Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Bukhari No. 4862 tentang Sujud tilawah saat membaca Surat An-Najm

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menceritakan peristiwa sujud tilawah yang dilakukan oleh Nabi ﷺ ketika membaca Surat An-Najm. Yang sangat istimewa, pada saat itu bukan hanya kaum Muslimin yang ikut sujud, tetapi juga kaum musyrikin, jin, dan manusia. Ini menunjukkan keagungan Al-Qur'an dan betapa kuatnya pengaruh ayat-ayat Allah sehingga makhluk yang berbeda keyakinan pun tunduk dan sujud.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam Al-Bukhari:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitab Tafsir, Bab "فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا" (Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah Dia), nomor 4862, dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Peristiwa ini terjadi ketika turunnya firman Allah dalam Surat An-Najm, khususnya pada ayat terakhir:

QS. An-Najm [53]: 62

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا ۩

"Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)."

Penjelasan Ulama:

Peristiwa sujud ini dijelaskan oleh para ulama dari kalangan salaf. Disebutkan bahwa ketika Nabi ﷺ membaca Surat An-Najm di hadapan kaum Quraisy di Ka'bah, dan sampai pada ayat sajdah, beliau sujud dan semua yang hadir ikut sujud, termasuk kaum musyrikin. Ini adalah salah satu keajaiban dakwah Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi pada masa awal dakwah Islam di Makkah. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam syarahnya menyebutkan bahwa sujudnya kaum musyrikin saat itu bukanlah karena keimanan mereka, tetapi karena mereka tersentuh oleh keagungan Al-Qur'an yang dibacakan oleh Nabi ﷺ. Namun, sebagian ulama juga menyebutkan bahwa ada riwayat yang menyatakan bahwa di antara kaum musyrikin ada yang tidak sujud, yaitu Abu Jahal, karena kesombongannya.

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini adalah perintah untuk sujud dan beribadah hanya kepada Allah. Beliau menukil perkataan para ulama bahwa sujud tilawah ini disyariatkan bagi pembaca dan pendengar Al-Qur'an ketika melewati ayat-ayat sajdah.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa perintah "فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا" mengandung dua hal: sujud sebagai bentuk penghormatan dan ketundukan, serta ibadah secara umum yang mencakup semua bentuk ketaatan. Ini menunjukkan bahwa sujud tilawah adalah salah satu bentuk pengagungan terhadap firman Allah.

Peristiwa ini juga menunjukkan bahwa Al-Qur'an memiliki pengaruh yang luar biasa terhadap hati manusia, bahkan terhadap orang-orang yang belum beriman. Ini menjadi pelajaran bagi kita bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang hidup dan mampu merubah hati.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Nabi ﷺ membaca Surat An-Najm di dekat Ka'bah, para pembesar Quraisy berkumpul untuk mendengarkan. Ketika beliau sampai pada ayat sajdah, beliau sujud. Maka turut sujudlah semua yang hadir, baik Muslim maupun musyrik. Bahkan disebutkan bahwa jin yang sedang mendengarkan pun ikut sujud.

Namun, ada satu orang yang tidak sujud, yaitu Abu Jahal. Ia mengambil segenggam tanah dan menempelkannya ke dahinya, berpura-pura sujud, karena kesombongannya enggan menundukkan diri. Peristiwa ini menunjukkan bahwa hidayah itu milik Allah. Ada yang Allah buka hatinya untuk tunduk, dan ada yang Allah biarkan dalam kesombongan.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa kebenaran Al-Qur'an itu nyata dan mampu menembus hati yang keras sekalipun. Namun, kesombongan adalah penghalang terbesar untuk menerima kebenaran.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersegera sujud tilawah ketika membaca atau mendengar ayat sajdah, sebagai bentuk pengagungan terhadap firman Allah.
  2. Menundukkan hati ketika mendengar Al-Qur'an, karena hati yang tunduk akan mudah menerima petunjuk.
  3. Menjauhi kesombongan, karena kesombongan menghalangi seseorang dari kebenaran, sebagaimana Abu Jahal.
  4. Meyakini keagungan Al-Qur'an, bahwa ia adalah kitab yang mampu merubah hati dan kehidupan manusia.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.