Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa kedatangan Nabi Muhammad ﷺ sebagai rasul terakhir sangat dekat dengan Hari Kiamat, bagaikan jarak antara jari telunjuk dan jari tengah. Ini adalah peringatan agar kita tidak terlena dengan dunia dan selalu bersiap menghadapi hari akhir.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Ahzab [33]: 40
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا
"Muhammad itu bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab tentang kedekatan Hari Kiamat. Perawinya adalah Sahl bin Sa'd as-Sa'idi radhiyallahu 'anhu.
Kaitan dengan ulama:
Imam Ibnu Katsir (w. 774 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah bahwa masa antara diutusnya Nabi Muhammad ﷺ dengan Hari Kiamat sangatlah pendek, sebagaimana jarak antara dua jari. Beliau mengutip perkataan para ulama salaf bahwa tidak ada nabi setelah Nabi Muhammad ﷺ, dan kiamat akan terjadi setelah masa kerasulan beliau.
Penjelasan Rinci
Hadits ini memberikan gambaran yang sangat jelas tentang kedekatan Hari Kiamat. Nabi ﷺ menggunakan perumpamaan yang mudah dipahami oleh para sahabat dan seluruh umat manusia. Beliau menunjukkan dua jarinya—jari telunjuk dan jari tengah—lalu bersabda bahwa jarak antara diutusnya beliau dengan Hari Kiamat seperti jarak antara kedua jari tersebut.
Imam an-Nawawi (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa maksudnya adalah bahwa masa antara kerasulan Nabi Muhammad ﷺ dengan Hari Kiamat sangatlah pendek jika dibandingkan dengan masa antara nabi-nabi sebelumnya dengan Hari Kiamat. Beliau juga menegaskan bahwa ini adalah salah satu tanda kenabian yang jelas, karena tidak ada yang mengetahui waktu pasti kiamat selain Allah, namun Nabi ﷺ diberi isyarat tentang kedekatannya.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini mengandung pelajaran penting:
- Kedekatan Hari Kiamat secara relatif terhadap masa kerasulan Nabi Muhammad ﷺ.
- Bahwa Nabi Muhammad ﷺ adalah penutup para nabi, dan setelah beliau tidak ada lagi nabi.
- Anjuran untuk selalu bersiap menghadapi kiamat dengan memperbanyak amal shalih.
Imam al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam Kitab Tafsir, menunjukkan bahwa hadits ini berkaitan dengan pemahaman ayat-ayat tentang kenabian dan hari akhir.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu bahwa suatu hari Nabi ﷺ dan para sahabat sedang duduk. Beliau bersabda: "Aku diutus dan Hari Kiamat seperti dua jari ini." Sambil menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya. Para sahabat pun merenungkan betapa dekatnya waktu yang tersisa. Mereka semakin giat beribadah dan meninggalkan urusan dunia yang berlebihan.
Kisah ini menunjukkan bagaimana para sahabat langsung mengambil pelajaran dari sabda Nabi ﷺ. Mereka tidak menunda-nunda taubat dan amal shalih, karena mereka sadar bahwa waktu sangatlah singkat.
Kesimpulan Praktis
- Yakinlah bahwa Hari Kiamat sudah sangat dekat, karena diutusnya Nabi Muhammad ﷺ adalah tanda terbesarnya.
- Jangan menunda-nunda taubat dan amal shalih, karena kita tidak tahu kapan ajal menjemput.
- Jadikanlah kehidupan dunia sebagai ladang akhirat, bukan tujuan utama.
- Perbanyaklah membaca Al-Qur'an dan merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.