Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah bagian dari sebab turunnya (asbabun nuzul) surat At-Tahrim ayat 3-4. Hadits ini menceritakan bahwa dua istri Nabi ﷺ, yaitu Aisyah dan Hafsah radhiyallahu 'anhuma, pernah saling mendukung dalam suatu perkara yang membuat Nabi ﷺ bersedih. Peristiwa ini menjadi pelajaran besar tentang adab seorang istri kepada suaminya, serta bukti kejujuran Nabi ﷺ yang tidak pernah menyembunyikan wahyu dari Allah. Kisah ini juga menunjukkan keutamaan sahabat, terutama Ibnu Abbas dan Umar bin Khattab, dalam menjaga adab bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan keluarga Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang Terkait:
Allah ﷻ berfirman dalam QS. At-Tahrim [66]: 3-4:
Teks Arab (ayat 3):
إِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ
Terjemahan: "Dan (ingatlah) ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang istrinya (Hafsah) suatu pembicaraan. Ketika istri itu menceritakan pembicaraan itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu kepada Nabi, maka Nabi memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dari apa yang telah dia ceritakan itu dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika Nabi memberitahukan hal itu kepadanya, dia bertanya, 'Siapakah yang memberitahukan hal ini kepadamu?' Nabi menjawab, 'Yang Maha Mengetahui lagi Maha Teliti yang memberitahukan kepadaku.'"
Teks Arab (ayat 4):
إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا ۖ وَإِنْ تَظَاهَرَا عَلَيْهِ فَإِنَّ اللَّهَ هُوَ مَوْلَاهُ وَجِبْرِيلُ وَصَالِحُ الْمُؤْمِنِينَ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ بَعْدَ ذَٰلِكَ ظَهِيرٌ
Terjemahan: "Jika kamu berdua (Aisyah dan Hafsah) bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran). Dan jika kamu berdua saling membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah adalah pelindungnya, dan (juga) Jibril, dan orang-orang mukmin yang baik; dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya."
Hadits yang Diriwayatkan:
Hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab tentang firman Allah "Wa idz asarran-nabiyyu ila ba'dhi azwajihi haditsa" (QS. At-Tahrim: 3), nomor 4914.
Kaitan dengan Ulama:
- Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menjelaskan bahwa ayat ini turun berkaitan dengan rahasia yang dibisikkan Nabi ﷺ kepada Hafsah, yang kemudian Hafsah ceritakan kepada Aisyah. Beliau menukil riwayat-riwayat dari para ulama tafsir awal seperti Mujahid, Qatadah, dan lainnya.
- Imam Al-Bukhari sendiri menempatkan hadits ini dalam bab tafsir surat At-Tahrim, menunjukkan bahwa hadits ini adalah penjelasan langsung dari sahabat tentang sebab turunnya ayat tersebut.
- Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan secara panjang lebar tentang siapa dua wanita yang dimaksud, dan beliau menegaskan bahwa riwayat ini shahih dan menjadi dasar penafsiran ayat tersebut.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi ketika Nabi ﷺ meminta Hafsah untuk menjaga rahasia tentang sesuatu yang beliau halalkan untuk dirinya (dalam riwayat lain disebutkan tentang minuman madu atau tentang Maria al-Qibthiyyah). Namun Hafsah kemudian membocorkan rahasia itu kepada Aisyah. Allah ﷻ kemudian memberitahukan kepada Nabi ﷺ bahwa Hafsah telah membocorkan rahasia tersebut.
Poin-poin penting dari penjelasan para ulama:
- Siapa dua wanita itu? Ibnu Abbas dalam hadits ini bertanya kepada Umar, dan Umar menjawab: "Aisyah dan Hafsah." Ini menunjukkan bahwa kedua istri Nabi ﷺ tersebut pernah bersepakat dalam suatu hal yang membuat Nabi ﷺ tidak senang, namun keduanya tetap istri-istri Nabi yang dicintai dan dijamin masuk surga.
- Makna "tazhahara" (saling mendukung): Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa maknanya adalah keduanya saling bahu-membahu dalam menyusahkan Nabi ﷺ, namun hal itu bukanlah bentuk kemaksiatan besar, melainkan sekadar perselisihan rumah tangga yang wajar. Ini menunjukkan bahwa para istri Nabi ﷺ adalah manusia biasa yang bisa memiliki kekhilafan, namun mereka segera bertobat dan Allah memuji tobat mereka.
- Hikmah dari teguran Allah: Syaikh Abdurrahman As-Sa'di dalam Tafsir As-Sa'di menjelaskan bahwa ayat ini mengandung pelajaran bahwa seorang istri harus menjaga rahasia suaminya, dan bahwa Allah membela Nabi-Nya ﷺ dari segala bentuk gangguan, sekecil apa pun.
- Adab bertanya: Dalam hadits ini, Ibnu Abbas menunjukkan adab yang luar biasa. Beliau tidak langsung bertanya kepada Umar, tetapi memilih waktu yang tepat dan bertanya dengan cara yang halus. Ini menunjukkan bahwa bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan keluarga Nabi ﷺ harus dilakukan dengan penuh adab dan tidak berlebihan.
- Kejujuran Nabi ﷺ: Ketika Hafsah bertanya, "Siapa yang memberitahukan ini kepadamu?" Nabi ﷺ menjawab, "Yang Maha Mengetahui lagi Maha Teliti yang memberitahukan kepadaku." Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah berbohong dan selalu menyandarkan segala sesuatu kepada Allah.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa ketika Ibnu Abbas ingin bertanya kepada Umar tentang dua wanita tersebut, beliau menunggu hingga Umar selesai dari urusannya. Ibnu Abbas berkata: "Aku menunggu hingga Umar selesai dari ibadah umrahnya. Ketika beliau hendak kembali, aku berjalan di sampingnya. Aku bertanya tentang banyak hal, dan ketika suasana sudah nyaman, aku bertanya tentang dua wanita tersebut. Maka Umar menjawab: 'Mereka adalah Aisyah dan Hafsah.' Kemudian Umar menambahkan: 'Demi Allah, jika keduanya terus-menerus menyusahkan Nabi ﷺ, maka kita akan membela Nabi ﷺ. Namun ternyata Allah telah menurunkan ayat yang menegur keduanya, dan keduanya pun bertobat.'"
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat menjaga adab dalam membicarakan keluarga Nabi ﷺ. Mereka tidak pernah membuka aib atau memperbesar masalah, tetapi mereka mengambil pelajaran dan hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi pada Nabi ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Menjaga rahasia suami-istri adalah kewajiban dalam rumah tangga. Membocorkan rahasia pasangan adalah perbuatan yang ditegur Allah dalam Al-Qur'an.
- Adab bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan Nabi ﷺ dan para sahabat harus dilakukan dengan cara yang santun dan tidak berlebihan.
- Tobat adalah jalan keluar bagi setiap kesalahan. Aisyah dan Hafsah adalah wanita-wanita mulia yang bertobat dan tetap menjadi ummahatul mukminin.
- Allah selalu membela hamba-Nya yang benar. Ketika Nabi ﷺ disakiti, Allah langsung menurunkan wahyu untuk menegur dan membela beliau.
- Jangan memperbesar masalah rumah tangga. Perselisihan kecil adalah hal yang wajar, tetapi harus diselesaikan dengan cara yang baik dan tidak melibatkan orang lain tanpa kebutuhan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.