Penjelasan Hadits Bukhari No. 4996 tentang Susunan bacaan surah Nabi dalam dua rakaat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu mempelajari dari Nabi ﷺ kebiasaan membaca surah-surah pendek (dari awal Al-Mufasshal) secara berpasangan dalam satu rakaat. Ini menunjukkan bahwa membaca beberapa surah dalam satu rakaat adalah sesuatu yang dicontohkan, dan bahwa para sahabat sangat teliti dalam mempelajari dan menjaga tata cara shalat Nabi ﷺ, termasuk bacaan dan urutan surahnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab Penyusunan Al-Qur'an, no. 4996. Dari Shaqiq bin Salamah, dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa seluruh perilaku dan ibadah Nabi ﷺ, termasuk cara beliau membaca Al-Qur'an dalam shalat, adalah teladan yang harus kita ikuti.

Penjelasan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya membaca dua surah atau lebih dalam satu rakaat, dan bahwa para sahabat sangat memperhatikan urutan surah yang dibaca Nabi ﷺ. Beliau juga menjelaskan bahwa yang dimaksud "An-Nazha-ir" adalah surah-surah yang memiliki kesamaan makna atau tema, yang biasa dibaca Nabi ﷺ secara berpasangan.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Makna "An-Nazha-ir" (النظائر)

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan An-Nazha-ir adalah surah-surah yang serupa dalam kandungan maknanya, atau yang memiliki kesesuaian tema. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ memiliki kebiasaan membaca surah-surah tertentu secara berpasangan karena kesesuaian temanya.

2. Susunan Mushaf Ibnu Mas'ud

Dalam hadits ini, Abdullah bin Mas'ud menyebutkan bahwa dua puluh surah tersebut disusun "menurut susunan Ibnu Mas'ud". Ini menunjukkan bahwa para sahabat memiliki mushaf pribadi dengan urutan surah yang berbeda-beda dari mushaf Utsmani yang kita kenal sekarang. Namun, para ulama menjelaskan bahwa perbedaan susunan ini hanya dalam urutan surah, bukan dalam teks atau isi Al-Qur'an. Hal ini terjadi sebelum disepakatinya mushaf standar pada masa Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu.

3. Kebiasaan Membaca Dua Surah dalam Satu Rakaat

Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang bolehnya membaca lebih dari satu surah dalam satu rakaat, baik dalam shalat fardhu maupun sunnah. Ini berdasarkan hadits-hadits shahih yang menunjukkan Nabi ﷺ dan para sahabat melakukannya.

4. Urutan Surah yang Disebutkan

Dalam hadits ini disebutkan bahwa dua puluh surah tersebut diakhiri dengan surah-surah yang dimulai dengan "Ha Mim" (Al-Hawamim), seperti surah Ad-Dukhan dan surah An-Naba' (Amma Yatasa'alun). Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ terkadang membaca surah-surah panjang dari Al-Mufasshal, tidak hanya surah-surah pendek.

5. Ketelitian Para Sahabat dalam Menuntut Ilmu

Kisah dalam hadits ini menunjukkan betapa telitinya para sahabat dalam mempelajari sunnah Nabi ﷺ. Mereka tidak segan bertanya kepada sahabat lain yang lebih mengetahui, bahkan menunggu di luar rumah untuk mendapatkan penjelasan. Ini adalah adab dalam menuntut ilmu yang harus kita contoh.

Story Telling

Dari hadits ini kita bisa mengambil pelajaran dari sikap para sahabat yang sangat bersemangat dalam menuntut ilmu. Perhatikan bagaimana Shaqiq dan kawan-kawannya menunggu Alqamah keluar dari rumah Abdullah bin Mas'ud, lalu langsung bertanya tentang apa yang mereka butuhkan.

Ini mengingatkan kita pada kisah yang diriwayatkan bahwa para sahabat rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan satu hadits dari Nabi ﷺ. Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu pernah berjalan selama satu bulan untuk mendapatkan satu hadits dari Abdullah bin Unais radhiyallahu 'anhu. Semangat mereka dalam menuntut ilmu adalah teladan bagi kita.

Imam Az-Zuhri (Muhammad bin Shihab az-Zuhri), salah seorang ulama tabi'in yang terkenal, pernah berkata: "Ilmu itu tidak akan diperoleh kecuali dengan kesungguhan dan kesabaran." Beliau juga berkata: "Sesungguhnya ilmu itu adalah simpanan, dan kuncinya adalah bertanya."

Kesimpulan Praktis

  1. Boleh membaca lebih dari satu surah dalam satu rakaat, baik dalam shalat fardhu maupun sunnah, berdasarkan contoh Nabi ﷺ.
  2. Sunnah untuk memperhatikan kesesuaian tema ketika membaca beberapa surah dalam satu rakaat, sebagaimana Nabi ﷺ membaca surah-surah yang serupa maknanya.
  3. Para sahabat sangat teliti dalam mempelajari tata cara shalat Nabi ﷺ, termasuk bacaan dan urutannya. Kita harus mencontoh ketelitian ini dalam mempelajari agama.
  4. Adab bertanya dan menuntut ilmu adalah dengan tidak malu bertanya kepada yang lebih tahu, dan bersabar dalam mencari ilmu.
  5. Perbedaan susunan mushaf para sahabat sebelum masa Utsman adalah hal yang wajar dan tidak mengurangi keautentikan Al-Qur'an, karena perbedaan itu hanya dalam urutan, bukan dalam teks.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?