Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menceritakan proses pengumpulan Al-Qur'an pada masa Khalifah Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu 'anhu. Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu kehilangan satu ayat dari Surat Al-Ahzab saat menyalin mushaf, lalu menemukannya bersama Khuzaimah bin Tsabit Al-Anshari radhiyallahu 'anhu. Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat sangat berhati-hati dan teliti dalam menjaga setiap huruf Al-Qur'an, serta menjadi bukti keotentikan Al-Qur'an yang terjaga hingga hari ini.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Keutamaan Al-Qur'an, Bab Pengumpulan Al-Qur'an, no. 4988. Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu berkata:
قَالَ فَقَدْتُ آيَةً مِنَ الأَحْزَابِ حِينَ نَسَخْنَا الْمُصْحَفَ قَدْ كُنْتُ أَسْمَعُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقْرَأُ بِهَا فَالْتَمَسْنَاهَا فَوَجَدْنَاهَا مَعَ خُزَيْمَةَ بْنِ ثَابِتٍ الأَنْصَارِيِّ {مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ} فَأَلْحَقْنَاهَا فِي سُورَتِهَا فِي الْمُصْحَفِ
"Aku kehilangan sebuah ayat dari Surat Al-Ahzab ketika kami menyalin Al-Qur'an, padahal aku biasa mendengar Rasulullah ﷺ membacanya. Maka kami mencarinya dan menemukannya bersama Khuzaimah bin Tsabit Al-Anshari. (Ayat itu adalah): 'Di antara orang-orang beriman ada lelaki yang menepati janji yang telah mereka buat dengan Allah' (QS. Al-Ahzab [33]: 23). Maka kami mencantumkannya di tempatnya dalam mushaf."
Ayat Al-Qur'an yang dimaksud:
QS. Al-Ahzab [33]: 23
مِنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا
"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur (memenuhi janjinya) dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak mengubah (janjinya) sedikit pun."
Kaitan dengan Ulama:
Kisah ini disebutkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim saat menafsirkan QS. Al-Ahzab [33]: 23, sebagai bukti bahwa ayat ini benar-benar turun dan dijaga oleh para sahabat. Imam Al-Bukhari sendiri meriwayatkannya dalam shahihnya sebagai bagian dari keutamaan Al-Qur'an dan proses pengumpulannya.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
1. Proses Pengumpulan Al-Qur'an yang Sangat Teliti
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa pengumpulan Al-Qur'an pada masa Abu Bakar dilakukan dengan sangat hati-hati. Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu tidak mau menerima satu ayat pun kecuali dengan dua syarat: pertama, hafalannya yang kuat dari Rasulullah ﷺ; kedua, adanya bukti tertulis di hadapan Nabi ﷺ. Ini menunjukkan standar yang sangat ketat dalam menjaga wahyu.
2. Khuzaimah bin Tsabit dan Keutamaannya
Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Barangsiapa yang ingin melihat seorang laki-laki yang berjalan di bumi setelah para syuhada, maka lihatlah Khuzaimah bin Tsabit." Khuzaimah termasuk sahabat yang syahadatnya (kesaksiannya) disamakan dengan dua orang saksi oleh Nabi ﷺ. Oleh karena itu, ketika Zaid bin Tsabit menemukan ayat ini bersamanya, diterimalah karena kesaksian Khuzaimah yang kuat dan juga karena Zaid sendiri memang hafal ayat tersebut dari Rasulullah ﷺ.
3. Hikmah Ditemukannya Ayat di Luar Hafalan Zaid
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an pada masa itu tersebar di antara para sahabat, baik dalam bentuk hafalan maupun tulisan. Zaid bin Tsabit hafal ayat tersebut, tetapi tidak memiliki catatan tertulisnya. Maka ketika menemukannya bersama Khuzaimah yang memiliki catatan tertulis yang disaksikan Nabi ﷺ, barulah dicantumkan dalam mushaf.
4. Bukti Keotentikan Al-Qur'an
Imam Ibnu Katsir menegaskan bahwa kisah ini menjadi bukti bahwa Al-Qur'an yang kita baca hari ini adalah persis seperti yang dikumpulkan para sahabat dengan ketelitian luar biasa. Tidak ada satu huruf pun yang ditambahkan atau dikurangi. Ini sesuai dengan firman Allah:
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ
"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an), dan Kamilah yang menjaganya." (QS. Al-Hijr [15]: 9)
Story Telling
Dikisahkan bahwa ketika Abu Bakar ash-Shiddiq memerintahkan pengumpulan Al-Qur'an setelah Perang Yamamah yang menewaskan banyak penghafal Al-Qur'an, Umar bin Khaththab mendesak Abu Bakar agar segera mengumpulkan Al-Qur'an. Abu Bakar awalnya ragu karena hal itu tidak pernah dilakukan Rasulullah ﷺ, namun akhirnya Allah melapangkan dadanya.
Zaid bin Tsabit kemudian ditunjuk untuk tugas besar ini. Ia berkata: "Demi Allah, seandainya mereka membebani aku untuk memindahkan sebuah gunung, itu tidak lebih berat bagiku daripada perintah mereka untuk mengumpulkan Al-Qur'an." Namun akhirnya ia melaksanakannya dengan penuh amanah.
Dalam prosesnya, Zaid bin Tsabit kehilangan ayat terakhir Surat At-Taubah yang hanya ia temukan pada Abu Khuzaimah Al-Anshari. Begitu pula ayat dari Surat Al-Ahzab yang ia temukan bersama Khuzaimah bin Tsabit. Semua ini menunjukkan bahwa para sahabat tidak pernah lengah dalam menjaga wahyu, meskipun mereka harus mencari ke pelosok untuk memastikan setiap ayat tercatat dengan benar.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah akan keotentikan Al-Qur'an - Al-Qur'an yang kita baca hari ini adalah persis seperti yang dijaga para sahabat dengan ketelitian luar biasa.
- Teladani sikap hati-hati para sahabat - Dalam urusan agama, kita harus teliti dan tidak sembarangan, terlebih lagi dalam hal yang berkaitan dengan wahyu.
- Perbanyak membaca dan menghafal Al-Qur'an - Para sahabat sangat bersemangat menjaga Al-Qur'an, baik dalam hafalan maupun tulisan. Kita pun harus berusaha menjaga Al-Qur'an dengan membacanya setiap hari.
- Hargai jasa para sahabat - Mereka telah mengorbankan waktu dan tenaga demi menjaga kitabullah. Kita berutang besar kepada mereka.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.