Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 5008 tentang Keutamaan membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah bagian dari hadits yang diriwayatkan oleh Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu, yang menjelaskan keutamaan dua ayat terakhir dari Surat Al-Baqarah. Barangsiapa membacanya pada malam hari, maka kedua ayat itu akan mencukupinya dari segala keburukan dan melindunginya dari gangguan setan. Ini adalah kabar gembira yang agung dari Nabi ﷺ tentang keutamaan Al-Qur'an, khususnya dua ayat yang penuh berkah ini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits yang dimaksud adalah hadits dari Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu, dan teks lengkapnya dalam Shahih Al-Bukhari adalah:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ، عَنْ سُلَيْمَانَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ"

Artinya: "Barangsiapa membaca dua ayat dari akhir Surat Al-Baqarah pada suatu malam, maka kedua ayat itu telah mencukupinya." (HR. Al-Bukhari no. 5008, dari Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 807) dengan lafaz yang semakna.

Adapun dua ayat yang dimaksud adalah firman Allah Ta'ala di akhir Surat Al-Baqarah:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Artinya: "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya,' dan mereka berkata, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.'" (QS. Al-Baqarah [2]: 285)

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala dari kebajikan yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa dari kejahatan yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.'" (QS. Al-Baqarah [2]: 286)

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan makna "كَفَتَاهُ" (cukup baginya) dalam hadits ini dengan beberapa penafsiran yang saling melengkapi:

  1. Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya meriwayatkan hadits ini dalam "Kitab Keutamaan Al-Qur'an", menunjukkan bahwa ini termasuk keutamaan-keutamaan Al-Qur'an yang agung.
  2. Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari menjelaskan bahwa makna "cukup baginya" adalah cukup sebagai pelindung dari segala keburukan, dan ada pendapat yang mengatakan cukup sebagai pengganti shalat malam (qiyamul lail), dan pendapat lain mengatakan cukup sebagai pelindung dari gangguan setan. Beliau menukil perkataan Al-Khattabi bahwa maknanya adalah "cukup baginya dari segala sesuatu" dan ini adalah keutamaan yang besar.
  3. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "كَفَتَاهُ" adalah mencukupinya dari gangguan setan dan melindunginya dari keburukan. Beliau juga menyebutkan pendapat yang mengatakan bahwa membacanya mencukupi dari shalat malam, namun pendapat yang lebih kuat adalah mencukupi dari segala keburukan dan melindungi dari gangguan setan.
  4. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa keutamaan ini khusus bagi orang yang membaca kedua ayat tersebut dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, bukan sekadar membaca tanpa tadabbur. Beliau juga menegaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan yang agung dari dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah.
  5. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ayat 285-286 ini mengandung penetapan iman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya, serta doa-doa yang agung yang diajarkan Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Di antara keutamaannya adalah bahwa Allah mengabulkan doa-doa dalam ayat ini, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.

Adapun hikmah dari keutamaan ini adalah karena kedua ayat ini mengandung:

  • Penetapan iman yang lengkap
  • Doa permohonan ampunan
  • Permohonan agar tidak dihukum karena lupa dan salah
  • Permohonan agar tidak dibebani beban berat
  • Permohonan pertolongan atas orang-orang kafir

Maka barangsiapa membaca kedua ayat ini dengan penuh keyakinan, Allah akan mencukupinya dari segala keburukan dunia dan akhirat.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Mas'ud Al-Badri radhiyallahu 'anhu adalah salah seorang sahabat yang mulia, termasuk yang ikut dalam Bai'at Aqabah kedua dan ikut serta dalam Perang Badar. Beliau meriwayatkan hadits ini dari Nabi ﷺ, dan hadits ini menunjukkan perhatian Nabi ﷺ untuk mengajarkan umatnya amalan-amalan yang ringan namun besar pahalanya.

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani menyebutkan dalam Fathul Bari bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah di malam hari. Dan disebutkan dalam riwayat lain bahwa setan akan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surat Al-Baqarah, sebagaimana dalam hadits shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Hikmah yang bisa kita petik adalah betapa sayangnya Nabi ﷺ kepada umatnya, mengajarkan amalan yang mudah namun memiliki perlindungan yang besar. Ini adalah bentuk rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.

Kesimpulan Praktis

  1. Biasakan membaca dua ayat terakhir Surat Al-Baqarah (ayat 285-286) setiap malam sebelum tidur, dengan penuh keyakinan dan mengharap pahala dari Allah.
  2. Yakini bahwa Allah akan mencukupi kita dari segala keburukan dan melindungi kita dari gangguan setan jika kita membaca dengan iman dan tadabbur.
  3. Amalkan doa-doa yang terkandung dalam kedua ayat tersebut, karena itu adalah doa yang diajarkan Allah kepada hamba-Nya yang beriman.
  4. Ajarkan amalan ini kepada keluarga dan orang-orang terdekat, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya kepada para sahabat.
  5. Jangan remehkan amalan yang ringan, karena bisa jadi di sisi Allah amalan tersebut sangat besar nilainya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.