dengan bacaan Al-Qur'an dan doa-doa yang shahih dari Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.