Penjelasan Hadits Bukhari No. 5014 tentang Keutamaan membaca surat Al-Ikhlas dalam shalat malam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan seorang sahabat yang shalat malam hanya membaca surat Al-Ikhlas berulang-ulang. Ketika hal ini dilaporkan kepada Nabi ﷺ, beliau tidak mencela perbuatan tersebut. Bahkan, beliau menjelaskan bahwa membaca surat Al-Ikhlas nilainya sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an. Ini menunjukkan keutamaan surat yang agung ini dan bolehnya mengulang-ulang satu surat dalam shalat untuk tadabbur dan meraih keutamaan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab Keutamaan Qul Huwa Allahu Ahad, no. 5014, dari Abu Sa'id Al-Khudri, dari saudaranya Qatadah bin An-Nu'man, bahwa seorang laki-laki shalat di waktu sahur (akhir malam) dengan membaca "Qul huwallahu ahad" saja, tidak menambah selainnya. Maka keesokan harinya, seorang laki-laki melaporkan hal itu kepada Nabi ﷺ.

Dalil Al-Qur'an:

Surat Al-Ikhlas itu sendiri adalah dalil utama keutamaannya. Allah berfirman:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ۝ اللَّهُ الصَّمَدُ ۝ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ۝ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

"Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.'" (QS. Al-Ikhlas [112]: 1-4)

Hadits Penjelas Keutamaan:

Dalam riwayat lain yang juga dari Abu Sa'id Al-Khudri, Nabi ﷺ bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّهَا لَتَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ

"Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surat ini (Al-Ikhlas) sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an." (HR. Al-Bukhari no. 5013)

Kaitan dengan Ulama:

Para ulama dari kalangan salaf, seperti Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim dan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari, menjelaskan bahwa makna "sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an" adalah karena Al-Qur'an berisi tiga pokok utama: (1) kisah dan berita, (2) hukum-hukum, dan (3) nama-nama serta sifat-sifat Allah. Surat Al-Ikhlas secara khusus mencakup pokok ketiga, yaitu tauhid dan sifat-sifat Allah, sehingga nilainya sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Bolehnya Mengulang Satu Surat dalam Shalat

Perbuatan sahabat yang hanya membaca Al-Ikhlas berulang-ulang dalam shalat malamnya menunjukkan bahwa hal ini diperbolehkan dan tidak dimakruhkan. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para ulama berbeda pendapat tentang hukum mengulang satu surat dalam satu rakaat atau dalam beberapa rakaat. Namun, perbuatan sahabat ini yang tidak ditegur oleh Nabi ﷺ menjadi dalil bahwa hal itu dibolehkan, bahkan dianjurkan jika tujuannya untuk tadabbur dan meraih keutamaan surat tersebut.

2. Keutamaan Surat Al-Ikhlas

Surat Al-Ikhlas adalah surat yang sangat agung. Ia mencakup inti tauhid dan pengenalan terhadap Allah dengan nama dan sifat-Nya. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa surat ini mengandung penetapan tauhid uluhiyah (keesaan Allah dalam ibadah), tauhid rububiyah (keesaan Allah dalam penciptaan dan pengaturan), dan penetapan sifat-sifat kesempurnaan Allah, serta penafian segala kekurangan dari-Nya.

3. Keutamaan Membaca di Waktu Sahar (Akhir Malam)

Hadits ini juga menunjukkan keutamaan shalat dan membaca Al-Qur'an di waktu sahur (sepertiga malam terakhir). Waktu ini adalah waktu yang mustajab untuk berdoa dan waktu turunnya rahmat Allah. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam kitabnya tentang keutamaan waktu-waktu tertentu menyebutkan bahwa akhir malam adalah waktu yang sangat dianjurkan untuk qiyamul lail dan tilawah.

4. Adab Melaporkan Kebaikan

Kisah ini juga menunjukkan bahwa para sahabat saling mengingatkan dalam kebaikan. Sahabat yang melihat perbuatan saudaranya yang baik tidak merasa iri, justru melaporkannya kepada Nabi ﷺ untuk mengetahui hukum dan keutamaannya. Ini adalah adab yang mulia dalam menuntut ilmu.

Story Telling

Ada kisah indah tentang seorang sahabat yang gemar membaca surat Al-Ikhlas. Diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki dari kalangan Anshar menjadi imam di masjid Quba'. Setiap kali memulai bacaan dalam shalat, ia selalu memulai dengan surat Al-Ikhlas, lalu membaca surat lain setelahnya. Ketika hal ini dianggap aneh oleh sebagian sahabat, mereka bertanya kepadanya. Ia menjawab, "Aku mencintai surat ini karena ia adalah sifat Ar-Rahman (Allah), dan aku senang membacanya."

Ketika berita ini sampai kepada Nabi ﷺ, beliau bersabda:

أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّهَ يُحِبُّهُ

"Sampaikanlah kepadanya bahwa Allah mencintainya." (HR. Al-Bukhari no. 7375)

Kisah ini menunjukkan bahwa kecintaan seseorang kepada surat yang mengandung sifat-sifat Allah akan dibalas dengan kecintaan Allah kepadanya. Ini adalah hikmah besar yang bisa kita petik.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbanyak membaca surat Al-Ikhlas, karena nilainya sebanding dengan sepertiga Al-Qur'an.
  2. Boleh mengulang-ulang satu surat dalam shalat untuk tadabbur dan meraih keutamaan, sebagaimana dilakukan sahabat.
  3. Manfaatkan waktu sahur (akhir malam) untuk shalat dan tilawah, karena ia adalah waktu yang penuh keberkahan.
  4. Jadikan surat Al-Ikhlas sebagai wirid harian, terutama sebelum tidur, setelah shalat, dan di pagi/sore hari, sebagaimana tuntunan Nabi ﷺ.
  5. Jangan merasa aneh dengan amalan orang lain yang baik, justru dukung dan pelajari ilmunya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?